Neraca Dagang RI Surplus US$120 Juta pada Juli 2026

- Jurnalis

Rabu, 2 September 2026 - 10:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Neraca Dagang RI Surplus US$120 Juta pada Juli 2026. (Foto: Tribunnews)

Neraca Dagang RI Surplus US$120 Juta pada Juli 2026. (Foto: Tribunnews)

JAKARTA, ArgumenRakyat.com — Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Indonesia surplus US$120 juta pada Juli 2026, setelah dua bulan sebelumnya mengalami defisit.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono mengungkapkan surplus Juli 2026 terjadi karena ekspor lebih besar dibandingkan impor. Nilai ekspor mencapai US$26,22 miliar atau naik 6,05 persen dibanding Juli 2025, sementara impor tercatat US$26,09 miliar atau meningkat 27,02 persen secara tahunan. "Pada Juli tahun 2026 neraca perdagangan barang mengalami surplus sebesar US$0,12 miliar," katanya dalam konferensi pers di Kantor Pusat BPS, Jakarta, Selasa (1/9/2026).

Sebelumnya, neraca perdagangan RI sempat mencatat defisit US$1,61 miliar pada Mei 2026 dan US$450 juta pada Juni 2026. Defisit tersebut mengakhiri tren surplus selama 72 bulan berturut-turut sejak Mei 2020. Kembalinya surplus pada Juli dipandang sebagai sinyal pemulihan, meski nilainya tipis dan masih perlu dijaga.

Baca Juga:  Motif Penembakan Polisi di Pondok Cabe Masih Didalami

Surplus Juli 2026 ditopang komoditas nonmigas yang mencatat surplus US$3,10 miliar, terutama dari lemak dan minyak hewani nabati, bahan bakar mineral, serta besi dan baja. Sebaliknya, neraca perdagangan migas masih defisit US$2,98 miliar. Ekspor nonmigas naik 6,84 persen menjadi US$25,43 miliar, sedangkan ekspor migas turun 14,58 persen menjadi US$0,79 miliar.

Ekonom Universitas Gadjah Mada (UGM) Eddy Junarsin menilai kondisi ini perlu menjadi momentum evaluasi strategi ekspor. "Perlu ada refleksi dan koreksi mengenai strategi ekspor di tengah kondisi ketidakpastian global," ujarnya. Ia menyebut integrasi data ekspor hingga tingkat transaksi yang dibangun PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) dapat memperkuat visibilitas perdagangan, mencakup kualitas komoditas, harga, klasifikasi produk, hingga negara tujuan.

Baca Juga:  Ribuan Buruh "Kepung" Istana: Tuntut UMP Jakarta 2026 Naik Jadi Rp6 Juta, Sebut Rp5,7 Juta Tak Manusiawi

Sejak beroperasi 1 Juni 2026, DSI telah membangun visibilitas analitis terhadap sekitar 6.500 deklarasi ekspor senilai lebih dari US$14 miliar dengan volume melampaui 90 juta ton komoditas. Transaksi tersebut bergerak melalui lebih dari 50 pelabuhan muat di 25 provinsi menuju lebih dari 100 negara tujuan.

Berita Terkait

Bulog Bentuk Satgas Khusus Awasi Penyaluran Beras SPHP
Sidang Ijazah Jokowi, Saksi Ungkap Bukti Digital Dokter Tifa
HGU Perusahaan vs Tanah Adat, Advokat Pilih Jalan Damai
TNI AL Amankan Kapal MV Global 88 Muat Rokok ke Malaysia
Kamera Tersembunyi Ditemukan di Ruang Ganti RSUDZA Aceh
Letda Kopassus Jadi Tersangka Kelalaian Penggunaan Senpi
Menperin Yakin UMKM Ramah Lingkungan Tembus Pasar Global
Emas Antam Naik Rp20.000, Buyback Ikut Menguat

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 14:52 WIB

Bulog Bentuk Satgas Khusus Awasi Penyaluran Beras SPHP

Kamis, 29 Oktober 2026 - 14:19 WIB

Sidang Ijazah Jokowi, Saksi Ungkap Bukti Digital Dokter Tifa

Rabu, 28 Oktober 2026 - 16:45 WIB

HGU Perusahaan vs Tanah Adat, Advokat Pilih Jalan Damai

Rabu, 28 Oktober 2026 - 11:29 WIB

Kamera Tersembunyi Ditemukan di Ruang Ganti RSUDZA Aceh

Rabu, 28 Oktober 2026 - 11:23 WIB

Letda Kopassus Jadi Tersangka Kelalaian Penggunaan Senpi

Berita Terbaru

AI Raven Lacak Alamat Rumah Hanya dari Foto Interior. (Foto: CNN Indonesia)

Digital

AI Raven Lacak Alamat Rumah Hanya dari Foto Interior

Kamis, 29 Okt 2026 - 15:22 WIB

Bulog Bentuk Satgas Khusus Awasi Penyaluran Beras SPHP. (Foto: Dok. ANTARA)

Ekonomi

Bulog Bentuk Satgas Khusus Awasi Penyaluran Beras SPHP

Kamis, 29 Okt 2026 - 14:52 WIB

Sidang Ijazah Jokowi, Saksi Ungkap Bukti Digital Dokter Tifa. (Foto: iNews.id)

Nasional

Sidang Ijazah Jokowi, Saksi Ungkap Bukti Digital Dokter Tifa

Kamis, 29 Okt 2026 - 14:19 WIB

Advokat Hafis Alfarisi saat menjadi narasumber podcast Kusieh Bendi. (Foto: Dok. Podcast Kusieh Bendir)

Ekonomi

HGU Perusahaan vs Tanah Adat, Advokat Pilih Jalan Damai

Rabu, 28 Okt 2026 - 16:45 WIB

Microsoft Tawarkan Resign Sukarela ke 60.000 Karyawan. (Foto: CNN Indonesia)

Digital

Microsoft Tawarkan Resign Sukarela ke 60.000 Karyawan

Rabu, 28 Okt 2026 - 11:38 WIB