JAKARTA, ArgumenRakyat.com — Kantong di belakang kursi pesawat sering dipakai menaruh barang kecil selama penerbangan, padahal sejumlah barang sebaiknya tidak disimpan di sana karena berisiko tertinggal, rusak, atau terpapar kuman.
Laci Serbaguna di Udara
Pendiri sekaligus CEO agen perjalanan FlyOver Travel, Kristin Freeman, menyebut kantong kursi pesawat sebagai laci serbaguna di langit. Menurut dia, persoalannya bukan sekadar kerapian. “Namun, ini bukan sekadar masalah kerapian. Ada persoalan nyata di baliknya. Jika ada barang yang mencuat melewati bagian atas kantong, pramugari akan-atau seharusnya-meminta Anda memindahkannya sebelum pesawat lepas landas,” kata Freeman.
Paspor, ponsel, dompet, kunci rumah, dan obat-obatan sebaiknya disimpan di dalam tas yang aman dan tetap dalam jangkauan. Barang-barang itu bisa tertinggal di pesawat atau sulit diambil kembali setelah penumpang turun. Freeman mengaku kerap melihat penumpang berlari kembali ke arah pesawat karena meninggalkan barang, terutama setelah penerbangan malam.
ADVERTISEMENT
Iklan Info Sponsorship →Earbud dan kacamata hitam juga berisiko terselip di balik buku petunjuk keselamatan atau masuk terlalu dalam ke kantong. Hal serupa berlaku bagi laptop dan tablet yang berisiko tidak tertampung dengan baik karena kantong hanya dirancang menahan beban beberapa kilogram.
Risiko Panas Berlebih dan Kuman
Perencana perjalanan sekaligus kepala operasional Optimise Travel, Andreas Serra, mengingatkan bahaya perangkat elektronik yang tersimpan di ruang minim ventilasi. “Jika perangkat mengalami panas berlebih, mengembang, mengeluarkan asap, atau terbakar, saya akan berhenti menggunakannya dan segera memberi tahu awak kabin,” kata Serra.
Ia juga tidak menyarankan menyimpan apa pun yang mungkin dibutuhkan dalam dua jam setelah mendarat di kantong kursi. “Saya tidak pernah meletakkan barang apa pun yang mungkin saya perlukan dalam waktu dua jam setelah mendarat di kantong kursi,” ujarnya.
Soal kebersihan, Freeman menyebut beberapa penelitian menempatkan kantong kursi sebagai salah satu permukaan yang lebih kotor dibandingkan meja lipat pesawat, bahkan disebut lebih kotor dari gagang toilet. Karena itu, barang yang bersentuhan dengan wajah atau mulut seperti pelembap, kacamata, masker, dan makanan sebaiknya tidak ditaruh di sana, begitu pula sampah bekas makanan dan minuman.









