UNAND Dorong Pengolahan Gambir Ramah Lingkungan di Pessel

- Jurnalis

Jumat, 21 Agustus 2026 - 13:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

UNAND Dorong Pengolahan Gambir Ramah Lingkungan di Pessel. (Foto: Dok. ANTARA)

UNAND Dorong Pengolahan Gambir Ramah Lingkungan di Pessel. (Foto: Dok. ANTARA)

PESISIR SELATAN, ArgumenRakyat.com — Universitas Andalas (UNAND) mendampingi petani gambir di Nagari Tuik IV Koto Mudiek, Kabupaten Pesisir Selatan, untuk mengubah pola pengolahan tradisional menjadi sistem yang lebih ramah lingkungan dan efisien.

Pengolahan Tradisional Tekan Kawasan Hutan

Selama ini sebagian petani gambir mengolah hasil panen langsung di kawasan perbukitan yang jauh dari pemukiman. Proses tersebut membutuhkan energi panas dalam jumlah besar yang secara tradisional diperoleh dari kayu bakar. "Proses tersebut membutuhkan energi panas dalam jumlah besar, yang secara tradisional diperoleh dari kayu bakar," kata Ketua Tim UNAND, Hendra Saputra, Jumat (21/8).

Baca Juga:  PU Rampungkan Tanggul Darurat Padang, Jalan Tapan Dibuka

Kebutuhan kayu bakar itu mendorong aktivitas penebangan pohon di sekitar lokasi pengolahan. Dalam jangka panjang, praktik tersebut berpotensi mengurangi tutupan vegetasi, meningkatkan tekanan terhadap kawasan hutan, serta mengganggu kelestarian lingkungan.

Dorong Sentra Pengolahan di Pemukiman

Tim UNAND berupaya menghadirkan teknologi tepat guna agar pengolahan gambir dipindah dari kawasan bukit ke sentra pengolahan di sekitar pemukiman dengan teknologi yang lebih efisien dan tidak lagi bergantung kayu bakar. "Kami ingin mendorong petani gambir agar tetap produktif dan meningkatkan nilai ekonominya, tetapi tidak harus mengorbankan kelestarian hutan," ujar Hendra Saputra.

Baca Juga:  Tolak Fasilitas Mobil Dinas, Bupati Safni Sikumbang Alihkan Dana untuk Alat Berat Jalan Usaha Tani

Pengolahan di kawasan pemukiman juga membuka peluang terbentuknya unit produksi bersama atau sentra pengolahan gambir masyarakat, sehingga petani tidak hanya menjual bahan mentah tetapi mampu menghasilkan produk yang lebih terstandar. Kegiatan ini melibatkan tim dosen Hendra Saputra, Kiki Yulianto, Fea Firdani, serta mahasiswa, dan didanai Kemendiktisaintek skema pemberdayaan kemitraan masyarakat.

Berita Terkait

Tradisi Lukah Gilo Solok Difilmkan agar Tak Lenyap
Efisiensi Anggaran, Pokir DPRD 50 Kota Tak Tersalur
Lahan Bekas Karhutla Dharmasraya 5,9 Ha Ditanami Sawit
Proporsional Terbuka Dinilai Membuka Jalan Politik Uang
LKPJ dan LPP: Pengawasan DPRD 50 Kota Disorot
Semen Padang Ditahan Imbang PSMS Medan 1-1 di Bekasi
7 Cara Mengatasi Anak Susah Belajar Membaca Tanpa Memaksa
Advokat Dorong Peradilan Adat Diakui Sistem Hukum

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 16:46 WIB

Tradisi Lukah Gilo Solok Difilmkan agar Tak Lenyap

Selasa, 20 Oktober 2026 - 16:45 WIB

Efisiensi Anggaran, Pokir DPRD 50 Kota Tak Tersalur

Senin, 19 Oktober 2026 - 16:52 WIB

Lahan Bekas Karhutla Dharmasraya 5,9 Ha Ditanami Sawit

Senin, 19 Oktober 2026 - 16:47 WIB

Proporsional Terbuka Dinilai Membuka Jalan Politik Uang

Senin, 19 Oktober 2026 - 16:45 WIB

LKPJ dan LPP: Pengawasan DPRD 50 Kota Disorot

Berita Terbaru

Pentas seni tradisional randai Minangkabau di lapangan dengan rumah adat beratap gonjong di belakangnya. (Foto: Dok. Wikimedia Commons/Deni Dahniel (CC BY-SA 4.0))

Budaya

Tradisi Lukah Gilo Solok Difilmkan agar Tak Lenyap

Selasa, 20 Okt 2026 - 16:46 WIB

Lembar uang rupiah kertas, ilustrasi pengelolaan anggaran daerah. (Foto: Dok. Wikimedia Commons/Pak.syafda (CC BY-SA 4.0))

Daerah

Efisiensi Anggaran, Pokir DPRD 50 Kota Tak Tersalur

Selasa, 20 Okt 2026 - 16:45 WIB

Personel Gabungan di Monas Bersiap Amankan Demo Jakarta. (Foto: iNews.id)

Nasional

Personel Gabungan di Monas Bersiap Amankan Demo Jakarta

Selasa, 20 Okt 2026 - 11:40 WIB

Dua Kasus Perundungan Anak Berujung Kematian Disorot. (Foto: Dok. DPR)

Nasional

Dua Kasus Perundungan Anak Berujung Kematian Disorot

Selasa, 20 Okt 2026 - 11:34 WIB

Hercules Datangi Kementerian ATR/BPN soal Sengketa Lahan. (Foto: CNN Indonesia)

Nasional

Hercules Datangi Kementerian ATR/BPN soal Sengketa Lahan

Selasa, 20 Okt 2026 - 11:29 WIB