ARGUMENRAKYAT.COM, SUMBAR – Aparat Kepolisian Daerah (Polda) Sumatra Barat berhasil membongkar praktik lancung penimbunan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar bersubsidi di wilayah Kecamatan Kubung, Kabupaten Solok. Operasi senyap bermotif perlindungan hak ekonomi masyarakat ini dilakukan lewat inspeksi mendadak oleh jajaran Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) pada Senin, 25 Mei lalu.
Direktur Reskrimsus Polda Sumbar, Kombes Pol. Andry Kurniawan mengonfirmasi temuan komoditas ilegal tersebut di Kota Padang, “Kami mendapati sebuah gudang yang menyimpan BBM jenis solar bersubsidi tidak sesuai peraturan, disinyalir minyak ini untuk aktivitas ilegal,” kata Direktur Reskrimsus Polda Sumbar Andry Kurniawan di Padang, Selasa sebagaimana dilansir dari ANTARA SUMBAR.
Ihwal pembongkaran teka-teki penyelewengan ini berakar dari kejelian petugas saat memantau aktivitas satu unit mobil mencurigakan di sebuah SPBU Solok. Berdasarkan analisis taktis di lapangan, pergerakan armada roda empat tersebut mengarah kuat pada modus pelangsiran komoditas energi secara tidak sah.
Mengonfirmasi dinamika anomali kendaraan tersebut, Andry Kurniawan memaparkan secara kronologis, “Kendaraan ini dicurigai sedang melakukan pengisian BBM jenis solar bersubsidi untuk dilansir ke suatu tempat, kami pun langsung memeriksa pengemudi,” tuturnya.
Melalui pendekatan interogasi komprehensif, pria berinisial F selaku pengemudi akhirnya menyerah. Berdasarkan pengakuan valid secara yuridis dari terperiksa, polisi langsung bergerak taktis menuju episentrum penyimpanan rahasia mereka.
Mengenai fase krusial pengungkapan lokasi tersebut, Andry Kurniawan mengungkapkan, “Saat diinterogasi pelaku akhirnya mengakui perbuatannya dan menyebutkan lokasi gudang, kami langsung mendatangi lokasi yang disebutkan itu bersama pelaku,” jelasnya.
Di gudang Kubung, petugas menyita 23 jerigen berisi 30 liter solar subsidi yang ditengarai untuk menyokong operasional tambang ilegal setempat. Sebagai manifesto preventif, institusi kepolisian berjanji memperketat tata kelola niaga energi nasional. Merumuskan doktrin pengawasan tersebut, Andry Kurniawan menegaskan, “Pengawasan distribusi BBM subsidi akan terus kami perketat sehingga distribusi dan penggunaannya tepat sasaran, dan tidak disalahgunakan oleh oknum tertentu,” kata pria yang menyandang 3 melati di bahunya tersebut.









