Bill Gates Peringatkan Gejolak AI selama 20 Tahun ke Depan

- Jurnalis

Senin, 26 Oktober 2026 - 10:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bill Gates Peringatkan Gejolak AI selama 20 Tahun ke Depan. (Foto: Reuters/Ajeng Dinar Ulfiana)

Bill Gates Peringatkan Gejolak AI selama 20 Tahun ke Depan. (Foto: Reuters/Ajeng Dinar Ulfiana)

Jakarta, ArgumenRakyat.com — Pendiri Microsoft Bill Gates memperingatkan bahwa masa transisi menuju ekonomi berbasis kecerdasan buatan berpotensi memicu gejolak ekonomi dan sosial selama dua dekade.

Dalam wawancara di podcast Decoder yang dirilis Kamis, Gates menilai perkembangan AI akan menciptakan kelompok yang diuntungkan dan dirugikan. Perubahan itu berpotensi mengubah struktur ketenagakerjaan sekaligus memunculkan pertanyaan soal peran manusia ketika semakin banyak pekerjaan bisa dilakukan mesin.

“Kekhawatiran terbesar saya adalah masa transisi 20 tahun ini, ketika akan ada pihak yang diuntungkan dan dirugikan serta banyak gejolak,” kata Gates.

Baca Juga:  AI Hapus Jurusan Kuliah di Kampus China

Bukan Prediksi Pasti

Gates menegaskan perkiraan 20 tahun tersebut bukan prediksi pasti. Masa transisi bisa lebih singkat atau lebih panjang, bergantung pada perkembangan teknologi dan keputusan manusia dalam mengatur laju pengembangannya.

Ia menilai kemajuan AI dan robot humanoid berpotensi membuat mesin mengambil alih sebagian besar pekerjaan fisik, mulai dari pembangunan rumah, produksi pangan, hingga tindakan medis seperti operasi.

Sorotan pada Kesehatan dan Pertanian

Di tengah kekhawatiran itu, Gates menyoroti manfaat AI di sektor kesehatan dan pertanian. Menurut dia, teknologi ini dapat membantu meningkatkan layanan medis serta mendukung produksi pangan.

Baca Juga:  TikTok Bayar Uang Damai Rp7 Triliun ke Pemerintah AS

Gates mendorong pengawasan pemerintah yang lebih kuat dan penerapan perlindungan teknis untuk mengantisipasi risiko AI, termasuk serangan siber dan ancaman biologis. “Saya tidak suka menjadi pembawa kabar yang mengkhawatirkan mengenai hal ini, tetapi akan lebih buruk jika tidak memberi tahu orang-orang bahwa ini akan terjadi,” ujarnya.

Berita Terkait

Peneliti Google DeepMind Mundur Tolak AI untuk Militer
TelkomGroup Resmikan Sovereign Digital Technology
PNM Bekali Nasabah Perempuan Pontianak lewat PKU Akbar
iPhone Duo Mulai Dijual, Apple Jamin Stok di Toko
Sertifikasi Halal UMKM Ditunda hingga 2028, Ini Alasannya
UMKM Disiapkan Jadi Pemasok Bahan Makanan Program MBG
Hacker Jalankan iOS 16 di Ponsel Android untuk Pertama Kali
Adab Pemuda Diuji di Ruang Publik dan Media Sosial

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 11:49 WIB

Peneliti Google DeepMind Mundur Tolak AI untuk Militer

Selasa, 27 Oktober 2026 - 11:17 WIB

TelkomGroup Resmikan Sovereign Digital Technology

Selasa, 27 Oktober 2026 - 11:12 WIB

PNM Bekali Nasabah Perempuan Pontianak lewat PKU Akbar

Selasa, 27 Oktober 2026 - 10:55 WIB

iPhone Duo Mulai Dijual, Apple Jamin Stok di Toko

Senin, 26 Oktober 2026 - 11:13 WIB

Sertifikasi Halal UMKM Ditunda hingga 2028, Ini Alasannya

Berita Terbaru

Peneliti Google DeepMind Mundur Tolak AI untuk Militer. (Foto: Wikimedia Commons)

Teknologi

Peneliti Google DeepMind Mundur Tolak AI untuk Militer

Selasa, 27 Okt 2026 - 11:49 WIB

Mantan Bupati Gowa Ajukan Penangguhan Penahanan. (Foto: CNN Indonesia)

Nasional

Mantan Bupati Gowa Ajukan Penangguhan Penahanan

Selasa, 27 Okt 2026 - 11:45 WIB

Usai Tiga Hari Hujan, Asap Karhutla Balik ke Palembang. (Foto: CNN Indonesia)

Nasional

Usai Tiga Hari Hujan, Asap Karhutla Balik ke Palembang

Selasa, 27 Okt 2026 - 11:39 WIB

Imigrasi Grebek Vila di Bali, 17 WNA Diduga Jalankan Pinjol. (Foto: CNN Indonesia)

Nasional

Imigrasi Grebek Vila di Bali, 17 WNA Diduga Jalankan Pinjol

Selasa, 27 Okt 2026 - 11:34 WIB

Polisi Ungkap Pembunuhan Sadis Ibu dan Anak di Madiun. (Foto: CNN Indonesia)

Nasional

Polisi Ungkap Pembunuhan Sadis Ibu dan Anak di Madiun

Selasa, 27 Okt 2026 - 11:28 WIB