ARGUMENRAKYAT.COM, JAKARTA – Pelayanan kesehatan bagi jemaah haji Indonesia terus berbenah, meski ganjalan klasik belum sepenuhnya enyah. Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR RI mengapresiasi keberadaan satelit pelayanan kesehatan di setiap pemondokan jemaah guna menangani kondisi gawat darurat sebelum pasien dirujuk ke Kantor Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) di Aziziyah. Pemerintah pun telah menjalin kemitraan strategis dengan barisan rumah sakit swasta di Arab Saudi.
Namun, cetak biru yang apik ini masih membentur tembok realitas di lapangan. Ketua Timwas Haji DPR RI, Cucun Ahmad Samsurijal, memaparkan analisis problematiknya terkait kendala logistik medis, “Namun, kita masih mengalami kesulitan terkait ketersediaan obat dan distribusi ke setiap sektor, distribusi ke setiap satelit yang ada. Karena di satelit juga kita menggunakan tenaga-tenaga dokter kloter yang melekat dari daerahnya,” ucap politikus PKB tersebut sebagaimana yang dikutip dari CNN Indonesia. Temuan ini otomatis masuk dalam buku catatan evaluasi parlemen. Cucun menegaskan proyeksi kebijakan masa depan guna meminimalisasi repetisi disfungsi tersebut, masih dari CNN Indonesia disebut bahwa, “Ini catatan, kalau sekarang sudah akan pindah nanti di tahun depan itu ke Kepala Pusat Kesehatan Haji di Kementerian Haji, kita ingin pelayanan kesehatan dan ketersediaan obat itu betul-betul maksimal,” kata alumnus Universitas Padjadjaran tersebut.
Di sisi lain, potret layanan kesehatan tahun ini sejatinya menunjukkan grafik eskalasi yang positif. Indikator keberhasilan ini ditopang oleh dedikasi tanpa henti para tenaga medis yang bersiaga penuh selama 24 jam. Selain itu, kesadaran preventif dari para jemaah dalam memantau kondisi fisik turut mereduksi fatalitas gangguan kesehatan. Cucun memberikan konfirmasi empiris mengenai sinergi positif ini, “Itu juga didukung kesadaran jemaah untuk terus memeriksakan dirinya, untuk mengontrol dirinya tentang tensinya, kemudian juga kondisi kesehatan setiap hari di satelit ini yang di pusat pelayanan kesehatan di setiap sektor itu terus berjalan.”









