BI Dorong Digitalisasi Pembayaran UMKM Perluas Pembiayaan

- Jurnalis

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 10:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BI Dorong Digitalisasi Pembayaran UMKM Perluas Pembiayaan. (Foto: Dok. ANTARA)

BI Dorong Digitalisasi Pembayaran UMKM Perluas Pembiayaan. (Foto: Dok. ANTARA)

JAKARTA, ArgumenRakyat.com — Bank Indonesia (BI) mendorong pelaku UMKM mengadopsi digitalisasi pembayaran agar aktivitas usaha lebih tercatat dan terukur, sehingga meningkatkan kelayakan memperoleh pembiayaan.

Jawab Persoalan Akses Pembiayaan

Deputi Gubernur Bank Indonesia Aida S. Budiman, dalam acara Karya Kreatif Indonesia di Jakarta, Jumat (21/8), menyebut digitalisasi pembayaran menjadi salah satu upaya menjawab persoalan akses pembiayaan yang masih dihadapi UMKM. Salah satu kendalanya adalah pencatatan keuangan yang belum memadai.

Sementara itu, perbankan dan lembaga keuangan menghadapi persoalan asimetri informasi dalam menilai kelayakan calon penerima pembiayaan. Untuk itu, BI mendorong penggunaan sistem pembayaran digital agar transaksi UMKM tercatat dan menghasilkan data pendukung penilaian kelayakan.

Baca Juga:  Mengapa Kasus Scamming WNI di Myanmar Terus Berulang? Ini Titik Buta Perlindungannya

"Ini semua akan membawa ke dalam ekosistem UMKM, sehingga UMKM tercatat, terlihat, terukur. Bila dilakukan ini semua, maka UMKM itu akan layak untuk pembiayaan," kata Aida.

MDR QRIS Nol Persen Mulai Oktober

Dari sisi UMKM, BI mendorong digitalisasi pembayaran melalui QRIS dan berbagai fasilitas penyelesaian transaksi lainnya. BI juga meluncurkan kebijakan merchant discount rate (MDR) QRIS sebesar 0 persen untuk transaksi hingga Rp100.000 yang dijadwalkan berlaku mulai Oktober 2026.

Baca Juga:  Video Commerce Jadi Peluang UMKM Jangkau Konsumen Lebih Luas

Aida mengatakan pertumbuhan kredit UMKM masih tertinggal. BI mencatat kredit UMKM pada Juli 2026 hanya tumbuh 1,62 persen secara tahunan, sedangkan total kredit perbankan tumbuh 13,58 persen. Adapun rasio kredit bermasalah (NPL) UMKM berada di kisaran 4,5 hingga 5,6 persen, lebih tinggi dibanding NPL perbankan nasional 2,09 persen.

Berita Terkait

TNI AL Amankan Kapal MV Global 88 Muat Rokok ke Malaysia
Kamera Tersembunyi Ditemukan di Ruang Ganti RSUDZA Aceh
Letda Kopassus Jadi Tersangka Kelalaian Penggunaan Senpi
Menperin Yakin UMKM Ramah Lingkungan Tembus Pasar Global
Emas Antam Naik Rp20.000, Buyback Ikut Menguat
BNPB: 253 Daerah Rawan Banjir, 202 Rawan Longsor
Mantan Bupati Gowa Ajukan Penangguhan Penahanan
Usai Tiga Hari Hujan, Asap Karhutla Balik ke Palembang

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 11:35 WIB

TNI AL Amankan Kapal MV Global 88 Muat Rokok ke Malaysia

Rabu, 28 Oktober 2026 - 11:29 WIB

Kamera Tersembunyi Ditemukan di Ruang Ganti RSUDZA Aceh

Rabu, 28 Oktober 2026 - 11:23 WIB

Letda Kopassus Jadi Tersangka Kelalaian Penggunaan Senpi

Rabu, 28 Oktober 2026 - 11:07 WIB

Menperin Yakin UMKM Ramah Lingkungan Tembus Pasar Global

Rabu, 28 Oktober 2026 - 10:34 WIB

Emas Antam Naik Rp20.000, Buyback Ikut Menguat

Berita Terbaru

Microsoft Tawarkan Resign Sukarela ke 60.000 Karyawan. (Foto: CNN Indonesia)

Digital

Microsoft Tawarkan Resign Sukarela ke 60.000 Karyawan

Rabu, 28 Okt 2026 - 11:38 WIB

TNI AL Amankan Kapal MV Global 88 Muat Rokok ke Malaysia. (Foto: Dok. ANTARA)

Nasional

TNI AL Amankan Kapal MV Global 88 Muat Rokok ke Malaysia

Rabu, 28 Okt 2026 - 11:35 WIB

Kamera Tersembunyi Ditemukan di Ruang Ganti RSUDZA Aceh. (Foto: CNN Indonesia)

Nasional

Kamera Tersembunyi Ditemukan di Ruang Ganti RSUDZA Aceh

Rabu, 28 Okt 2026 - 11:29 WIB

Letda Kopassus Jadi Tersangka Kelalaian Penggunaan Senpi. (Foto: CNN Indonesia)

Nasional

Letda Kopassus Jadi Tersangka Kelalaian Penggunaan Senpi

Rabu, 28 Okt 2026 - 11:23 WIB

Polisi Pariaman Ungkap 360 Liter Biosolar Subsidi. (Foto: Dok. Humas Polres Pariaman)

Daerah

Polisi Pariaman Ungkap 360 Liter Biosolar Subsidi

Rabu, 28 Okt 2026 - 11:18 WIB