ARGUMENRAKYAT.COM, JAKARTA – Agenda hilirisasi dan kemandirian industri otomotif domestik tampaknya kian dikebut oleh Istana. Presiden Prabowo Subianto secara resmi mengumumkan peta jalan (roadmap) pemerintah yang akan segera merilis sepeda motor listrik nasional. Langkah strategis ini diproyeksikan sebagai katalis utama dalam memutus ketergantungan terhadap penetrasi produk otomotif impor sekaligus menstimulasi kedaulatan ekonomi di sektor energi terbarukan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam pidatonya di acara Panen Raya TNI Terintegrasi dalam rangka mendukung program ketahanan pangan nasional yang digelar serentak di 43 titik di seluruh Indonesia, di Lanud Abdulrachman Saleh, Malang, Jawa Timur, Jumat (17/7), Prabowo menegaskan bahwa peluncuran wahana moda transportasi ramah lingkungan tersebut hanya tinggal menghitung hari. “Sebentar lagi kita sudah punya motor nasional saya akan launching berapa minggu ini motor Listrik Nasional saya berharap nanti petani-petani kita minimal naik motor listrik ya,” ujar Presiden Prabowo dengan nada optimistis.
Rencana ekspansi industri nasional ini disebut Prabowo bukan sekadar proyek mercusuar, melainkan bagian dari visi besar (grand design) transformasi Indonesia menjadi negara makmur yang disegani di kancah global. “Siapa tahu ada yang pakai mobil semua nanti kita optimis kita canangkan cita-cita kita setinggi langit Indonesia akan jadi negara makmur,” tuturnya memaparkan target jangka panjang perekonomian nasional.
Prabowo juga menggarisbawahi pentingnya perubahan paradigma bangsa. Menurut mantan Menteri Pertahanan tersebut, keramahan yang selama ini melekat pada bangsa Indonesia kerap disalahartikan oleh pihak asing sebagai sebuah kelemahan. “Kita ramah dibilang lemah ya kita baik dibilang bodoh ya sudahlah. Kita bersahabat mau datang ke Indonesia monggo dan semua orang banyak orang asing senang kalau ke Indonesia kita ini bangsa yang ramah tapi kita sekarang mau jadi bangsa yang bangkit,” tegasnya mendesak kebangkitan industri manufaktur lokal.
Dalam perjalanannya mewujudkan substitusi impor, Prabowo mengakui ada tantangan cost produksi yang tinggi di fase awal. Ia menceritakan pengalamannya saat menjabat sebagai Menhan ketika dihadapkan pada pilihan dilematis antara membeli kendaraan taktis (rantis) asing berharga murah atau produk domestik yang lebih mahal karena baru merintis. “Kalau saya pilih yang murah ini kapan Indonesia punya Jeep sendiri iya kan, ya sudah saya pilih yang mahal agak mahal tapi buatan anak Indonesia sendiri, yaitu Maung yang sekarang dipakai perwira-perwira kita,” ungkapnya merujuk pada keberhasilan proteksionisme terhadap rantis Maung produksi PT Pindad.
Melalui transisi energi lewat peluncuran kendaraan roda dua bertenaga baterai ini, pemerintah berharap produk local content ini dapat terserap secara masif, menyusul kesuksesan implementasi rantis dan alutsista domestik di lingkungan TNI-Polri. Ke depan, proyeksi pengembangan motor listrik nasional ini ditargetkan mampu memperkuat struktur industri manufaktur dan mewujudkan kemandirian energi di tanah air.









