DPR Soroti Sengkarut Logistik Obat Jemaah Haji

- Jurnalis

Sabtu, 23 Mei 2026 - 09:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Pin. sahrul ddv

Foto: Pin. sahrul ddv

ARGUMENRAKYAT.COM, JAKARTA – Pelayanan kesehatan bagi jemaah haji Indonesia terus berbenah, meski ganjalan klasik belum sepenuhnya enyah. Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR RI mengapresiasi keberadaan satelit pelayanan kesehatan di setiap pemondokan jemaah guna menangani kondisi gawat darurat sebelum pasien dirujuk ke Kantor Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) di Aziziyah. Pemerintah pun telah menjalin kemitraan strategis dengan barisan rumah sakit swasta di Arab Saudi.

Namun, cetak biru yang apik ini masih membentur tembok realitas di lapangan. Ketua Timwas Haji DPR RI, Cucun Ahmad Samsurijal, memaparkan analisis problematiknya terkait kendala logistik medis, “Namun, kita masih mengalami kesulitan terkait ketersediaan obat dan distribusi ke setiap sektor, distribusi ke setiap satelit yang ada. Karena di satelit juga kita menggunakan tenaga-tenaga dokter kloter yang melekat dari daerahnya,” ucap politikus PKB tersebut sebagaimana yang dikutip dari CNN Indonesia. Temuan ini otomatis masuk dalam buku catatan evaluasi parlemen. Cucun menegaskan proyeksi kebijakan masa depan guna meminimalisasi repetisi disfungsi tersebut, masih dari CNN Indonesia disebut bahwa, “Ini catatan, kalau sekarang sudah akan pindah nanti di tahun depan itu ke Kepala Pusat Kesehatan Haji di Kementerian Haji, kita ingin pelayanan kesehatan dan ketersediaan obat itu betul-betul maksimal,” kata alumnus Universitas Padjadjaran tersebut.

Baca Juga:  Duka dari Tanah Suci: Empat Jemaah Haji Sumbar Berpulang

Di sisi lain, potret layanan kesehatan tahun ini sejatinya menunjukkan grafik eskalasi yang positif. Indikator keberhasilan ini ditopang oleh dedikasi tanpa henti para tenaga medis yang bersiaga penuh selama 24 jam. Selain itu, kesadaran preventif dari para jemaah dalam memantau kondisi fisik turut mereduksi fatalitas gangguan kesehatan. Cucun memberikan konfirmasi empiris mengenai sinergi positif ini, “Itu juga didukung kesadaran jemaah untuk terus memeriksakan dirinya, untuk mengontrol dirinya tentang tensinya, kemudian juga kondisi kesehatan setiap hari di satelit ini yang di pusat pelayanan kesehatan di setiap sektor itu terus berjalan.”

Berita Terkait

Syekh Ibrahim Kumpulan, Tokoh Naqsyabandiyah dari Pasaman
Rupiah Merosot dan Buruh yang Terjepit Badai PHK
Syekh Adimin Arradji Taram: Poros Spiritual dan Lentera Klasikal dari Tepian Luhak nan Bungsu
Syekh Ibrahim Musa Parabek: Sang Arsitek Moderasi dan Pembaru Pendidikan Minangkabau
PLN Klaim Bahwa Listrik Padam yang Masih Terjadi di Beberapa Daerah di Sumbar Karena Pohon Tumbang
Buya Syamsu Anwar Mangkuto Malin Berpulang, Pergi Seorang Ulama Karismatik Asal Taeh Baruah
Duka dari Tanah Suci: Empat Jemaah Haji Sumbar Berpulang
Wamensesneg Jelaskan Sumber Dana Sapi Kurban Presiden

Berita Terkait

Minggu, 31 Mei 2026 - 14:10 WIB

Syekh Ibrahim Kumpulan, Tokoh Naqsyabandiyah dari Pasaman

Sabtu, 30 Mei 2026 - 11:24 WIB

Rupiah Merosot dan Buruh yang Terjepit Badai PHK

Jumat, 29 Mei 2026 - 16:14 WIB

Syekh Adimin Arradji Taram: Poros Spiritual dan Lentera Klasikal dari Tepian Luhak nan Bungsu

Kamis, 28 Mei 2026 - 13:30 WIB

Syekh Ibrahim Musa Parabek: Sang Arsitek Moderasi dan Pembaru Pendidikan Minangkabau

Kamis, 28 Mei 2026 - 11:44 WIB

PLN Klaim Bahwa Listrik Padam yang Masih Terjadi di Beberapa Daerah di Sumbar Karena Pohon Tumbang

Berita Terbaru