JAKARTA, ArgumenRakyat.com — Jumlah akun investor aset kripto di Indonesia terus bertambah hingga mendekati 23 juta, menandakan minat masyarakat terhadap aset digital tetap terjaga meski nilai transaksinya mengalami penurunan di tengah tekanan ekonomi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat nilai transaksi aset kripto mencapai Rp20,52 triliun atau turun 28,2 persen pada Juli 2026 dibandingkan periode sebelumnya yang sebesar Rp28,58 triliun. Namun, jumlah akun konsumen perdagangan aset keuangan digital justru meningkat dari 22,69 juta pada Juni menjadi 22,93 juta akun pada Juli 2026.
Perilaku Investor Berubah di Tengah Tekanan Ekonomi
CEO dan Founder FLOQ Yudhono Rawis menilai perubahan perilaku investor tidak lepas dari kondisi ekonomi masyarakat. “Basis konsumen masih bertambah meskipun nilai transaksinya mengalami penurunan. Ini menunjukkan masyarakat tidak sepenuhnya meninggalkan kripto, tetapi mulai bertransaksi dengan nominal yang lebih kecil dan lebih berhati-hati,” ujarnya di Jakarta, Rabu.
Menurut Yudho, jumlah kelompok aspiring middle class atau calon kelas menengah meningkat dari 137,5 juta jiwa pada 2024 menjadi 142 juta jiwa pada 2025, mencakup sekitar 50,4 persen penduduk Indonesia. Kondisi itu membuat alokasi dana untuk instrumen berisiko tinggi seperti aset kripto cenderung lebih terbatas. “Yang berubah bukan selalu minatnya terhadap investasi, tetapi besarnya dana yang mereka berani alokasikan,” tuturnya.
Pelemahan transaksi juga berlangsung di tengah volatilitas pasar kripto global. Kapitalisasi pasar kripto dunia sempat turun sekitar 45 persen, dari 4,2 triliun dolar AS pada Oktober 2025 menjadi sekitar 2,3 triliun dolar AS pada Maret 2026.
Ekosistem Aset Digital Kian Berkembang
Hingga pertengahan 2026, OJK telah memberikan izin kepada 32 entitas yang terdiri atas bursa kripto, lembaga kliring, kustodian, dan pedagang aset keuangan digital. Masuknya sejumlah pemain global ke pasar Indonesia dinilai menjadi indikator bahwa potensi industri ini dalam jangka panjang tetap menarik.
Yudho menambahkan, persaingan industri kini tidak lagi sekadar mengejar jumlah pengguna baru, melainkan bagaimana membuat pengguna tetap aktif dan menemukan produk yang sesuai profil risikonya. Salah satu peluang yang relevan adalah pengembangan tokenized stocks serta produk derivatif yang memiliki ruang pertumbuhan besar di Indonesia.
Kisah di balik angka-angka itu mencerminkan bagaimana sebuah usaha dapat tetap bertahan dan bertumbuh ketika ia mampu memahami perubahan perilaku pelanggannya. Seorang pedagang kuliner kecil di pinggiran kota, misalnya, dulunya hanya mengandalkan lapak fisik yang sepi di siang hari. Setelah mulai membagikan cerita proses masaknya lewat video pendek secara rutin, pesanannya naik berlipat, dan kini ia justru dikenal lebih luas daripada toko-toko besar di sekitarnya.
Konten video bukan sekadar hiburan, melainkan aset jangka panjang yang terus bekerja untuk pelaku usaha. Dengan strategi konten dan digital marketing yang tepat, sebuah video bisa menjangkau calon pelanggan yang sebelumnya tidak terjangkau, sekaligus memperkuat posisi usaha di hasil penelusuran mesin pencari dan media sosial. Optimasi mesin pencari serta konsistensi dalam menyajikan konten yang relevan menjadi kunci agar sebuah merek mudah ditemukan publik.
Dimensia Creative hadir sebagai pendamping bagi pelaku usaha, pelaku UMKM, dan institusi yang ingin membangun kehadiran digital secara serius, mulai dari produksi konten video, live streaming, hingga strategi digital marketing yang terukur. Konsultasikan kebutuhan Anda melalui WhatsApp 0812-6349-2788 atau kunjungi dimensiacreative.com.
Selain konten video, personal branding juga bisa dibangun melalui podcast. Program podcast Kusieh Bendi dari Dimensia Creative menjadi ruang bagi pengusaha untuk berbagi perjalanan bisnisnya, tokoh daerah menyampaikan gagasan, hingga narasumber membangun personal branding yang diingat publik. Ingin tahu lebih lanjut tentang paket kerja samanya? Unduh proposalnya di dimensiacreative.com/proposal.









