SOLOK, ArgumenRakyat.com — PLN Unit Induk Distribusi (UID) Sumatera Barat melalui PLN UP3 Solok memperkuat kolaborasi dengan petani bawang merah Alahan Panjang untuk mendorong produktivitas melalui elektrifikasi sektor pertanian, dikutip dari antaranews.com.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Listrik Jadi Energi Produktif Petani
Dalam kegiatan Customer Gathering & Sharing Knowledge on Electrifying Onion Fields di Alahan Panjang, Selasa (11/8), sekitar 100 peserta hadir. Kegiatan ini memperkuat sinergi PLN dengan pemangku kepentingan sektor pertanian, termasuk Dinas Pertanian Kabupaten Solok dan PISPI Sumbar.
General Manager PLN UID Sumatera Barat Ririn Rachmawardini mengatakan elektrifikasi sektor pertanian merupakan bagian dari komitmen PLN menghadirkan listrik yang memberi nilai tambah bagi produktivitas dan kesejahteraan.
"Kami ingin listrik hadir semakin dekat dengan kebutuhan masyarakat dan memberikan manfaat yang benar-benar dirasakan. Bagi para petani, listrik dapat menjadi energi produktif yang membantu meningkatkan efisiensi dan kualitas hasil pertanian," ujar Ririn.
Tekan Biaya Hingga 50 Persen
Diskusi difokuskan pada penerapan teknologi kelistrikan, seperti Light Trap sebagai perangkap hama otomatis dan Sprinkler System berbasis listrik untuk pengelolaan lahan lebih efektif.
Berdasarkan pemaparan dalam kegiatan, pemanfaatan teknologi ini berpotensi menekan biaya pembelian pestisida dan insektisida hingga 40–50 persen, serta mengurangi ketergantungan pada genset BBM untuk pompa air.
PLN UP3 Solok bersama PLN Energi Services juga memetakan kebutuhan petani melalui kuesioner. Masukan tersebut menjadi data penting untuk menyusun pengembangan layanan kelistrikan di sektor pertanian ke depan.









