SAWAHLUNTO, ArgumenRakyat.com — Menjelang satu abad peringatan Perlawanan Silungkang 1927, panitia melakukan survei jalur napak tilas dengan menelusuri sejumlah ruang yang berkaitan dengan peristiwa perlawanan masyarakat Silungkang terhadap kolonial Belanda di Kota Sawahlunto, Sumatera Barat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Telusuri Terowongan Lubang Kalam 828 Meter
Wakil Ketua Bidang Acara Peringatan 100 Tahun Perlawanan Silungkang Asrul, di Sawahlunto, Sabtu, mengatakan survei dilakukan untuk memastikan rute, kondisi medan, keselamatan peserta, serta titik pelaksanaan renungan dalam rangkaian kegiatan tersebut.
Survei dilakukan dengan berjalan kaki melewati Terowongan Lubang Kalam sepanjang sekitar 828 meter, kemudian dilanjutkan menyusuri jalur rel kereta api sekitar satu kilometer hingga kawasan Gedung Pusat Kebudayaan Sawahlunto.
Bagian Warisan Tambang Ombilin
Terowongan Lubang Kalam merupakan bagian dari jaringan perkeretaapian peninggalan kolonial yang menghubungkan kawasan Sawahlunto dan Muaro Kalaban. Berdasarkan dokumen nominasi Warisan Tambang Batubara Ombilin Sawahlunto, terowongan itu memiliki nilai sejarah yang penting.
Kegiatan napak tilas ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan satu abad perlawanan rakyat Silungkang yang diharapkan dapat mengenalkan kembali sejarah perjuangan masyarakat Sumbar kepada generasi muda.
(Sumber: antaranews.com)









