Revolusi Birokrasi: INA Digital Siap Jadi ‘SuperApp’ Pemerintahan 2026, Pangkas 27 Ribu Aplikasi

- Jurnalis

Senin, 12 Januari 2026 - 18:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi INA Digital Siap Jadi 'SuperApp' Pemerintahan 2026 : AI

Ilustrasi INA Digital Siap Jadi 'SuperApp' Pemerintahan 2026 : AI

JAKARTA, ArgumenRakyat.com — Pemerintah Indonesia tengah melakukan langkah masif dalam transformasi digital melalui inisiatif INA Digital. Aplikasi super (superapps) ini diproyeksikan menjadi platform tunggal yang mengintegrasikan puluhan ribu layanan publik guna menciptakan birokrasi yang lebih efisien, transparan, dan akuntabel mulai tahun 2026.

ADVERTISEMENT

🎙️ Info Sponsorship
Iklan

SCROLL TO RESUME CONTENT

INA Digital merupakan bagian inti dari Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) yang diamanatkan melalui Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 82 Tahun 2023. Langkah ini bertujuan untuk mengakhiri ego sektoral antar-lembaga yang selama ini memicu munculnya sekitar 27.000 aplikasi layanan publik yang sering kali tumpang tindih dan tidak saling terhubung.

Integrasi Sembilan Layanan Prioritas

Berdasarkan rencana pengembangan GovTech Indonesia, INA Digital akan menyatukan berbagai layanan publik fundamental ke dalam satu akses pintu masuk terpadu. Fokus utama pengembangan mencakup sembilan aplikasi SPBE prioritas yang mencakup sektor pendidikan, kesehatan, izin usaha, perpajakan, hingga layanan bantuan sosial.

Baca Juga:  Whale Crypto Serbu Solana: Amankan Aset atau Bull Run?

Dengan adanya integrasi ini, masyarakat diharapkan tidak perlu lagi membuat banyak akun atau mengunduh ribuan aplikasi yang berbeda untuk setiap instansi pemerintah. Hal ini akan memangkas redundansi sistem secara signifikan dan meningkatkan kualitas layanan secara keseluruhan. Sebagai contoh, layanan ini nantinya akan terintegrasi dengan platform SATUSEHAT, memungkinkan warga mengakses rekam medis hingga skrining kesehatan jiwa mandiri dalam satu ekosistem digital yang sama.

Peruri Sebagai Garda Depan GovTech

Pemerintah telah menugaskan Perusahaan Umum Percetakan Uang Republik Indonesia (Peruri) sebagai badan teknologi pemerintah atau GovTech yang bertanggung jawab mengawal implementasi teknis dan memastikan interoperabilitas data antar-lembaga. Peruri bertugas memastikan bahwa sistem dan data yang ada di berbagai instansi pemerintah dapat saling berkomunikasi secara aman.

Namun, implementasi revolusi digital ini tetap menghadapi sejumlah tantangan, termasuk resistensi terhadap perubahan budaya kerja di lingkungan birokrasi, keterbatasan kompetensi digital aparatur sipil negara (ASN), serta masalah fragmentasi data dan aplikasi yang sudah telanjur menjamur.

Baca Juga:  Konektivitas Tanpa Batas: Satelit Merah Putih-2 Resmi Beroperasi untuk Perkuat Internet di Wilayah 3T

Target Peningkatan Kepuasan Publik

Dengan sistem yang lebih terintegrasi, proses administrasi seperti perizinan yang sebelumnya membutuhkan waktu berminggu-minggu kini diharapkan dapat diselesaikan dengan jauh lebih cepat dan transparan. Pemerintah optimistis bahwa efisiensi ini akan meningkatkan indeks kepuasan masyarakat terhadap pelayanan publik di era digital.

Transformasi ini dipandang sebagai langkah maju yang signifikan dalam mewujudkan visi pemerintahan yang lebih responsif dan akuntabel, sekaligus meningkatkan daya saing Indonesia di kancah global melalui pemanfaatan teknologi yang tepat guna.

Sumber Referensi:

  • Perpres No. 82 Tahun 2023 tentang Percepatan Transformasi Digital

  • Laporan Strategis GovTech Indonesia: Mengupas INA Digital 2026

  • Data Implementasi SPBE Kementerian PANRB

  • Panduan Teknis Integrasi SATUSEHAT Mobile Kemenkes

Berita Terkait

Tokoh Inspirasi AI: Fei-Fei Li, “Godmother of AI” di Balik Revolusi Kecerdasan Buatan Modern
Bukan Cuma Iseng, Ini 3 Profesi Digital Baru yang Paling Diburu Industri Kreatif Tahun Ini
Edukasi Teknologi: Selain SEO, Mulai Kenali GEO agar Konten Anda Tetap Ditemukan Kecerdasan Buatan
Upskilling atau Tergerus? Strategi Bertahan di Era Otomasi
Makin Canggih, Tren Kreator Podcast Gunakan AI Voice Synthesis untuk Efisiensi Produksi
Peringatan Harkitnas ke-118: Dari RT hingga Bank Sampah, Ini Garda Depan Kebangkitan di Kota Padang
Whale Crypto Serbu Solana: Amankan Aset atau Bull Run?
Etika Berkomentar di Medsos yang Sering Terlupakan: Jempolmu Harimaumu

Berita Terkait

Minggu, 24 Mei 2026 - 09:00 WIB

Tokoh Inspirasi AI: Fei-Fei Li, “Godmother of AI” di Balik Revolusi Kecerdasan Buatan Modern

Sabtu, 23 Mei 2026 - 11:00 WIB

Bukan Cuma Iseng, Ini 3 Profesi Digital Baru yang Paling Diburu Industri Kreatif Tahun Ini

Sabtu, 23 Mei 2026 - 09:00 WIB

Edukasi Teknologi: Selain SEO, Mulai Kenali GEO agar Konten Anda Tetap Ditemukan Kecerdasan Buatan

Jumat, 22 Mei 2026 - 16:00 WIB

Upskilling atau Tergerus? Strategi Bertahan di Era Otomasi

Kamis, 21 Mei 2026 - 09:00 WIB

Makin Canggih, Tren Kreator Podcast Gunakan AI Voice Synthesis untuk Efisiensi Produksi

Berita Terbaru

Foto: Vinicius Junior (Instagram @vinijr)

Sport

Vinicius Junior Memilih Setia di Chamartín

Sabtu, 13 Jun 2026 - 14:26 WIB