China Ajak RI Dukung WAICO, Organisasi Kerja Sama AI Global

- Jurnalis

Minggu, 23 Agustus 2026 - 10:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

China Ajak RI Dukung WAICO, Organisasi Kerja Sama AI Global. (Foto: CNN Indonesia)

China Ajak RI Dukung WAICO, Organisasi Kerja Sama AI Global. (Foto: CNN Indonesia)

JAKARTA, ArgumenRakyat.com — Pemerintah China mendesak Indonesia memberikan dukungan kuat terhadap Organisasi Kerja Sama Kecerdasan Buatan Dunia (WAICO) yang baru dibentuk, di tengah persaingan pengaruh dengan Amerika Serikat atas tata kelola global kecerdasan buatan.

ADVERTISEMENT

🎙️ Info Sponsorship
Iklan

SCROLL TO RESUME CONTENT

Imbauan Langsung Menlu China

Imbauan tersebut disampaikan Menteri Luar Negeri China Wang Yi dalam pertemuan bilateral dengan Menteri Luar Negeri Indonesia Sugiono di Jakarta. Wang Yi menyatakan kedua negara perlu memperluas kerja sama ke sektor berkembang seperti kecerdasan buatan (AI) serta bersama-sama menyukseskan WAICO.

Baca Juga:  New Orleans Gunakan AI untuk Jawab Panggilan Darurat 911

Pernyataan itu mencuat saat Wang Yi bersama Menteri Pertahanan China Laksamana Dong Jun berada di Indonesia untuk menghadiri rangkaian dialog diplomatik dan keamanan tingkat tinggi. Wang Yi dan Sugiono menggelar Pertemuan Dialog Strategis Komprehensif China-Indonesia yang pertama pada Jumat (21/8), disusul Pertemuan Dialog Menteri Luar Negeri dan Menteri Pertahanan (Format 2+2) yang kedua.

Posisi Non-Blok Indonesia

Indonesia merupakan satu dari 29 negara yang bulan lalu menandatangani kesepakatan di Shanghai untuk mendirikan WAICO, organisasi antarpemerintah yang bertujuan mendorong kerja sama internasional serta merumuskan tata kelola AI global. Meski demikian, Indonesia tetap konsisten memegang prinsip politik luar negeri bebas dan aktif tanpa harus memihak.

Baca Juga:  Mahasiswa UGM Kembangkan Pembayaran Digital Pakai Sidik Jari

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China Lin Jian menegaskan setiap negara berhak penuh memilih mitra kerja sama dan model AI mereka sendiri secara mandiri, sesuai kondisi nasional dan kebutuhan pembangunan masing-masing.

“China dengan tegas menolak segala bentuk pemaksaan terhadap suatu negara untuk memihak, ataupun upaya menciptakan konfrontasi antarkelompok di bidang teknologi AI,” ujar Lin Jian.

Berita Terkait

Video Commerce Dinilai Jadi Peluang UMKM Perkenalkan Produk
Australia Usulkan Aturan Matikan Algoritma Medsos
Samsung SDS Perluas Kemitraan AI dengan OpenAI dan Anthropic
Galaxy S26 FE Resmi di Indonesia, Harga Mulai Rp11,9 Juta
Haier Jadi Mitra Global UEFA Champions League 2027-2031
Hisense Pamer TV RGB MiniLED 116UXS di IFA 2026 Berlin
Platform AI Bantu Pelaku Usaha Layani Pelanggan via WhatsApp
ChatGPT, Claude, dan Grok Down Serentak, Ini Teorinya

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 10:31 WIB

Video Commerce Dinilai Jadi Peluang UMKM Perkenalkan Produk

Rabu, 9 September 2026 - 10:20 WIB

Australia Usulkan Aturan Matikan Algoritma Medsos

Selasa, 8 September 2026 - 10:16 WIB

Galaxy S26 FE Resmi di Indonesia, Harga Mulai Rp11,9 Juta

Senin, 7 September 2026 - 12:37 WIB

Haier Jadi Mitra Global UEFA Champions League 2027-2031

Senin, 7 September 2026 - 12:27 WIB

Hisense Pamer TV RGB MiniLED 116UXS di IFA 2026 Berlin

Berita Terbaru

7 Ciri Anak Cerdas yang Jarang Disadari Orang Tua. (Foto: CNN Indonesia)

Gaya Hidup

7 Ciri Anak Cerdas yang Jarang Disadari Orang Tua

Rabu, 9 Sep 2026 - 10:25 WIB

Australia Usulkan Aturan Matikan Algoritma Medsos. (Foto: CNN Indonesia)

Digital

Australia Usulkan Aturan Matikan Algoritma Medsos

Rabu, 9 Sep 2026 - 10:20 WIB

Utilisasi Industri Kopi Ditargetkan 86,6 Persen pada 2029. (Foto: Tribunnews)

Ekonomi

Utilisasi Industri Kopi Ditargetkan 86,6 Persen pada 2029

Rabu, 9 Sep 2026 - 10:15 WIB

Putin-Trump Telepon Bahas Upaya Akhiri Perang Ukraina. (Foto: Tribunnews)

Nasional

Putin-Trump Telepon Bahas Upaya Akhiri Perang Ukraina

Rabu, 9 Sep 2026 - 10:08 WIB