KADI Mulai Penyelidikan Antidumping Produk Impor SAP Asal China

- Jurnalis

Selasa, 18 Agustus 2026 - 12:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KADI Mulai Penyelidikan Antidumping Produk Impor SAP Asal China. (Foto: Dok. ANTARA)

KADI Mulai Penyelidikan Antidumping Produk Impor SAP Asal China. (Foto: Dok. ANTARA)

JAKARTA, ArgumenRakyat.com — Komite Anti Dumping Indonesia (KADI) memulai penyelidikan antidumping terhadap produk impor Superabsorbent Polymers (SAP) asal China, Selasa (18/8/2026), dikutip dari antaranews.com.

ADVERTISEMENT

🎙️ Info Sponsorship
Iklan

SCROLL TO RESUME CONTENT

Impor SAP China Capai 62 Persen

Produk SAP masuk klasifikasi Harmonized System (HS) 3906.90.92 dan 3906.90.99 berdasarkan Buku Tarif Kepabeanan Indonesia (BTKI) 2022. Penyelidikan dilakukan terhadap produk impor SAP periode 1 Januari 2022 hingga 31 Desember 2025.

Baca Juga:  Gebrakan Danantara di WEF Davos 2026: Pimpin Misi Investasi Strategis RI, Incar Sektor Hilirisasi dan Energi Hijau

Ketua KADI, Frida Adiati, menjelaskan total impor Indonesia untuk produk SAP mencapai 570.543 ton, dengan sebagian besar berasal dari China sebesar 354.918 ton atau sekitar 62 persen.

"Berdasarkan hasil kajian atas kecukupan dan ketepatan bukti awal, KADI menemukan adanya peningkatan produk impor SAP dari Tiongkok. Hal ini mengakibatkan kerugian industri dalam negeri," jelas Frida.

Tindak Lanjut Permohonan Industri Dalam Negeri

Inisiasi penyelidikan ini merupakan tindak lanjut dari permohonan PT Nippon Shokubai Indonesia yang mewakili industri dalam negeri. Penyelidikan akan berlangsung 12 bulan dan dapat diperpanjang hingga 18 bulan sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 34 Tahun 2011.

Baca Juga:  Hasil Retret Hambalang: Presiden Prabowo Instruksikan "Aksi Cepat" 100 Hari bagi Seluruh Menteri

KADI telah menyampaikan informasi dimulainya penyelidikan kepada pihak-pihak berkepentingan, termasuk industri dalam negeri, importir, eksportir, dan produsen dari China, serta perwakilan pemerintahan China di Indonesia.

Berita Terkait

Pemkab Agam Transfer DBH Rp6,1 Miliar ke 92 Nagari
Pemerintah dan PT PAL Susun Peta Jalan Industri Maritim
TNI Akan Kirim Prajurit Menimba Ilmu Militer ke China
Kecelakaan Tol Jagorawi: 2 Tewas Terbakar di Dalam Jeep
KPK Amankan 14 Orang dalam OTT Rektorat Unsoed
Airlangga: Lokasi PFII di Bali Masih Tahap Evaluasi
Kemendagri Sebut Data Terintegrasi Kunci Tanggap Darurat
Komisi III DPR Tunda Rapat karena Kabareskrim Absen

Berita Terkait

Jumat, 21 Agustus 2026 - 13:35 WIB

Pemkab Agam Transfer DBH Rp6,1 Miliar ke 92 Nagari

Jumat, 21 Agustus 2026 - 13:04 WIB

Pemerintah dan PT PAL Susun Peta Jalan Industri Maritim

Jumat, 21 Agustus 2026 - 12:59 WIB

TNI Akan Kirim Prajurit Menimba Ilmu Militer ke China

Jumat, 21 Agustus 2026 - 12:53 WIB

Kecelakaan Tol Jagorawi: 2 Tewas Terbakar di Dalam Jeep

Jumat, 21 Agustus 2026 - 12:48 WIB

KPK Amankan 14 Orang dalam OTT Rektorat Unsoed

Berita Terbaru

Pemkab Agam Transfer DBH Rp6,1 Miliar ke 92 Nagari. (Foto: Dok. ANTARA)

Daerah

Pemkab Agam Transfer DBH Rp6,1 Miliar ke 92 Nagari

Jumat, 21 Agu 2026 - 13:35 WIB

UNAND Dorong Pengolahan Gambir Ramah Lingkungan di Pessel. (Foto: Dok. ANTARA)

Daerah

UNAND Dorong Pengolahan Gambir Ramah Lingkungan di Pessel

Jumat, 21 Agu 2026 - 13:30 WIB

6 Jenis Buah yang Bisa Menurunkan Asam Urat. (Foto: Dok. Sumber Berita)

Kesehatan

6 Jenis Buah yang Bisa Menurunkan Asam Urat

Jumat, 21 Agu 2026 - 13:25 WIB

7 Hobi yang Baik untuk Mental Anak, Asah Kreativitas. (Foto: Dok. Sumber Berita)

Gaya Hidup

7 Hobi yang Baik untuk Mental Anak, Asah Kreativitas

Jumat, 21 Agu 2026 - 13:20 WIB

Mahasiswa UGM Kembangkan Pembayaran Digital Pakai Sidik Jari. (Foto: Dok. Sumber Berita)

Digital

Mahasiswa UGM Kembangkan Pembayaran Digital Pakai Sidik Jari

Jumat, 21 Agu 2026 - 13:14 WIB