Prahara Eksekusi Tanah Adat di Nagari Sungai Kamuyang

- Jurnalis

Minggu, 21 Juni 2026 - 19:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Alat Berat menuju lokasi perkara, di Nagari Sungai Kamuyang, Kecamatan Luak Kabupaten Lima Puluh Kota pada Kamis 18 Juni 2026

Foto: Alat Berat menuju lokasi perkara, di Nagari Sungai Kamuyang, Kecamatan Luak Kabupaten Lima Puluh Kota pada Kamis 18 Juni 2026

ARGUMENRAKYAT.COM, SUMBAR– Eksekusi lahan sengketa oleh Pengadilan Negeri (PN) Payakumbuh di Nagari Sungai Kamuyang, Kecamatan Luak, Kabupaten Lima Puluh Kota, Kamis, 18 Juni 2026, berlangsung tegang. Proses pengosongan lahan seluas sekitar 3.773 meter persegi terbagi atas Tumpak 1 (425 M^2), Tumpak 2 (2.400 M^2), Tumpak 3 (900 M^2), dan Tumpak 4 (48 M^2) diwarnai kericuhan.

Rekaman video di media sosial memperlihatkan ketegangan sengit antara aparat kepolisian dan warga setempat. Adapun, pihak termohon, yang didominasi kaum perempuan dan anak-anak, mencoba menghalangi Panitera PN Payakumbuh, Devianty, S.H., M.H., saat membacakan amar putusan Mahkamah Agung (MA). Di atas lahan tersebut berdiri enam unit rumah yang dihuni 13 kepala keluarga, serta 27 kuburan orang tua penghuni.

Perkara perebutan tanah ulayat Suku Pitopang Ikua Tanjuang antara pemohon Suwardi dkk melawan Da Wan dan Nurliza dkk selaku termohon ini telah bergulir sejak 2020 melalui nomor perkara 16/Pdt.G/2020/PN Pyh, banding nomor 38/PDT/2021/PT PDG, hingga kasasi MA nomor 3882 K/Pdt/2022. “Eksekusi tetap bisa dilakukan walaupun ada upaya bantahan melalui banding di Pengadilan Tinggi ataupun upaya Peninjauan Kembali di Mahkamah Agung,” kata Devianty.

Baca Juga:  Dekopin Sumbar dan KNPI Lima Puluh Kota Gelar "Bincang Koperasi", Wadah Pemuda Kawal Gagasan Ekonomi Presiden Prabowo

Niniak Mamak Nagari Sungai Kamuyang, Hendri Donal Dt. Paduko Rajo Nan Bagonjong, menjelaskan kedua pihak sebenarnya merupakan kemenakan kaum Dt. Paduko Sinjato yang telah punah dan putus wali nasabnya sejak 1967.

Menurut dia, pangkal keruwetan ini adalah pergeseran ranah hukum. “Perkara berawal dari pengaduan ke Pengadilan Negeri oleh salah satu kamanakan, disinilah salah kaprah berawal, karena menurut Hukum Adat salingka Nagari Sungai Kamuyang bahwa penyelesaian perkara pusaka tinggi (ulayat) itu pada Limbago Adat (Peradilan Adat) bukan di ranah hukum positif Indonesia,” tegasnya.

Baca Juga:  Seleksi Porwanas Cabor Biliar Digelar di Limapuluh Kota, Ketua PWI Sumbar Apresiasi Dukungan Berbagai Pihak

Hendri menilai kekalahan termohon tak lepas dari ketimpangan kapasitas. “Ditambah lagi pihak termohon ini adalah lemah dalam hal ekonomi dan sumber daya manusia yang mengakibatkan mereka kalah saat berperkara pada pengadilan,” imbuhnya.

Kendati demikian, ia menegaskan perlawanan ini bukan sekadar membela yang kalah. “Untuk itulah kami hadir bukan saja menegakkan keadilan bagi keluarga Anton yang kalah, namun lebih jauh merupakan upaya menyelamatkan Tanah Ulayat yang merupakan identitas Minangkabau, dan saat ini kami tengah melakukan upaya banding ke Mahkamah Agung,” katanya.

Berita Terkait

Polisi Pariaman Ungkap 360 Liter Biosolar Subsidi
Batik Padang Panjang Jadi Pintu Ekonomi Kreatif Warga
Dua Petinju Pariaman Ikut Kejurnas Tinju Piala Menko IPK
Adab Pemuda Diuji di Ruang Publik dan Media Sosial
Semen Padang FC Naik ke Posisi Kelima Klasemen
Ngopi Pagi Pemuda dan Pemimpin Payakumbuh Kian Jauh
Mahasiswi PNP Tewas Ditabrak di Batam, Pengemudi Diamankan
ASN Payakumbuh Tewas Kecelakaan Saat Dinas ke Jambi

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 11:01 WIB

Batik Padang Panjang Jadi Pintu Ekonomi Kreatif Warga

Senin, 26 Oktober 2026 - 11:18 WIB

Dua Petinju Pariaman Ikut Kejurnas Tinju Piala Menko IPK

Minggu, 25 Oktober 2026 - 16:46 WIB

Adab Pemuda Diuji di Ruang Publik dan Media Sosial

Minggu, 25 Oktober 2026 - 11:41 WIB

Semen Padang FC Naik ke Posisi Kelima Klasemen

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 16:47 WIB

Ngopi Pagi Pemuda dan Pemimpin Payakumbuh Kian Jauh

Berita Terbaru

Advokat Hafis Alfarisi saat menjadi narasumber podcast Kusieh Bendi. (Foto: Dok. Podcast Kusieh Bendir)

Ekonomi

HGU Perusahaan vs Tanah Adat, Advokat Pilih Jalan Damai

Rabu, 28 Okt 2026 - 16:45 WIB

Microsoft Tawarkan Resign Sukarela ke 60.000 Karyawan. (Foto: CNN Indonesia)

Digital

Microsoft Tawarkan Resign Sukarela ke 60.000 Karyawan

Rabu, 28 Okt 2026 - 11:38 WIB

TNI AL Amankan Kapal MV Global 88 Muat Rokok ke Malaysia. (Foto: Dok. ANTARA)

Nasional

TNI AL Amankan Kapal MV Global 88 Muat Rokok ke Malaysia

Rabu, 28 Okt 2026 - 11:35 WIB

Kamera Tersembunyi Ditemukan di Ruang Ganti RSUDZA Aceh. (Foto: CNN Indonesia)

Nasional

Kamera Tersembunyi Ditemukan di Ruang Ganti RSUDZA Aceh

Rabu, 28 Okt 2026 - 11:29 WIB

Letda Kopassus Jadi Tersangka Kelalaian Penggunaan Senpi. (Foto: CNN Indonesia)

Nasional

Letda Kopassus Jadi Tersangka Kelalaian Penggunaan Senpi

Rabu, 28 Okt 2026 - 11:23 WIB