Makin Memanas, Musda MUI Sumbar Disebut Tak Akomodir Pondok Pesantren Besar

- Jurnalis

Senin, 13 Juli 2026 - 12:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Proses MUSDA MUI Sumbar (Dok. Bayu Pringadi)

Foto: Proses MUSDA MUI Sumbar (Dok. Bayu Pringadi)

ARGUMENRAKYAT.COM, SUMBAR – Akademisi Apria Putra mempertanyakan soal MUSDA MUI Sumbar yang ia nilai cukup tidak representatif, karena tidak mengundang salah satu pesantren yang cukup menonjol secara eksistensi di Ranah Minang, yakni Pondok Pesantren Nurul Yaqin Ringan-Ringan.

ADVERTISEMENT

🎙️ Info Sponsorship
Iklan

SCROLL TO RESUME CONTENT

Apria menyebut bahwa harusnya keterlibatan pesantren Ringan-Ringan haruslah jadi sebuah opsi yang harus diperhitungkan, dalam pernyataan tertulisnya di akun Facebook pribadinya, Apria menyebut jika pesantren yang terletak di Padang Pariaman iyu memiliki pengaruh besar di Sumatra Barat, ”Izin saya bertanya, apakah betul Pesantren Ringan Ringan tidak diundang perwakilannya utk mengikuti Musda MUI Sumbar? Padahal Ringan-Ringan adalah pesantren besar dengan lebih 20 cabang, yang santri-santri nya sudah sangat terbiasa dengan ilmu alat dengan kitab-kitab standar al-Azhar, yang pesantren ini pengaruhnya sangat besar di Sumatra Barat saat ini,” tulis alumnus UIN Syarif Hidayatullah Jakarta itu, Senin 13 Juli 2026.

Di samping itu, Fakhry Emil Habib yang juga dikenal sebagai pendakwah, dan konten kreator yang berasal dari Kab. Agam, juga menyambut postingan Apria tersebut dengan pandangannya, “Sebelum pemilihan, kita memang mendengar info dari “orang dalam” bahwa ada pihak yang mengkampanyekan “asal bukan PERTI” ngku,” tulis Fakhry Emil Habib di kolom komentar postingan Apria Putra.

Baca Juga:  Masa Bakti Berakhir, KONI Kota Payakumbuh Siap Gelar Musorkot

Alumnus Universitas Al-Azhar Kairo, Mesir, itu kemudian melanjutkan dalam keterangan tertulisnya, ”Ada pula tokoh agama yang juga tokoh partai di Sumbar, saat mendengar salah satu calon dari kalangan tuangku, ia menyatakan keberatan, dengan alasan, karena dia asy’ari,” ungkap Emil.

Perseteruan MUSDA MUI Sumbar guna mencari pengganti Gusrizal Gazahar ini semakin memanas, setelah diketahui Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) dan Persatuan Tarbiyah Islamiyah (PERTI) memutuskan untuk walk out dari MUSDA ke-11 Majelis Ulama Indonesia (MUI) SUMBAR itu pada Sabtu (11/7/2026) malam.

Langkah ini diambil karena kedua organisasi keagamaan tersebut menilai pelaksanaan Musda tidak berjalan profesional dan diwarnai indikasi pemaksaan dalam penyusunan struktur kepengurusan oleh pihak tertentu. Padahal, agenda yang direncanakan berlangsung hingga Minggu (12/7/2026) di Auditorium Sumbar ini sebelumnya telah dibuka secara resmi oleh Gubernur Sumatra Barat, Mahyeldi.

Baca Juga:  Presma UIN SMDD Berharap Akan Ada Tindak Lanjut dari Pemerintah Setalah Aksi di Depan Gedung DPRD Bukittinggi

Pada lanjutan keterangannya, Fakhry Emil Habib juga berpendapat bahwa pemilihan Ketua MUI Sumbar, melalui MUSDA ini tidak banyak melibatkan pesantren, ”Kabarnya mekanisme pemilihan ketua MUI memang tidak melibatkan semua pondok Pesantren ngku. Kalau melibatkan semua pondok, maka bisa dikatakan pondok PERTI jumlahnya ratusan, sedangkan pondok MU cuma sekitar lima,” tegasnya.

Melansir keterangan dari Langgam.id, Ketua PWNU Sumbar, Ganefri menjelaskan bahwa suasana MUSDA itu sudah tidak bagus, “Sikap meninggalkan ruangan sidang diambil karena suasana sudah tidak bagus,” kata mantan Rektor Universitas Negeri Padang (UNP) itu.

Di samping itu, saat dikonfirmasi oleh Argumen Rakyat, Apria kembali menegaskan bahwa keterlibatan pesantren haruslah dipandang sebagai suatu hal yang penting, ”Keterlibatan pesantren tradisional atau pesantren tuo penting karena dia menjadi akar Islam di Minangkabau. Pesantren-pesantren ini yang dulu, sebelum zaman modern, telah membackup jalannya kehidupan agama di Minangkabau,” tutur Apria Senin pagi, 13 Juli 2026.

Berita Terkait

Akses Lembah Anai Resmi Dibuka Semua Kendaraan, BPJN Sumbar sebut Perbaikan Jalan Selesai
Respons Sekretaris Komisi B DPRD Kota Paykumbuh Usai Disambangi Pajacombo LAB: Sindiran Keras untuk Kami
Menembus Isolasi Buluh Kasok: Proyek Jalan TMMD Kodim 0306 Dipacu di Tengah Terik Harau
KAN Kubang Putiah Sebut Trase Tol Sicincin – Bukittinggi Ancam Akar Sejarah dan Lahan Produktif Nagari
Dua Kasat Polres 50 Kota Resmi Naik Pangkat Menjadi AKP
Selatan Sunset Festival 2026: Gadih Angik Menjelma Jadi Pusat Seni, Budaya, dan UMKM Payakumbuh
Evolusi Spasial Payakumbuh: Membaca Riwayat Kota dari Toponimi hingga Konsep Livable City
Gubernur Absen, Massa Aliansi Mahasiswa Kota Padang Sebut Pemprov ‘Pakak’

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 10:23 WIB

Akses Lembah Anai Resmi Dibuka Semua Kendaraan, BPJN Sumbar sebut Perbaikan Jalan Selesai

Minggu, 26 Juli 2026 - 18:43 WIB

Menembus Isolasi Buluh Kasok: Proyek Jalan TMMD Kodim 0306 Dipacu di Tengah Terik Harau

Senin, 13 Juli 2026 - 12:37 WIB

Makin Memanas, Musda MUI Sumbar Disebut Tak Akomodir Pondok Pesantren Besar

Sabtu, 4 Juli 2026 - 11:00 WIB

KAN Kubang Putiah Sebut Trase Tol Sicincin – Bukittinggi Ancam Akar Sejarah dan Lahan Produktif Nagari

Rabu, 1 Juli 2026 - 13:47 WIB

Dua Kasat Polres 50 Kota Resmi Naik Pangkat Menjadi AKP

Berita Terbaru