Jakarta, ArgumenRakyat.com — Kementerian Ekonomi Kreatif berkolaborasi dengan Asosiasi E-Commerce Indonesia memperkuat momentum Hari Belanja Online Nasional 2026 untuk memperluas pemasaran produk ekonomi kreatif lokal lewat platform digital.
Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menyebut Harbolnas sebagai kesempatan bagi pelaku ekonomi kreatif menjangkau konsumen lebih luas. “Bagi pelaku ekonomi kreatif, Harbolnas dapat menjadi momentum untuk memperkenalkan produk kepada konsumen yang lebih luas sekaligus meningkatkan penjualan melalui kanal digital,” kata Riefky dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Jumat.
Transaksi produk lokal Rp16,6 triliun
Sejumlah peluang kolaborasi dibahas bersama idEA, mulai dari penguatan Harbolnas, pembahasan regulasi dan kebijakan, fasilitasi komunikasi dengan berbagai asosiasi, hingga kurasi bersama kekayaan intelektual dari 21 subsektor ekonomi kreatif. Potensi pasarnya tercermin dari capaian Harbolnas 2025, ketika nilai transaksi sepekan mencapai Rp36,4 triliun dan transaksi produk lokal Rp16,6 triliun atau sekitar 45,6 persen.
ADVERTISEMENT
Iklan Info Sponsorship →Ketua Umum idEA Budi Primawan menilai promosi produk kreatif perlu memperhatikan karakter tiap pelaku usaha. “Kami melihat peluang untuk berkolaborasi dalam promosi dengan mengidentifikasi pelaku usaha ekonomi kreatif yang potensial untuk difasilitasi,” ujar Budi.
Berlangsung sejak 2012
Harbolnas pertama kali digelar pada 12 Desember 2012 dengan melibatkan enam perusahaan e-commerce yang tergabung dalam idEA. Seiring perkembangannya, kegiatan itu melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk kementerian, untuk memperluas partisipasi pelaku usaha dan mendorong transaksi belanja daring.
Bayangkan seorang penjual kain perca di kota kecil yang biasanya hanya ramai saat pasar mingguan. Begitu ia mulai merekam proses memotong dan menjahit, lalu mengunggahnya secara rutin, pesanan mulai datang dari luar kota. Yang berubah bukan kainnya, melainkan cara orang mengenal siapa pembuatnya dan bagaimana barang itu lahir.
Cerita seperti itu makin kuat ketika pemilik usaha punya panggung untuk bicara panjang. Lewat Podcast Kusieh Bendi, pengusaha dan tokoh daerah dapat memaparkan perjalanan usaha serta gagasannya, sehingga personal branding tumbuh dari cerita yang diingat publik, bukan dari iklan sesaat. Informasi kolaborasinya tersedia di dimensiacreative.com/proposal.
Agar etalase usaha bekerja sepanjang hari, konten video yang konsisten dan strategi digital marketing yang rapi membantu produk ditemukan lewat pencarian dan optimasi mesin pencari. Dimensia Creative mendampingi pelaku usaha dari perencanaan konten, produksi video, hingga live streaming. Mulai percakapan lewat WhatsApp 0812-6349-2788 atau kunjungi dimensiacreative.com.









