Jakarta, ArgumenRakyat.com — Nyeri perut yang datang kembali setelah mereda bisa dipicu beragam kondisi, mulai penumpukan gas hingga gangguan pencernaan fungsional.
Enam Penyebab yang Paling Umum
Keluhan pertama umumnya berasal dari gas yang menumpuk di saluran pencernaan sehingga menimbulkan kembung dan nyeri hilang timbul. Intensitasnya bervariasi, dari tidak nyaman ringan hingga sakit tajam, dan biasanya berkurang setelah serdawa atau buang angin. Pemicunya bisa makanan tertentu, makan terlalu cepat, atau terlalu banyak menelan udara.
Nyeri juga bisa berasal dari luar organ pencernaan, misalnya ketegangan otot akibat olahraga, mengangkat barang berat, atau cedera. Rasa sakit jenis ini lebih terasa saat bergerak, mengubah posisi, batuk, atau mengencangkan perut, dan umumnya membaik dengan istirahat serta kompres.
ADVERTISEMENT
Iklan Info Sponsorship →Penyebab lain adalah infeksi virus saluran pencernaan seperti norovirus yang memicu kram disertai muntah, diare, atau demam selama sekitar satu hingga tiga hari. Sembelit dengan buang air besar kurang dari tiga kali seminggu, tinja keras, dan sulit dikeluarkan juga membuat perut penuh serta nyeri.
Tukak Lambung hingga Iritasi Usus
Tukak lambung berupa luka pada lapisan lambung dapat menimbulkan nyeri tumpul atau sensasi terbakar di perut bagian atas dan hilang timbul selama beberapa hari hingga berbulan-bulan. Penyebab umumnya infeksi Helicobacter pylori dan penggunaan obat antinyeri tertentu tanpa pengawasan.
Keluhan menetap bisa mengarah pada irritable bowel syndrome, gangguan pencernaan fungsional yang memburuk setelah makan atau saat stres. Penderitanya mengalami diare atau sembelit serta perut kembung, tetapi tidak sampai menimbulkan pendarahan atau penurunan berat badan.
Karena penyebabnya beragam, pemeriksaan dokter tetap diperlukan untuk memastikan akar keluhan, terutama bila nyeri tak kunjung mereda atau muncul gejala penyerta yang mengganggu aktivitas harian.









