Daftar Tanaman Obat yang Banyak Diproduksi di Indonesia

- Jurnalis

Kamis, 15 Oktober 2026 - 12:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Daftar Tanaman Obat yang Banyak Diproduksi di Indonesia (Ilustrasi: AI Dimensia Creative)

Daftar Tanaman Obat yang Banyak Diproduksi di Indonesia (Ilustrasi: AI Dimensia Creative)

Jakarta, ArgumenRakyat.com — Indonesia memiliki beragam tanaman obat yang mudah dibudidayakan berkat iklim tropis, dengan jahe menjadi komoditas paling banyak diproduksi pada 2025.

Jahe hingga Kunyit

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, jahe merupakan tanaman obat terbanyak di Indonesia pada 2025 dengan produksi mencapai 168,97 juta kilogram. Jahe dikenal berkhasiat meredakan peradangan karena kandungan gingerol yang bersifat anti-inflamasi.

Posisi berikutnya ditempati kapulaga dengan produksi 153,8 juta kilogram. Rempah ini kaya antioksidan serta mineral seperti magnesium dan kalium dan dipercaya membantu mengontrol tekanan darah. Adapun kunyit berada di urutan ketiga dengan produksi 147,5 juta kilogram.

Baca Juga:  Kartini 2026: Hak atas Sehat Jiwa, Emansipasi Wanita Modern

Daftar Lengkap Produksi 2025

Sejumlah komoditas lain menyusul, antara lain lengkuas 70,9 juta kilogram, jeruk nipis 58,21 juta kilogram, kencur 50,5 juta kilogram, serai 49,2 juta kilogram, dan temulawak 32,66 juta kilogram.

Produksi yang lebih kecil dicatat pada lidah buaya 3,6 juta kilogram, mahkota dewa 3,5 juta kilogram, temuireng 3,37 juta kilogram, mengkudu 2,1 juta kilogram, lempuyang 2,1 juta kilogram, temukunci 2,06 juta kilogram, serta sambiloto 317 ribu kilogram.

Baca Juga:  5 Fakta Kopi yang Jarang Diketahui, dari Usus sampai Otak

Meski bermanfaat, tanaman obat hanya berperan sebagai pengobatan pendukung dan tidak bisa dijadikan pengobatan mandiri. Sejumlah tanaman obat dapat berinteraksi dengan obat resep, sehingga konsultasi dengan dokter tetap diperlukan, terutama bagi ibu hamil, ibu menyusui, anak, dan penderita masalah ginjal.

Berita Terkait

Alasan Anak Suka Mengobrol dengan Boneka
Olahraga Tepat untuk Cegah Osteoporosis Sejak Dini
7 Cara Mengatasi Anak Susah Belajar Membaca Tanpa Memaksa
Bahaya Karbon Monoksida yang Tak Berwarna dan Tak Berbau
5 Cara Mengatasi Anak Kecanduan Merokok secara Bertahap
Maltodekstrin Bukan Gula, Ini Fungsi dan Peran dalam Pangan
7 Negara dengan Visa Kerja Termudah untuk Pekerja
7 Tanda Kecerdasan Emosional Perlu Dilatih Lagi

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 11:02 WIB

Alasan Anak Suka Mengobrol dengan Boneka

Selasa, 20 Oktober 2026 - 10:56 WIB

Olahraga Tepat untuk Cegah Osteoporosis Sejak Dini

Senin, 19 Oktober 2026 - 13:08 WIB

7 Cara Mengatasi Anak Susah Belajar Membaca Tanpa Memaksa

Senin, 19 Oktober 2026 - 13:02 WIB

Bahaya Karbon Monoksida yang Tak Berwarna dan Tak Berbau

Minggu, 18 Oktober 2026 - 10:52 WIB

5 Cara Mengatasi Anak Kecanduan Merokok secara Bertahap

Berita Terbaru

Pentas seni tradisional randai Minangkabau di lapangan dengan rumah adat beratap gonjong di belakangnya. (Foto: Dok. Wikimedia Commons/Deni Dahniel (CC BY-SA 4.0))

Budaya

Tradisi Lukah Gilo Solok Difilmkan agar Tak Lenyap

Selasa, 20 Okt 2026 - 16:46 WIB

Lembar uang rupiah kertas, ilustrasi pengelolaan anggaran daerah. (Foto: Dok. Wikimedia Commons/Pak.syafda (CC BY-SA 4.0))

Daerah

Efisiensi Anggaran, Pokir DPRD 50 Kota Tak Tersalur

Selasa, 20 Okt 2026 - 16:45 WIB

Personel Gabungan di Monas Bersiap Amankan Demo Jakarta. (Foto: iNews.id)

Nasional

Personel Gabungan di Monas Bersiap Amankan Demo Jakarta

Selasa, 20 Okt 2026 - 11:40 WIB

Dua Kasus Perundungan Anak Berujung Kematian Disorot. (Foto: Dok. DPR)

Nasional

Dua Kasus Perundungan Anak Berujung Kematian Disorot

Selasa, 20 Okt 2026 - 11:34 WIB

Hercules Datangi Kementerian ATR/BPN soal Sengketa Lahan. (Foto: CNN Indonesia)

Nasional

Hercules Datangi Kementerian ATR/BPN soal Sengketa Lahan

Selasa, 20 Okt 2026 - 11:29 WIB