JAKARTA, ArgumenRakyat.com — Pola makan harian warga Jepang disebut menjadi salah satu kunci panjang umur, mulai dari ubi ungu, sup miso, lobak daikon, rumput laut, hingga ikan berlemak.
Dietisien dan ahli gizi Asako Miyashita, yang lahir dan tumbuh di Tokyo, menceritakan sejak kecil ia diajarkan bahwa makanan adalah obat. Keyakinan itu sejalan dengan data populasi Jepang yang dikenal memiliki banyak penduduk berusia sangat panjang.
Ubi, Miso, dan Lobak
Ubi berasal dari Okinawa, pulau dengan konsentrasi penduduk berusia seratus tahun ke atas paling banyak di dunia. Ubi berwarna ungu ini tinggi karbohidrat sehat dan antosianin, sejenis antioksidan pada sayuran berwarna merah dan ungu yang berkhasiat melawan penuaan.
ADVERTISEMENT
Iklan Info Sponsorship →Miso menjadi elemen masakan Jepang yang populer. Pasta dari kedelai dan biji-bijian yang difermentasi ini mengandung probiotik yang membantu menyeimbangkan kesehatan usus dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Studi menemukan konsumsi produk kedelai fermentasi seperti miso, tahu, dan tempe berkaitan dengan risiko kematian dini 10 persen lebih rendah.
Rumput Laut dan Ikan
Lobak daikon dikenal membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Satu buah lobak mampu memenuhi 124 persen kebutuhan vitamin C harian, sehingga konsumennya tidak mudah sakit dan menjadikannya salah satu makanan panjang umur orang Jepang.
Rumput laut hadir nyaris di semua masakan Jepang dan mengandung mineral penting seperti zat besi, kalsium, folat, serta magnesium. Konsumsi rutinnya membantu menambah asupan serat yang dikaitkan dengan penurunan risiko penyakit jantung, stroke, hipertensi, dan diabetes tipe dua. Miyashita juga selalu menyertakan protein, terutama ikan berlemak, karena kandungan omega 3 membantu menurunkan tekanan darah dan meredakan peradangan.









