Jakarta, ArgumenRakyat.com — Suplemen magnesium mulai dilirik banyak orang untuk membantu tidur, tetapi ada sejumlah hal yang perlu dipertimbangkan sebelum mengonsumsinya, mulai dari jenis, dosis, hingga waktu minum.
Magnesium merupakan mineral penting yang berperan memperbaiki kadar gula darah, mencegah migrain, menurunkan tekanan darah, serta mengurangi gejala depresi dan kecemasan. Kebutuhan magnesium orang dewasa berkisar 310-420 mg per hari.
Tanda Kekurangan Magnesium
“Kadar magnesium yang rendah dapat berkontribusi terhadap hipertensi, penyakit kardiovaskular, diabetes tipe 2, osteoporosis, dan migrain,” kata dietisien Stephanie Schiff.
ADVERTISEMENT
Iklan Info Sponsorship →Tanda kekurangan magnesium antara lain konstipasi, mudah sakit kepala, sering stres, tubuh gemetar, irama jantung tidak teratur, dan sulit tidur. Kebutuhan itu sebenarnya bisa dipenuhi dari sayuran hijau, biji-bijian utuh, kacang-kacangan, dan polong-polongan.
Jenis dan Cara Minum
Magnesium sitrat dan magnesium klorida lebih mudah diserap tubuh dibanding magnesium oksida. Magnesium aspartat dan laktat juga tergolong mudah diserap.
Konsumsi berlebihan bisa memicu diare. Ahli menyarankan suplemen diminum bersama makanan, bukan saat perut kosong, dan waktu terbaik adalah malam hari karena membantu relaksasi otot.
Magnesium sebaiknya tidak diminum bersamaan dengan kalsium, zinc, atau multivitamin karena dapat mengganggu penyerapan. Penderita masalah ginjal atau jantung perlu berhati-hati dan berkonsultasi dengan dokter.









