BIREUEN, ArgumenRakyat.com — Pemulihan Bendung Peusangan di kawasan Teupin Mane, Kabupaten Bireuen, Aceh, mencapai hampir 70 persen dan jaringan irigasi primer yang melayani sekitar 6.000 hektare lahan pertanian mulai terisi air.
Aliran Sungai Kembali Terarah
Ketua Tim Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Wilayah Aceh, Imran, mengatakan kondisi bendung menunjukkan perubahan dibandingkan saat pekerjaan dimulai. Aliran sungai yang sebelumnya menyebar kini mulai terarah kembali menuju bendung. “Perkembangannya cukup signifikan. Kalau kita lihat dari pekerjaan yang pertama, sekarang sudah bisa kita lihat air sudah terfokus ke bendungan. Kemudian juga untuk irigasi primer, jaringan irigasi primer juga sudah terisi,” ujar Imran saat meninjau lokasi, Minggu (25/10).
Pekerjaan konstruksi dilakukan dengan membangun struktur penahan dan pengarah aliran air. Material yang digunakan antara lain batu berukuran besar atau batu gajah, baja untuk pemancangan, serta kantong berisi pasir sebagai penguat struktur. Penanganan dilakukan di area sepanjang sekitar 150 meter, dari tepi struktur yang sudah ada hingga kawasan yang berbatasan dengan bendung.
ADVERTISEMENT
Iklan Info Sponsorship →Target Rampung Desember
Pengawas PT Adhi Karya, Teguh Edi Irianto, menyebut jaringan irigasi yang terhubung dengan Bendung Peusangan melayani sekitar 6.000 hektare lahan pertanian. “Kurang lebih 6.000 hektare,” kata Teguh. Struktur yang dibangun berfungsi menahan dan mengarahkan aliran Sungai Peusangan agar kembali menuju bendung serta pintu-pintu air yang memasok jaringan irigasi warga.
Meski progres mendekati 70 persen, perubahan debit Sungai Peusangan masih menjadi kendala. Debit air dapat meningkat akibat hujan di wilayah hulu, meski kondisi cuaca di sekitar lokasi bendung tidak menunjukkan hujan dengan intensitas yang sama. Pekerjaan pemulihan ditargetkan rampung pada Desember 2026.
Bendung Peusangan berperan penting mengatur aliran air untuk jaringan irigasi yang menopang pertanian warga. Dengan jaringan primer yang kembali terisi, petani di kawasan Bireuen berharap pasokan air untuk musim tanam berikutnya bisa kembali normal setelah terganggu kerusakan bendung.









