YOGYAKARTA, ArgumenRakyat.com — Tim mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) mengembangkan Polpay, sistem pembayaran digital berbasis biometrik sidik jari yang terintegrasi dengan teknologi Electric Data Capture (EDC).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Cara Kerja Polpay
Polpay dikembangkan berdasarkan integrasi antara sensor sidik jari dengan teknologi EDC, sehingga pengguna dapat melakukan autentikasi biometrik secara langsung saat bertransaksi. Data biometrik diproses menggunakan teknologi edge computing, lalu dienkripsi dengan algoritma Advanced Encryption Standard 256-bit (AES-256) sebelum dikirim ke server melalui protokol SSL/TLS.
Ketua tim Tiara Ramadhani menjelaskan Polpay merupakan alternatif pembayaran biometrik yang lebih terjangkau dibandingkan teknologi serupa yang umumnya membutuhkan infrastruktur berbiaya tinggi. "Melalui inovasi ini, diharapkan masyarakat dapat menikmati pengalaman pembayaran yang lebih praktis dan aman, serta tidak lagi bergantung pada kartu maupun perangkat seluler," jelas Tiara.
Lolos Pendanaan PKM Menuju PIMNAS
Ide pengembangan ini berangkat dari kenyataan bahwa Indonesia belum memiliki sistem pembayaran berbasis biometrik sidik jari. Polpay dirancang sejalan dengan Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia 2030 besutan Bank Indonesia.
Selama pengembangan, tim menghadapi tantangan pada aspek keamanan dan biaya. "Tantangan utama dalam pembuatan Polpay adalah memastikan seluruh sistem memiliki tingkat keamanan yang tinggi," tutur Al Farabi. Sejauh ini Polpay telah lolos pendanaan PKM bidang Karsa Cipta dan bersiap menuju Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) di Universitas Diponegoro pada November mendatang.









