Mahfud Respons Pernyataan Prabowo Soal Londo Ireng: “Agak Menyakitkan”

- Jurnalis

Rabu, 29 Juli 2026 - 19:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tangkapan layar Mahfud MD dalam channel YouTube Mahfud MD Official, program Terus Terang, diunggah pada 28 Juli 2026

Tangkapan layar Mahfud MD dalam channel YouTube Mahfud MD Official, program Terus Terang, diunggah pada 28 Juli 2026

ARGUMENRAKYAT.COMJAKARTA – Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD memberikan tanggapan keras terkait penggunaan istilah “londo ireng” yang disinggung Presiden Prabowo Subianto. Istilah tersebut ramai menjadi perbincangan publik setelah dialamatkan kepada kelompok-kelompok kritis, seperti organisasi masyarakat sipil, LSM, akademisi, hingga jurnalis.

ADVERTISEMENT

🎙️ Info Sponsorship
Iklan

SCROLL TO RESUME CONTENT

Mahfud menilai penggunaan sebutan itu kurang tepat dan menyakitkan jika disematkan kepada pihak-pihak yang menyuarakan kritik demi perbaikan tata kelola pemerintahan.

“Agak menyakitkan ya julukan londo ireng, karena londo ireng itu menyakitkan dalam sejarah pengkhianatan terhadap perjuangan,” ujar Mahfud MD dalam siaran di kanal YouTube resminya yang diunggah pada 28 Juli 2026.

Mahfud menjelaskan secara rinci bahwa dalam konteks sejarah kemerdekaan Indonesia, istilah londo ireng merujuk pada tentara lokal yang diperalat penjajah Belanda untuk menumpas perjuangan para pahlawan bangsa. Oleh sebab itu, sangat tidak pas apabila insan pers dan pengamat yang bekerja memberikan kontrol sosial justru dilabeli sebagai pengkhianat atau antek asing.

Baca Juga:  Sebut "Lu Punya Otak Gak?" ke Wartawan, Hotman Paris Menuai Kecaman Keras dari Iwakum

Ia juga menyoroti adanya sikap yang kontradiktif dari pemerintah terkait ruang kebebasan berpendapat dalam sistem demokrasi saat ini.

“Presiden selalu mengatakan ini negara demokrasi, silakan kritik pemerintah. Tapi sesudah itu menghantam balik para pengkritiknya tanpa penjelasan yang substantif,” tegas mantan Ketua Mahkamah Konstitusi tersebut.

Lebih jauh, Mahfud menegaskan bahwa kalangan pengkritik tidak memiliki keterikatan apa pun dengan kepentingan asing. Ia mengimbau agar semua pihak berefleksi secara jernih sebelum melempar tuduhan ke publik.

Baca Juga:  Hotman Paris Komentari Penggeledahan Jampidsus: Puji Ketegasan Prabowo Bongkar Korupsi

“Semuanya mengaca diri dong, siapa sih yang bekerja sama dengan orang asing, siapa yang nego-nego dengan orang asing,” tutur Mahfud.

Dalam kesempatan tersebut, Mahfud juga mengkritisi pola pengambilan kebijakan terburu-buru dan spontan tanpa kajian matang serta tanpa melibatkan parlemen, seperti pada pembentukan Universitas Republik Indonesia (URI). Menurut Mahfud, pembangunan tata kelola negara dalam sistem demokrasi konstitusional tidak boleh dijalankan secara sepihak dari atas.

“Tujuan negara itu dicapai secara bersama, bukan dicekoki secara sepihak. Ini bagus menurut pemerintah, lalu rakyatnya suruh ikut saja, kan tidak bisa begitu,” jelasnya.

Mahfud menekankan bahwa keberadaan kelompok kritis merupakan bagian penting dari civil society yang berperan menjaga kompas perjalanan bangsa.

“Dan mengkritik itu justru karena cinta kepada tanah air,” ucap Mahfud.

Berita Terkait

Prabowo Tiba di India Hadiri KTT BRICS
Dentuman Keras Gegerkan Warga Gorontalo Dini Hari
Utilisasi Industri Kopi Ditargetkan 86,6 Persen pada 2029
Putin-Trump Telepon Bahas Upaya Akhiri Perang Ukraina
DPR Setujui Anggaran Kemenkeu Rp49,8 Triliun untuk 2027
Longsor Tambang Ilegal Sumbawa Tewaskan 3 Penambang
Kemensos: KPM Makin Banyak Ajukan Sanggahan Data Bansos
Kebakaran Eks Gedung MNC TV Diduga Akibat Korsleting

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 10:14 WIB

Prabowo Tiba di India Hadiri KTT BRICS

Sabtu, 12 September 2026 - 10:08 WIB

Dentuman Keras Gegerkan Warga Gorontalo Dini Hari

Rabu, 9 September 2026 - 10:15 WIB

Utilisasi Industri Kopi Ditargetkan 86,6 Persen pada 2029

Rabu, 9 September 2026 - 10:08 WIB

Putin-Trump Telepon Bahas Upaya Akhiri Perang Ukraina

Selasa, 8 September 2026 - 10:10 WIB

DPR Setujui Anggaran Kemenkeu Rp49,8 Triliun untuk 2027

Berita Terbaru

13 Jenis Hamster yang Bisa Dipelihara Pemula. (Foto: CNN Indonesia)

Tips

13 Jenis Hamster yang Bisa Dipelihara Pemula

Sabtu, 12 Sep 2026 - 10:24 WIB

Chip AI China Melonjak Harga, Ini Faktor Kelangkaan. (Foto: CNN Indonesia)

Digital

Chip AI China Melonjak Harga, Ini Faktor Kelangkaan

Sabtu, 12 Sep 2026 - 10:19 WIB

Prabowo Tiba di India Hadiri KTT BRICS. (Foto: iNews.id)

Ekonomi

Prabowo Tiba di India Hadiri KTT BRICS

Sabtu, 12 Sep 2026 - 10:14 WIB

Dentuman Keras Gegerkan Warga Gorontalo Dini Hari. (Foto: Dok. ANTARA)

Nasional

Dentuman Keras Gegerkan Warga Gorontalo Dini Hari

Sabtu, 12 Sep 2026 - 10:08 WIB