Dedi Mulyadi Jawab Kritik Menteri HAM Natalius Pigai Soal Perlindungan Hak Korban Kejahatan

- Jurnalis

Rabu, 29 Juli 2026 - 19:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dok. Tangkapan layar Dedi Mulyadi di Instagram pribadinya yang diunggah di @dedimulyadi71 pada Selasa (28/7/2026).

Dok. Tangkapan layar Dedi Mulyadi di Instagram pribadinya yang diunggah di @dedimulyadi71 pada Selasa (28/7/2026).

ARGUMENRAKYAT.COM, JAKARTA – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi merespons otokritik yang disampaikan oleh Menteri Hak Asasi Manusia (HAM), Natalius Pigai, dalam unggahan terbarunya di Instagram pribadinya yang diunggah di akun @dedimulyadi71 pada Selasa (28/7/2026), terkait penanganan aksi kejahatan dan potensi tindakan main hakim sendiri di wilayah Jawa Barat. Dedi menegaskan bahwa selain memperhatikan hak-hak proses hukum bagi pelaku, penegakan dan perlindungan atas hak asasi para korban kejahatan juga harus menjadi prioritas utama pemerintah.

Tanggapan tersebut disampaikan Dedi Mulyadi secara terbuka guna menyikapi imbauan dari Menteri HAM agar seluruh pemangku kepentingan tetap menjaga norma hukum dan melarang aksi main hakim sendiri di masyarakat.

“Saya menyampaikan terima kasih atas otokritik dari Pak Menteri HAM Bapak Natalius Pigai yang mengingatkan saya jangan sampai melanggar HAM pelaku kejahatan dengan main hakim sendiri,” ujar Dedi Mulyadi dalam pernyataannya.

Baca Juga:  Politikus Gerindra, Habiburokhman Paparkan Regulasi Jabatan Polri Pasca-Putusan Mahkamah Konstitusi

Meskipun menyambut baik ingatan tersebut, mantan politikus partai Golkar ini secara tegas memberikan catatan penting mengenai realitas penderitaan yang dialami oleh para korban kejahatan. Menurutnya, aksi kejahatan pada hakikatnya merupakan bentuk perampasan hak dasar warga negara yang sangat nyata, mulai dari hilangnya rasa aman hingga ancaman terhadap keselamatan jiwa.

“Orang yang menjadi korban kejahatan ada pelanggaran HAM pada dirinya, dia kehilangan keamanannya, dia kehilangan perlindungan dari negaranya, dia kehilangan harta kekayaannya, bahkan banyak yang kehilangan nyawanya,” tegas Dedi menyoroti kondisi korban.

Dedi juga membeberkan kendala medis mendesak yang sering dihadapi oleh para korban di lapangan, di mana akses layanan jaminan kesehatan kerap mengalami hambatan aturan administratif.

“Dan yang paling miris adalah korban kejahatan ketika masuk ke rumah sakit BPJS tidak bisa mengklaim membayarkan biaya rumah sakitnya,” ungkap Dedi memaparkan fakta di lapangan.

Baca Juga:  KPK Geledah 3 Ruang Dirjen ATR/BPN Usut Jual Beli Jabatan

Menanggapi persoalan tersebut, Dedi menegaskan langkah nyata Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk mengambil alih seluruh tanggung jawab pembiayaan perawatan medis bagi masyarakat yang menjadi korban kejahatan.

“Tetapi di Provinsi Jawa Barat semua korban kejahatan dijamin oleh pemerintah provinsi biaya rumah sakitnya berapapun,” kata pria yang akrab disapa KDM itu menjelaskan kebijakan pemerintah daerah.

Lebih jauh, Dedi menyampaikan bahwa Pemprov Jabar tidak hanya berfokus pada korban, tetapi juga memperhatikan aspek kemanusiaan bagi pelaku kejahatan yang mengalami luka-luka dan membutuhkan tindakan medis darurat saat diamankan aparat.

“Untuk itu pemerintah provinsi Jawa Barat akan hadir untuk menyelesaikan dan melindungi kedua-duanya,” ucap Dedi.

Berita Terkait

Dua Anggota KKB Tewas dalam Kontak Tembak di Nduga
Motif Penembakan Polisi di Pondok Cabe Masih Didalami
KPK Jemput Paksa Nusron Wahid Usai Dua Kali Mangkir
Asap Karhutla Masuk Jakarta, DKI Siapkan PJJ dan WFH
KPK Duga Bupati Klaten Terima Rp2,08 Miliar
MK Perintahkan Revisi UU Peradilan Militer, TNI Merespons
KPK OTT di BNPB, 14 Orang Ditangkap Termasuk Sestama
DPR Desak Karhutla Ditetapkan Jadi Bencana Nasional

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 10:23 WIB

Dua Anggota KKB Tewas dalam Kontak Tembak di Nduga

Selasa, 20 Oktober 2026 - 10:35 WIB

Motif Penembakan Polisi di Pondok Cabe Masih Didalami

Minggu, 18 Oktober 2026 - 10:25 WIB

KPK Jemput Paksa Nusron Wahid Usai Dua Kali Mangkir

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 10:38 WIB

Asap Karhutla Masuk Jakarta, DKI Siapkan PJJ dan WFH

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 10:33 WIB

KPK Duga Bupati Klaten Terima Rp2,08 Miliar

Berita Terbaru

Microsoft Tawarkan Resign Sukarela ke 60.000 Karyawan. (Foto: CNN Indonesia)

Digital

Microsoft Tawarkan Resign Sukarela ke 60.000 Karyawan

Rabu, 28 Okt 2026 - 11:38 WIB

TNI AL Amankan Kapal MV Global 88 Muat Rokok ke Malaysia. (Foto: Dok. ANTARA)

Nasional

TNI AL Amankan Kapal MV Global 88 Muat Rokok ke Malaysia

Rabu, 28 Okt 2026 - 11:35 WIB

Kamera Tersembunyi Ditemukan di Ruang Ganti RSUDZA Aceh. (Foto: CNN Indonesia)

Nasional

Kamera Tersembunyi Ditemukan di Ruang Ganti RSUDZA Aceh

Rabu, 28 Okt 2026 - 11:29 WIB

Letda Kopassus Jadi Tersangka Kelalaian Penggunaan Senpi. (Foto: CNN Indonesia)

Nasional

Letda Kopassus Jadi Tersangka Kelalaian Penggunaan Senpi

Rabu, 28 Okt 2026 - 11:23 WIB

Polisi Pariaman Ungkap 360 Liter Biosolar Subsidi. (Foto: Dok. Humas Polres Pariaman)

Daerah

Polisi Pariaman Ungkap 360 Liter Biosolar Subsidi

Rabu, 28 Okt 2026 - 11:18 WIB