ARGUMENRAKYAT.COM, JAKARTA – Aparat penegak hukum dari Unit Jatanras Polres Metro Jakarta Selatan bersama Polsek Pesanggrahan berhasil meringkus seorang pria berinisial T, tersangka perkara tindak pidana pencurian kendaraan bermotor (curanmor). Dalam melancarkan aksi kriminalnya, residivis kambuhan ini diketahui kerap membawa senjata api (senpi) untuk mengintimidasi para korban.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kapolsek Pesanggrahan, Kompol Seala Syah Alam, mengungkapkan bahwa tersangka T ditangkap di wilayah Lampung Timur pada Sabtu (18/7/2026) sekitar pukul 02.00 WIB. Berdasarkan hasil pemeriksaan dan pengembangan di tempat kejadian perkara (TKP), tersangka sempat melakukan perusakan terhadap kamera pengawas (CCTV) di kawasan Petukangan Selatan, Pesanggrahan, guna menghilangkan barang bukti.
“Dari hasil interogasi awal pelaku mengakui melakukan perbuatan pencurian di wilkum Jaksel sekitar 20 TKP, dan apabila pelaku terpergok korban atau warga, pelaku tidak segan segan untuk menembakkan senjata api,” tegas Seala kepada wartawan, Minggu (19/7/2026) dilansir dari Tirto.id.
Seala menerangkan penangkapan tersangka T dilakukan setelah pihak kepolisian berhasil mencokok pelaku lain berinisial AR terlebih dahulu. Dalam modus operandi kejahatan kelompok ini, AR bertindak sebagai eksekutor (pemetik), sementara T berperan aktif sebagai joki yang mengarahkan rute pelarian.
Saat proses penangkapan berlangsung, tersangka T sempat melakukan perlawanan yang membahayakan keselamatan petugas. Alhasil, pihak kepolisian terpaksa melakukan tindakan tegas terukur dengan menembak kaki tersangka demi melumpuhkannya.
“Selanjutnya, ada satu orang pelaku lagi kami tetapkan sebagai DPO. Untuk total kendaraan motor sendiri yang sudah kami amankan sudah ada beberapa dan sudah kami kembalikan. Untuk lainnya masih dalam tahap pengembangan,” ujar Seala.
Dari catatan kepolisian, T merupakan seorang residivis yang pernah divonis atas kasus serupa pada tahun 2024. Berdasarkan pemeriksaan intensif, motif utama di balik aksi kejahatan berulang ini murni karena dorongan faktor ekonomi.
“Ya tentunya motifnya karena motif ekonomi ya, kebutuhan ekonomi. Betul (dilakukan dengan menggunakan senpi). Untuk senpi yang kami temukan itu senpi rakitan. Yaitu senpi rakitan dengan peluru 9 milimeter, kaliber 9 milimeter,” ucap Seala.









