Sudaryono Bekukan Dapur MBG di Semarang: “Aku yang Tanggung Biaya Rumah Sakitnya”

- Jurnalis

Minggu, 2 Agustus 2026 - 17:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Kepala BGN, Sudaryono saat mengunjungi korban MBG di Semarang (Dok. Istimewa)

Foto: Kepala BGN, Sudaryono saat mengunjungi korban MBG di Semarang (Dok. Istimewa)

ARGUMENRAKYAT.COMJAKARTA – Insiden dugaan keamanan pangan melanda ratusan siswa dan belasan guru di SMK Negeri 6 Semarang, Jawa Tengah. Menyusul peristiwa tersebut pada Sabtu (1/8/2026), Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono membesuk para korban yang tengah menjalani perawatan intensif di rumah sakit serta memberikan peringatan tegas kepada pengelola dapur penyedia program Makan Bergizi Gratis (MBG).

ADVERTISEMENT

🎙️ Info Sponsorship
Iklan

SCROLL TO RESUME CONTENT

Langkah tegas diambil BGN untuk memutus risiko keamanan pangan. Sudaryono mengonfirmasi bahwa operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang mengirim pasokan makanan ke sekolah tersebut telah dihentikan sementara demi kepentingan investigasi.

Baca Juga:  Gibran Doakan Kesembuhan Roy Suryo dan Dokter Tifa Saat Kunjungan ke Papua Selatan

“Ini disuspen jadi dapurnya disuspen nunggu investigasi ya jadi kemudian SPPG-nya juga kita beri surat peringatan,” ujar Sudaryono.

Ia menegaskan sanksi administratif dan peringatan tidak hanya menyasar pihak pengelola dapur, melainkan mencakup seluruh jajaran yang terlibat dalam rantai pasok dan operasional MBG.

“Jadi di suspen ini kan ada mitra ada yayasan ada SPPG ada yang di situ kita beri saksi termasuk korcam dan ke atas ini kami beri peringatan ya,” kata Sudaryono.

Peristiwa dugaan keracunan massal itu terjadi pada Jumat ketika ratusan siswa dan guru mendadak mengalami gejala pusing, mual, hingga muntah seusai menyantap santapan MBG. Tercatat sebanyak 707 orang menjadi korban, yang terdiri dari 693 siswa dan 14 guru. Sudaryono meninjau langsung penanganan medis di tiga rumah sakit penampung korban, yaitu RS Permata Medika, RS Bakti Tamtama, dan RS Panti Wilasa Citarum.

Baca Juga:  Bantul Diguncang Gempa M 4,4 Kedalaman 11 Km, Getaran Terasa Kuat di Seluruh Wilayah DIY

Di sela-sela kunjungannya ke rumah sakit, Sudaryono memastikan seluruh biaya pengobatan para korban dijamin sepenuhnya.

“Nanti minta kontaknya Pak Mustari (salah seorang yang menunggui pasien keracuan) nanti biaya rumah sakitnya kutanggung ya, aku yang tanggung biaya rumah sakitnya ya, oke ya,” tutur Sudaryono saat berada di rumah sakit.

Berita Terkait

KUA Kesambi Dibobol Maling, 177 Buku Nikah Lenyap: Kasus Unik Pertama di Cirebon
TNI Intensifkan Perburuan OPM di Papua Usai Pembunuhan Warga Sipil
Anggota Satgas Damai Cartenz Gugur di Yahukimo, Aparat Gabungan Buru OTK
Duka di Balik Dinding Gupusmu II: Kala Prosedur Rutin Berujung Petaka
Kompolnas Sebut Kasus Kematian Tiga Polisi di Kalteng Sebagai Pembunuhan Sengaja
Terungkap! Jejak Kelompok Mbalingga di Balik Abu Pesawat dan Kematian Pilot AS di Yahukimo
Rehabilitasi Jembatan Jeruai Sebabkan Kemacetan di Jalur Padang–Painan
TNI Evakuasi Jenazah Pilot Pesawat AMA yang Tewas Ditembak OPM di Yahukimo

Berita Terkait

Minggu, 2 Agustus 2026 - 17:26 WIB

Sudaryono Bekukan Dapur MBG di Semarang: “Aku yang Tanggung Biaya Rumah Sakitnya”

Selasa, 28 Juli 2026 - 16:22 WIB

KUA Kesambi Dibobol Maling, 177 Buku Nikah Lenyap: Kasus Unik Pertama di Cirebon

Minggu, 26 Juli 2026 - 18:51 WIB

TNI Intensifkan Perburuan OPM di Papua Usai Pembunuhan Warga Sipil

Rabu, 22 Juli 2026 - 13:43 WIB

Anggota Satgas Damai Cartenz Gugur di Yahukimo, Aparat Gabungan Buru OTK

Jumat, 17 Juli 2026 - 14:42 WIB

Duka di Balik Dinding Gupusmu II: Kala Prosedur Rutin Berujung Petaka

Berita Terbaru