Marapi Erupsi Dini Hari, Aktivitas Vulkanik Masih Tinggi – Radius Aman Tetap 3 Km dari Kawah Verbeek

- Jurnalis

Selasa, 3 Maret 2026 - 13:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Marapi Erupsi Dini Hari, Aktivitas Vulkanik Masih Tinggi – Radius Aman Tetap 3 Km dari Kawah Verbeek

Marapi Erupsi Dini Hari, Aktivitas Vulkanik Masih Tinggi – Radius Aman Tetap 3 Km dari Kawah Verbeek

ARGUMENRAKYAT.COM, AGAM – Gunung Marapi di Kabupaten Agam dan Tanah Datar, Sumatera Barat, kembali mengalami erupsi pada Selasa (3/3/2026) dini hari. Letusan terjadi sekitar pukul 02.19 WIB dan terekam jelas pada alat seismograf meski kolom abu tidak terpantau secara visual akibat kondisi gelap.

Laporan resmi dari Badan Geologi Kementerian ESDM menyebutkan, erupsi tersebut memiliki amplitudo maksimum 30,2 milimeter dengan durasi sekitar 1 menit 25 detik. Aktivitas ini menunjukkan adanya pelepasan energi dari kawah puncak yang masih aktif.

Petugas Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Marapi mengungkapkan bahwa meskipun kolom abu tidak terlihat dari pos pengamatan, rekaman warga memperlihatkan adanya lontaran material pijar di sekitar kawah. Kilatan merah di puncak gunung tampak jelas di tengah malam, menandakan aktivitas magmatik masih berlangsung.

Erupsi Beruntun Sejak Awal Tahun

Erupsi dini hari ini bukan yang pertama dalam beberapa hari terakhir. Pada Minggu (1/3/2026), Gunung Marapi juga meletus dengan kolom abu mencapai sekitar 1.500 meter di atas puncak. Abu tebal berwarna kelabu saat itu terpantau bergerak ke arah tenggara dan menyebabkan hujan abu tipis di sejumlah wilayah lereng.

Baca Juga:  Berani Bilang TIDAK ke Pimpinan: Eks Birokrat Bukittinggi Bicara Integritas ASN

Sejak Januari 2026, aktivitas vulkanik Marapi tercatat meningkat signifikan. Data dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menunjukkan gunung api tersebut mengalami erupsi hampir setiap pekan, bahkan sempat terjadi beberapa kali letusan dalam satu hari pada Februari lalu.

Hujan abu sebelumnya dilaporkan menutupi atap rumah, kendaraan warga, serta lahan pertanian di sejumlah kawasan Kabupaten Tanah Datar dan sekitarnya.

Status Masih Level II (Waspada)

Hingga saat ini, status aktivitas Gunung Marapi masih berada pada Level II (Waspada). Otoritas vulkanologi belum menaikkan status, namun tetap menegaskan pentingnya kewaspadaan masyarakat.

Baca Juga:  DLH Sumbar Periksa Sungai Batang Siat dan IPAL Dua PKS

PVMBG mengeluarkan sejumlah rekomendasi:

  • Masyarakat, pendaki, dan wisatawan dilarang beraktivitas dalam radius 3 kilometer dari pusat aktivitas di Kawah Verbeek.
  • Warga yang bermukim di sekitar aliran sungai yang berhulu di puncak gunung diminta waspada terhadap potensi lahar, terutama saat hujan deras.
  • Jika terjadi hujan abu, masyarakat diimbau menggunakan masker guna menghindari gangguan pernapasan.

Pemerintah Daerah Diminta Siaga

Pemerintah daerah di Kabupaten Agam, Tanah Datar, Bukittinggi, dan Padang Panjang diminta terus berkoordinasi dengan PVMBG serta Pos Pengamatan Gunung Api untuk memastikan informasi terbaru tersampaikan secara cepat dan akurat.

Masyarakat juga diimbau tetap tenang dan tidak mudah percaya pada informasi yang belum terverifikasi. Seluruh perkembangan aktivitas Gunung Marapi diharapkan hanya merujuk pada sumber resmi pemerintah dan lembaga terkait.

Dengan aktivitas yang masih fluktuatif, kesiapsiagaan warga di sekitar lereng gunung menjadi langkah utama dalam meminimalkan risiko bencana. (**)

Berita Terkait

Mantan Bupati Gowa Ajukan Penangguhan Penahanan
Usai Tiga Hari Hujan, Asap Karhutla Balik ke Palembang
Imigrasi Grebek Vila di Bali, 17 WNA Diduga Jalankan Pinjol
Polisi Ungkap Pembunuhan Sadis Ibu dan Anak di Madiun
Atlet Selam Jepara Tewas Tenggelam di Porprov Jateng
Remaja Surabaya Tewas usai Bangunkan Keluarga saat Kebakaran
Banjir Rendam 4 Desa di Aceh Selatan, Sawah Petani Terendam
Polisi Gerebek Kampung Madani Batam, 18 Orang Ditangkap

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 11:45 WIB

Mantan Bupati Gowa Ajukan Penangguhan Penahanan

Selasa, 27 Oktober 2026 - 11:39 WIB

Usai Tiga Hari Hujan, Asap Karhutla Balik ke Palembang

Selasa, 27 Oktober 2026 - 11:34 WIB

Imigrasi Grebek Vila di Bali, 17 WNA Diduga Jalankan Pinjol

Selasa, 27 Oktober 2026 - 11:28 WIB

Polisi Ungkap Pembunuhan Sadis Ibu dan Anak di Madiun

Senin, 26 Oktober 2026 - 11:41 WIB

Atlet Selam Jepara Tewas Tenggelam di Porprov Jateng

Berita Terbaru

Peneliti Google DeepMind Mundur Tolak AI untuk Militer. (Foto: Wikimedia Commons)

Teknologi

Peneliti Google DeepMind Mundur Tolak AI untuk Militer

Selasa, 27 Okt 2026 - 11:49 WIB

Mantan Bupati Gowa Ajukan Penangguhan Penahanan. (Foto: CNN Indonesia)

Nasional

Mantan Bupati Gowa Ajukan Penangguhan Penahanan

Selasa, 27 Okt 2026 - 11:45 WIB

Usai Tiga Hari Hujan, Asap Karhutla Balik ke Palembang. (Foto: CNN Indonesia)

Nasional

Usai Tiga Hari Hujan, Asap Karhutla Balik ke Palembang

Selasa, 27 Okt 2026 - 11:39 WIB

Imigrasi Grebek Vila di Bali, 17 WNA Diduga Jalankan Pinjol. (Foto: CNN Indonesia)

Nasional

Imigrasi Grebek Vila di Bali, 17 WNA Diduga Jalankan Pinjol

Selasa, 27 Okt 2026 - 11:34 WIB

Polisi Ungkap Pembunuhan Sadis Ibu dan Anak di Madiun. (Foto: CNN Indonesia)

Nasional

Polisi Ungkap Pembunuhan Sadis Ibu dan Anak di Madiun

Selasa, 27 Okt 2026 - 11:28 WIB