JAKARTA, ArgumenRakyat.com — YouTube mengumumkan perubahan cara menghitung jumlah penayangan (views) video, di mana mulai 24 Agustus 2026 view akan dihitung segera saat video mulai diputar tanpa syarat durasi tayang minimum, dikutip dari cnnindonesia.com.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Perubahan ini dilakukan agar sistem penghitung view pada video berdurasi panjang setara dengan metode yang diterapkan pada YouTube Shorts. Sejak Maret 2025, YouTube telah menghitung view untuk Shorts sejak detik pertama video diputar, dan kini kebijakan itu diperluas ke seluruh format, termasuk video on demand (VOD) dan live streaming.
Dengan aturan baru ini, konten video berdurasi panjang tidak lagi mensyaratkan penonton menonton minimal 30 detik agar view terhitung. Sebelumnya, penonton yang memutar video di bawah durasi tersebut tidak masuk dalam hitungan view.
Alasan Perubahan
“Mulai 24 Agustus, jumlah penayangan akan dihitung sejak video mulai diputar (tanpa persyaratan durasi tayang minimum) di semua format (VOD, Shorts, dan Live). Kami menstandarkan penghitungan penayangan untuk mencerminkan eksposur sebenarnya para kreator di YouTube, sehingga lebih mudah menunjukkan nilai mereka kepada mitra merek,” demikian pernyataan resmi YouTube yang dibagikan di X, Senin (17/8).
Meski angka penayangan video akan terlihat melesat dibanding sebelumnya, YouTube menyadari metrik lama tetap penting bagi kreator. Karena itu, data metrik lama akan tetap tersedia dengan label ‘Engaged views’ di YouTube Analytics pada opsi Advanced Mode.
Dampak bagi Kreator
YouTube menegaskan perubahan ini tidak memengaruhi kualifikasi monetisasi kanal kreator. Namun, platform ini baru saja memperbarui persyaratan kelayakan YouTube Partner Program dengan menaikkan target jam tayang dan penayangan Shorts, serta mengubah istilah “valid public Shorts views” dan “valid public watch hours” menjadi “qualified Shorts views” dan “qualified watch hours”.
YouTube menjadi platform besar terakhir yang mengubah sistem metriknya dari pengukuran berbasis durasi tonton signifikan menjadi hitungan instan. Platform konten pendek seperti TikTok dan X lebih dulu menghitung view sejak detik pertama video terputar, bahkan saat video berputar otomatis.









