Jakarta, ArgumenRakyat.com — Seorang anak berusia 12 tahun di China dilarikan ke rumah sakit karena tekanan darahnya mencapai 225/158 mmHg, jauh di atas angka normal yang umumnya berkisar di bawah 120/80 mmHg.
Kasus itu dipublikasikan pada Juli 2026 di Journal of Medical Case Reports oleh tim dokter RS Xinjiang Medical University di Urumqi. Para penulis menggambarkannya sebagai kondisi yang sangat langka di seluruh dunia.
Endapan Keras di Aorta
Penyebabnya adalah endapan keras bergerigi di dalam aorta atau arteri utama tubuh, yang secara medis disebut coral reef aorta. Plak menyerupai batu itu menghambat aliran darah ke cabang yang memasok ginjal dan usus.
ADVERTISEMENT
Iklan Info Sponsorship →Keluhan bermula dari sakit kepala ringan yang terus kambuh lebih dari lima bulan. Sakit kepala berlangsung sekitar 3 sampai 4 jam disertai pusing, kelelahan, dan muntah. Dokter semula menduga poliarteritis nodosa, penyakit radang yang merusak arteri kecil dan sedang.
Ginjal Menyempit hingga TBC
Pemeriksaan lanjutan menemukan infark di kedua ginjal dan limpa. Infus serta obat tekanan darah tidak cukup mengendalikan kondisinya, sampai prosedur untuk membuka arteri ginjal yang menyempit membuat tekanan darah menurun dan terkontrol selama masa pemantauan.
Berbeda dari pasien dewasa yang biasanya punya faktor risiko seperti kolesterol tinggi, diabetes, hipertensi, atau kebiasaan merokok, anak ini tidak memiliki riwayat tersebut. Tim dokter justru menemukan tuberkulosis paru aktif, meski TBC bukan pemicu umum kelainan itu sehingga hubungan keduanya masih perlu diteliti.
Kasus serupa pernah dilaporkan pada 2024 menimpa anak laki-laki berusia 12 tahun yang sudah menjalani perbaikan aorta menyempit saat bayi. Temuan ini menjadi pengingat bahwa tekanan darah tinggi pada anak perlu diperiksa menyeluruh, bukan dianggap keluhan biasa.









