Syekh Muhammad Zain: Ulama Sufi Minangkabau yang Berkiprah di Tanah Malaya

- Jurnalis

Minggu, 12 Juli 2026 - 21:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sebuah Surau di Minangkabau (KITLV)

Sebuah Surau di Minangkabau (KITLV)

ARGUMENRAKYAT.COM, SUMBAR – Dalam lembaran sejarah Islam di Alam Minangkabau, nama Syekh Muhammad Zain barangkali terdengar lamat-lamat. Namun, wibawa dan pengaruh kepakarannya memancar kuat sepanjang paruh pertama abad ke-20.

Beliau bertumbuh pada suatu zaman peralian yang pelik, ketika tradisi halakah kitab kuning harus berhadapan langsung dengan gelombang pembaruan Islam. Walau riwayat hidup tokoh kaum tuo ini terbilang minim dari pencatatan, kealiman ilmu beliau diakui luas oleh para ulama sezamannya. Martabat keilmuan beliau tegak lurus, duduk sama rendah dan berdiri sama tinggi dengan raksasa tradisi seperti Syekh Muhammad Jamil Jaho dan Syekh Sulaiman Ar-Rasuli. Mereka adalah sekawan ulama benteng pertahanan yang memanggul amanah merawat kesinambungan ilmu-ilmu turats di tengah pergolakan sosial yang bergegas.

Laku hidup Syekh Muhammad Zain mencerminkan perpaduan kukuh antara zahir dan batin. Di satu sisi, beliau merupakan seorang fakar syariat yang teliti dalam perkara fikih; di sisi lain, jiwanya disepuh oleh disiplin spiritual yang ketat selaku pengamal sejati Tarekat Naqsyabandiyah. Dalam konstelasi tasawuf di Sumatra Barat, beliau adalah representasi paripurna dari tipologi ulama sufi-syari‘ah sebuah jalan hidup yang mengawinkan kedalaman laku batiniyah dengan ketundukan mutlak pada ortodoksi hukum agama.

Ikatan sejarah mencatat sebuah faset menarik ketika gerak pembaruan Muhammadiyah mula-mula dipatrikan di bumi Minangkabau oleh S. Y. Sutan Mangkuto. Pada masa fajar itu, Syekh Muhammad Zain tidak tinggal diam. Beliau, bersama-sama dengan Syekh Muhammad Jamil Jaho dan Angku Tapakis, sempat menceburkan diri dan mengiringi langkah awal organisasi modernis tersebut.

Baca Juga:  Mengenal Musso, Tokoh Radikal di Balik Peristiwa Madiun 1948

Akan tetapi, arah angin seketika berbalik seusai perhelatan Kongres Muhammadiyah di Pekalongan. Kehadiran Syekh Muhammad Zain di forum besar itu menjadi sebuah titik pisah yang menentukan. Di sana, tatapan tajam beliau berhasil membaca secara utuh ke mana arah ideologis dan praksis yang hendak dituju oleh pergerakan tersebut. Sekembalinya dari Jawa, beliau bersama Syekh Jaho mengambil sikap bermukim di garis luar, sebelum akhirnya benar-benar memutuskan hubungan dengan Muhammadiyah. Sikap menjauh ini menjadi cermin betapa kritis dan reflektifnya nalar ulama tradisionalis Minangkabau dalam menimbang serta menyaring arus modernisme yang datang.

Langkah takdir kemudian membawa Syekh Muhammad Zain meninggalkan kampung halamannya di Simabur untuk berhijrah ke Tanah Malaya. Di Negeri Perak, tapak kepemimpinan agama beliau mendapat tempat yang mulia hingga beliau diangkat sebagai Mufti Kerajaan sebuah kedudukan tinggi yang menuntut keluasan fatwa fikih sekaligus kearifan sosial.

Baca Juga:  Tan Malaka: Dialektika Geopolitik Global dan Manifesto Kemerdekaan 100% Indonesia

Setelah sekian lama berkhidmat di negeri semenanjung, kerinduan membawa beliau pulang ke rahim Minangkabau pada tahun 1955. Memenuhi pinta karib dan murid-muridnya, beliau lalu memilih menetap di Pariaman. Dua tahun berselang, persis pada tahun 1957, sang alim berpulang ke hadirat Yang Mahakuasa dalam kekhusyukan suluk dan khalwat. Sebuah garis penutup usia yang teramat indah dan simbolis bagi seorang salik.

Kendati jasadnya telah tiada, buah pikiran Syekh Muhammad Zain abadi dalam lembaran-lembaran kitab karangannya. Kitab Risalah Irsyadul Awam ilal Islam menjelma sebagai pusaka beliau yang paling masyhur, sebuah kitab panduan ibadah praktis bagi masyarakat kebanyakan.

Kitab yang rampung ditulis di Batusangkar pada 25 Rajab 1331 Hijriah ini ditashih langsung oleh ulama besar, Syekh Muhammad Thaib bin Umar Sungayang, dengan memuat tuntunan fikih, keutamaan amal, wirid, hingga risalah pengurusan jenazah. Tak hanya itu, ketajaman pena beliau juga melahirkan kitab Sirajul Mu‘ir ilal Islam, Kasyiful Ghummah yang mengupas polemik seputar tarekat, serta Sirajul Ghulam yang membahas sendi tauhid. Seluruh warisan tertulis ini kian mengukuhkan posisi agung Syekh Muhammad Zain sebagai sang penjaga panji tradisi keagamaan yang tegak di atas fundamen syariat dan tasawuf secara beriringan.

Berita Terkait

Daulat Pemikiran Tan Malaka dan Pemulangan Makam ke Tanah Kelahiran
Bagindo Aziz Chan: Sang Garda Ketahanan Kota Padang
Dunia Seni Rupa Indonesia Berduka: Maestro Pelukis Nasirun Berpulang dalam Usia 60 Tahun
Syekh Abdul Hamid ”Baliau Tanjuang Ipuah” Ulama yang Melahirkan Banyak Ulama Besar
Mengenal Dewi Sartika, Perempuan Melawan yang Disapa Uwi
Rekam Jejak Inyiak De-er dalam Arus Pembaruan Islam di Ranah Minangt
Sepenggal Cerita Mengenang Kepergian Buya Malin Putiah
Mengenal Azyumardi Azra, Cendekiawan Indonesia Peraih Gelar Kebangsawanan dari Ratu Elizabeth II

Berita Terkait

Minggu, 27 September 2026 - 22:33 WIB

Daulat Pemikiran Tan Malaka dan Pemulangan Makam ke Tanah Kelahiran

Selasa, 4 Agustus 2026 - 10:59 WIB

Bagindo Aziz Chan: Sang Garda Ketahanan Kota Padang

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 12:55 WIB

Dunia Seni Rupa Indonesia Berduka: Maestro Pelukis Nasirun Berpulang dalam Usia 60 Tahun

Selasa, 21 Juli 2026 - 20:03 WIB

Syekh Abdul Hamid ”Baliau Tanjuang Ipuah” Ulama yang Melahirkan Banyak Ulama Besar

Sabtu, 18 Juli 2026 - 13:50 WIB

Mengenal Dewi Sartika, Perempuan Melawan yang Disapa Uwi

Berita Terbaru

Advokat Hafis Alfarisi saat menjadi narasumber podcast Kusieh Bendi. (Foto: Dok. Podcast Kusieh Bendir)

Ekonomi

HGU Perusahaan vs Tanah Adat, Advokat Pilih Jalan Damai

Rabu, 28 Okt 2026 - 16:45 WIB

Microsoft Tawarkan Resign Sukarela ke 60.000 Karyawan. (Foto: CNN Indonesia)

Digital

Microsoft Tawarkan Resign Sukarela ke 60.000 Karyawan

Rabu, 28 Okt 2026 - 11:38 WIB

TNI AL Amankan Kapal MV Global 88 Muat Rokok ke Malaysia. (Foto: Dok. ANTARA)

Nasional

TNI AL Amankan Kapal MV Global 88 Muat Rokok ke Malaysia

Rabu, 28 Okt 2026 - 11:35 WIB

Kamera Tersembunyi Ditemukan di Ruang Ganti RSUDZA Aceh. (Foto: CNN Indonesia)

Nasional

Kamera Tersembunyi Ditemukan di Ruang Ganti RSUDZA Aceh

Rabu, 28 Okt 2026 - 11:29 WIB

Letda Kopassus Jadi Tersangka Kelalaian Penggunaan Senpi. (Foto: CNN Indonesia)

Nasional

Letda Kopassus Jadi Tersangka Kelalaian Penggunaan Senpi

Rabu, 28 Okt 2026 - 11:23 WIB