JAKARTA, ArgumenRakyat.com — OpenAI meluncurkan ChatGPT for Teens atau ChatGPT khusus remaja yang diklaim memberikan perlindungan keamanan tambahan bagi penggunanya, menyusul serangkaian tuntutan hukum yang menuduh aktivitas percakapan di ChatGPT berkontribusi pada kekerasan atau kematian di kalangan remaja.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Fitur Perlindungan Baru
Dalam tulisan blognya pada Selasa (18/8), OpenAI menyebut versi ini dilengkapi fitur baru dan sejumlah perlindungan keselamatan remaja. Fitur tersebut mencakup pengingat untuk beristirahat jika pengguna telah aktif 90 menit dalam rentang tiga jam, opsi “Jam Tenang” yang membuat ChatGPT tidak tersedia, dan “Jam Belajar” yang otomatis mengaktifkan mode belajar.
OpenAI juga meningkatkan perlindungan untuk mencegah ChatGPT mengungkapkan pendapat terhadap perasaan pribadi pengguna serta menambahkan pengingat sebelum pengguna mengunggah gambar pribadi atau sensitif. Pengguna yang menyatakan berusia di bawah 18 tahun saat mendaftar akan otomatis ditempatkan dalam mode perlindungan ini.
Kepala bagian remaja dan keluarga OpenAI Lauren Jonas mengatakan ChatGPT untuk remaja didedikasikan untuk mendukung fokus belajar anak dengan fitur pengamanan dan perlindungan tambahan.
Studi Pew Research Center yang diterbitkan pada Desember menunjukkan hampir sepertiga remaja Amerika Serikat menggunakan chatbot AI setiap hari. ChatGPT menjadi yang paling populer, dengan setengah responden melaporkan telah menggunakannya.
OpenAI juga akan memakai AI untuk memperkirakan usia pengguna dan menerapkan mode perlindungan yang sama kepada pengguna yang dicurigai berusia di bawah 18 tahun, terlepas tanggal lahir yang tercantum di profil mereka.









