Jakarta, ArgumenRakyat.com — Platform berbasis kecerdasan buatan (AI) kini memungkinkan pelaku usaha melayani pelanggan melalui WhatsApp, termasuk menerima pesanan, membuat janji temu, hingga memproses pembayaran secara otomatis.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Neobiz menghadirkan agen AI bernama Neo untuk membantu pelaku usaha menangani berbagai aktivitas bisnis lewat WhatsApp. Agen itu dapat memahami percakapan pelanggan, menggunakan data produk dan riwayat pelanggan, lalu menjalankan proses pelayanan sesuai aturan bisnis masing-masing perusahaan.
Pendiri dan CEO Neobiz, Jimmy Petrus, mengatakan banyak aktivitas bisnis masih dikerjakan manual setelah komunikasi dengan pelanggan terjadi. “Setiap hari bisnis menerima banyak chat dari pelanggan. Masalahnya, terlalu banyak yang masih harus ditindaklanjuti secara manual,” ujar Jimmy.
Dipakai Beragam Sektor Usaha
Dalam bisnis otomotif, Neo dapat mengenali kendaraan pelanggan, mengecek jadwal servis, membuat pemesanan, hingga mengirim pengingat servis berikutnya. Di klinik kecantikan, agen ini membantu mengecek jadwal terapis, menahan jadwal janji temu, dan mengirim permintaan deposit. Sementara di restoran dan kafe, pesanan pelanggan lewat percakapan atau pesan suara langsung diteruskan ke dapur dan kasir.
Perusahaan penyedia teknologi resmi Meta itu menyebut pelaku usaha dalam implementasi awal melaporkan hingga 98 persen pelanggan dapat terlayani, efisiensi biaya hingga 80 persen, serta peningkatan pendapatan antara 20 persen dan 40 persen. Jimmy menambahkan, perkembangan AI mengubah cara pengguna berinteraksi dengan perangkat lunak. “Software generasi sebelumnya meminta kita membuka aplikasi, mencari menu, lalu mengisi form. Dengan AI, cukup sampaikan apa yang ingin dicapai. Sistemnya tetap ada di belakang, tetapi cara kita menggunakannya berubah,” katanya.
Konten Video Jadi Aset Jangka Panjang Usaha
Pemanfaatan teknologi serupa juga bisa dirasakan pelaku usaha kecil di daerah. Seorang pemilik kedai kopi di Payakumbuh mulai rutin membagikan video pendek proses menyeduh kopi dan cerita di balik dagangannya. Beberapa bulan kemudian, pembeli dari luar kota datang menyebut menu yang mereka lihat di video, dan obrolan singkat di chat berubah menjadi pesanan berulang.
Konten video kini bukan sekadar pajangan. Video yang konsisten membantu usaha ditemukan calon pelanggan, sementara strategi digital marketing yang terukur membuat promosi tidak membuang anggaran. Optimasi konten juga membuat brand mudah muncul di mesin pencari dan media sosial, mirip cara kerja SEO yang mendatangkan pengunjung tanpa harus bergantung pada iklan berbayar. Semua itu membentuk aset jangka panjang yang terus bekerja meski pemilik usaha sedang beristirahat.
Cerita perjalanan usaha juga bisa menjadi alat branding yang kuat lewat podcast. Pengusaha dapat berbagi lika-liku membangun bisnis, tokoh daerah menyampaikan gagasan, dan narasumber membangun personal branding yang diingat publik. Format obrolan yang hangat membuat pesan lebih hidup daripada sekadar tulisan.
Dimensia Creative, perusahaan kreatif asal Payakumbuh, siap mendampingi pelaku usaha dalam produksi konten video, live streaming, dan strategi digital marketing. Informasi kerja sama dapat diakses melalui WhatsApp 0812-6349-2788 atau laman dimensiacreative.com. Untuk kebutuhan personal branding melalui podcast, penawaran lengkap tersedia di dimensiacreative.com/proposal.









