ARGUMENRAKYAT.COM, JAKARTA – Insiden dugaan keamanan pangan melanda ratusan siswa dan belasan guru di SMK Negeri 6 Semarang, Jawa Tengah. Menyusul peristiwa tersebut pada Sabtu (1/8/2026), Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono membesuk para korban yang tengah menjalani perawatan intensif di rumah sakit serta memberikan peringatan tegas kepada pengelola dapur penyedia program Makan Bergizi Gratis (MBG).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Langkah tegas diambil BGN untuk memutus risiko keamanan pangan. Sudaryono mengonfirmasi bahwa operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang mengirim pasokan makanan ke sekolah tersebut telah dihentikan sementara demi kepentingan investigasi.
“Ini disuspen jadi dapurnya disuspen nunggu investigasi ya jadi kemudian SPPG-nya juga kita beri surat peringatan,” ujar Sudaryono.
Ia menegaskan sanksi administratif dan peringatan tidak hanya menyasar pihak pengelola dapur, melainkan mencakup seluruh jajaran yang terlibat dalam rantai pasok dan operasional MBG.
“Jadi di suspen ini kan ada mitra ada yayasan ada SPPG ada yang di situ kita beri saksi termasuk korcam dan ke atas ini kami beri peringatan ya,” kata Sudaryono.
Peristiwa dugaan keracunan massal itu terjadi pada Jumat ketika ratusan siswa dan guru mendadak mengalami gejala pusing, mual, hingga muntah seusai menyantap santapan MBG. Tercatat sebanyak 707 orang menjadi korban, yang terdiri dari 693 siswa dan 14 guru. Sudaryono meninjau langsung penanganan medis di tiga rumah sakit penampung korban, yaitu RS Permata Medika, RS Bakti Tamtama, dan RS Panti Wilasa Citarum.
Di sela-sela kunjungannya ke rumah sakit, Sudaryono memastikan seluruh biaya pengobatan para korban dijamin sepenuhnya.
“Nanti minta kontaknya Pak Mustari (salah seorang yang menunggui pasien keracuan) nanti biaya rumah sakitnya kutanggung ya, aku yang tanggung biaya rumah sakitnya ya, oke ya,” tutur Sudaryono saat berada di rumah sakit.









