JAKARTA, ArgumenRakyat.com — Lonjakan kasus influenza di sejumlah rumah sakit tidak perlu ditanggapi berlebihan, namun risiko penularannya tetap harus dimitigasi, kata Guru Besar Departemen Mikrobiologi Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FKKMK) Universitas Gadjah Mada, Tri Wibawa, Selasa (22/9/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Hasil surveilans Kementerian Kesehatan menunjukkan kasus influenza yang terdeteksi mayoritas terjadi pada anak-anak. “Kasus influenza yang terdeteksi tersebut mayoritas terjadi pada kelompok usia 0-4 tahun, dengan proporsi mencapai 33 persen,” ujar Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes, Aji Muhawarman.
Virus Lama dengan Perubahan Genetik
Tri Wibawa menjelaskan influenza A(H1N1) yang beredar saat ini merupakan turunan dari virus pandemi 2009 yang telah mengalami perubahan genetik. “Temuan influenza A pada bulan Agustus 2026 yang meningkat, tidak perlu ditanggapi berlebihan, meskipun tetap saja perlu disiapkan mitigasi risikonya,” ujarnya.
Influenza umumnya disebabkan virus tipe A dan B. Gejala yang menyertai antara lain demam yang kadang disertai menggigil, sakit tenggorokan, batuk, hidung berair, nyeri otot, sakit kepala, hingga rasa lelah berlebih.
Kelompok Rentan dan Langkah Pencegahan
Tri mengingatkan masyarakat perlu memberi perhatian lebih kepada kelompok berisiko tinggi mengalami komplikasi. “Kelompok masyarakat yang rentan adalah lansia di atas 65 tahun, anak-anak di bawah 5 tahun, orang dengan penyakit kronis, dan orang yang mengalami penurunan tingkat kekebalan lainnya,” tuturnya.
Untuk menekan penularan, langkah sederhana yang bisa dijalankan adalah mencuci tangan memakai sabun, memakai masker ketika sakit atau berada di keramaian, menutup mulut dan hidung saat bersin, menjaga sirkulasi udara ruangan, serta membersihkan permukaan yang sering disentuh.
Langkah itu diminta dijalankan terutama oleh keluarga dengan anak balita dan lansia di rumah. Bila gejala memburuk atau muncul sesak napas, penderita dianjurkan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat.









