Tragedi 5 Nyawa Tak Bikin Kapok, Pemerintah Lanjutkan Latsarmil Angkatan Baru

- Jurnalis

Senin, 29 Juni 2026 - 12:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi: Peristiwa

Ilustrasi: Peristiwa

ARGUMENRAKYAT.COM, JAKARTA – Tragedi kemanusiaan melanda program Latihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil) untuk calon manajer Koperasi Desa Merah Putih. Sebanyak lima orang peserta yang merupakan sarjana penggerak pembangunan dilaporkan meninggal dunia setelah menjalani rangkaian latihan fisik semi-militer tersebut.

Kendati menuai gelombang kritik tajam dari berbagai organisasi masyarakat sipil, pemerintah bersikukuh bahwa tidak ada kelalaian prosedur dalam penyelenggaraan kegiatan ini.

Kelima korban yang gugur adalah Novia Ramadani Sihotang (25 tahun) asal Sumatra Utara, Muhammad Rifki Renaldi Gunawan asal Jawa Barat, serta tiga orang lainnya yaitu Yonanda Muhammad Taufik, Anisa Muyasaro, dan Nola Diasari. Berdasarkan laporan, para peserta sipil ini dipersiapkan untuk memimpin koperasi di tingkat desa, namun nasib mereka berakhir tragis di tengah pelaksanaan pemusatan latihan bela negara.

Kementerian Pertahanan (Kemhan) selaku salah satu pihak penyelenggara membantah adanya unsur kelalaian terkait jatuhnya korban jiwa. Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Pertahanan, Mayjen Ketut Gede Wetan Pastia, menegaskan bahwa seluruh aspek medis dan standar operasional prosedur (SOP) telah dijalankan secara ketat sesuai regulasi yang berlaku sejak awal pendaftaran peserta.

Baca Juga:  Kemenkeu Siapkan Talangan Utang Kopdes Rp240 T

Mayjen Ketut Gede Wetan Pastia menyatakan bahwa penanganan medis dan penyusunan materi latihan telah disesuaikan dengan kapasitas masyarakat sipil:
“Kelima peserta tersebut memiliki karakter dan kondisi medis yang berbeda-beda. Seluruh peserta telah mendapatkan penanganan medis sesuai prosedur baik di fasilitas kesehatan satuan maupun rumah sakit rujukan. Dan seluruh peserta sebelumnya telah melalui pemeriksaan kesehatan. Penyelenggaraan latihan bela negara dan manajerial ini disusun secara terukur dengan memperhatikan latar belakang peserta sebagai masyarakat sipil,” ucapnya saat jumpa pers di kantor Kemhan, Jakarta Pusat, Sabtu (27/6/2026)..

Senada dengan Kemhan, Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Dudung Abdurrahman turut membela pelaksanaan program tersebut. Dudung mengklaim bahwa porsi latihan militer yang diberikan kepada para calon manajer sipil ini sebenarnya tidak terlalu berat.

Pihaknya menduga faktor kondisi kesehatan bawaan dari masing-masing individu menjadi pemicu utama di balik insiden fatal tersebut, dan menolak anggapan adanya kekerasan fisik berlebih dari instruktur. Dudung Abdurrahman memberikan pembelaan sekaligus menjelaskan langkah investigasi yang sedang berjalan:

Baca Juga:  Kemenhan Potong Durasi Pelatihan SPPI Menyusul Wafatnya Lima Peserta

“Latihan militer untuk tingkatan seperti SPPI dan sebagainya tidak terlalu keras lah ya, tapi mungkin karena mungkin dia sakit dan sebagainya. Tapi ini sedang dievaluasi dan ada investigasi, itu salah satu yang menjadi konsentrasi. Tidak serta-merta untuk manajer saja, kami pun dulu sebelum jadi di lingkungan kabinet merah putih di-retreat dulu di Magelang karena memang itu penting kalau menurut saya,” tuturnya.

Di sisi lain, desakan untuk menghentikan program ini terus mengalir deras. Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia, Usman Hamid, menilai pendekatan militeristik di dalam sektor pengelolaan ekonomi sipil seperti koperasi adalah langkah yang keliru dan tidak relevan.

Menurut Usman, nilai-nilai yang dibutuhkan koperasi adalah efisiensi biaya dan kesejahteraan anggota, bukan rantai komando militer.

Meskipun investigasi internal sedang bergulir untuk mengungkap penyebab pasti kematian para sarjana tersebut, pemerintah menyatakan tetap memutuskan untuk melanjutkan program Latsarmil bagi angkatan berikutnya demi menanamkan kedisiplinan dan jiwa korsa.

Berita Terkait

Bulog Bentuk Satgas Khusus Awasi Penyaluran Beras SPHP
Sidang Ijazah Jokowi, Saksi Ungkap Bukti Digital Dokter Tifa
TNI AL Amankan Kapal MV Global 88 Muat Rokok ke Malaysia
Kamera Tersembunyi Ditemukan di Ruang Ganti RSUDZA Aceh
Letda Kopassus Jadi Tersangka Kelalaian Penggunaan Senpi
Emas Antam Naik Rp20.000, Buyback Ikut Menguat
BNPB: 253 Daerah Rawan Banjir, 202 Rawan Longsor
Mantan Bupati Gowa Ajukan Penangguhan Penahanan

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 14:52 WIB

Bulog Bentuk Satgas Khusus Awasi Penyaluran Beras SPHP

Kamis, 29 Oktober 2026 - 14:19 WIB

Sidang Ijazah Jokowi, Saksi Ungkap Bukti Digital Dokter Tifa

Rabu, 28 Oktober 2026 - 11:29 WIB

Kamera Tersembunyi Ditemukan di Ruang Ganti RSUDZA Aceh

Rabu, 28 Oktober 2026 - 11:23 WIB

Letda Kopassus Jadi Tersangka Kelalaian Penggunaan Senpi

Rabu, 28 Oktober 2026 - 10:34 WIB

Emas Antam Naik Rp20.000, Buyback Ikut Menguat

Berita Terbaru

AI Raven Lacak Alamat Rumah Hanya dari Foto Interior. (Foto: CNN Indonesia)

Digital

AI Raven Lacak Alamat Rumah Hanya dari Foto Interior

Kamis, 29 Okt 2026 - 15:22 WIB

Bulog Bentuk Satgas Khusus Awasi Penyaluran Beras SPHP. (Foto: Dok. ANTARA)

Ekonomi

Bulog Bentuk Satgas Khusus Awasi Penyaluran Beras SPHP

Kamis, 29 Okt 2026 - 14:52 WIB

Sidang Ijazah Jokowi, Saksi Ungkap Bukti Digital Dokter Tifa. (Foto: iNews.id)

Nasional

Sidang Ijazah Jokowi, Saksi Ungkap Bukti Digital Dokter Tifa

Kamis, 29 Okt 2026 - 14:19 WIB

Advokat Hafis Alfarisi saat menjadi narasumber podcast Kusieh Bendi. (Foto: Dok. Podcast Kusieh Bendir)

Ekonomi

HGU Perusahaan vs Tanah Adat, Advokat Pilih Jalan Damai

Rabu, 28 Okt 2026 - 16:45 WIB

Microsoft Tawarkan Resign Sukarela ke 60.000 Karyawan. (Foto: CNN Indonesia)

Digital

Microsoft Tawarkan Resign Sukarela ke 60.000 Karyawan

Rabu, 28 Okt 2026 - 11:38 WIB