Tapaktuan, ArgumenRakyat.com — Empat desa di dua kecamatan Kabupaten Aceh Selatan terendam banjir menyusul hujan lebat yang membuat sejumlah sungai meluap, sementara petani di Aceh Tamiang kesulitan memanen padi.
“Ada empat gampong yang tersebar di dua kecamatan di Kabupaten Aceh Selatan terendam banjir. Ketinggian banjir hingga sepaha orang dewasa,” kata Kepala Pelaksanaan BPBD Kabupaten Aceh Selatan Mudatsir.
Empat gampong itu adalah Gunong Pulo dan Krueng Batee di Kecamatan Kluet Utara, serta Mersak dan Malaka di Kecamatan Kluet Tengah. Banjir juga menggenangi jalan nasional Tapaktuan-Subulussalam, meski arus kendaraan tetap lancar.
ADVERTISEMENT
Iklan Info Sponsorship →Longsor dan Sawah Terendam
Selain banjir, longsor terjadi di dua lokasi pada jalur Gunung Manggamat menuju Kotafajar, Kecamatan Kluet Selatan. Tim BPBD mengerahkan dua unit armada pemadam kebakaran untuk membersihkan material lumpur dari longsor tersebut.
Di Kecamatan Bendahara, Kabupaten Aceh Tamiang, petani terpaksa memanen padi secara manual menggunakan sabit di tengah genangan akibat jebolnya tanggul sungai di Desa Marlempang.
Panen Baru Dimulai Hari Kesembilan
Petani Desa Teluk Halban, Sugiono, menyebut sawah terendam lebih dari sepekan sehingga panen baru bisa dimulai bertahap pada hari kesembilan. “Sudah lebih dari sepekan sawah terendam. Awalnya ketinggian air sekitar satu meter lebih sehingga kami belum bisa memanen padi,” katanya.
Tanaman yang terlalu lama terendam membuat batang padi membusuk dan bulirnya berguguran. Petani memakai perahu karet untuk memotong padi karena mesin combine tidak dapat beroperasi, sementara biaya panen yang sebelumnya Rp150 ribu per rantai berganti sistem bagi hasil 50 persen.
Datok Penghulu Desa Teluk Halban Abdullah Boyak menyebut genangan mulai surut, namun sekitar 70 persen dari 62 hektare sawah produktif terdampak. Pelaksana tugas Kepala Dinas Pertanian setempat, Irwan Hadi, menyatakan data luas terdampak masih menunggu laporan.









