Respons Sekretaris Komisi B DPRD Kota Paykumbuh Usai Disambangi Pajacombo LAB: Sindiran Keras untuk Kami

- Jurnalis

Senin, 27 Juli 2026 - 21:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Audiensi Pajacombo LAB dengan jajaran Komisi B DPRD Kota Payakumbuh, Senin 27 Juli 2026

Foto: Audiensi Pajacombo LAB dengan jajaran Komisi B DPRD Kota Payakumbuh, Senin 27 Juli 2026

ARGUMENRAKYAT.COM, PAYKUMBUH – Di balik predikatnya sebagai kota transit, Payakumbuh menyimpan gelisah para pelaku ekonomi kreatif. Pertumbuhan pariwisata berbasis alam yang menjadi dominasi tetangganya, Kabupaten Lima Puluh Kota, kerap membuat Payakumbuh sekadar jadi tempat melintas.

ADVERTISEMENT

🎙️ Info Sponsorship
Iklan

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berangkat dari realitas tersebut, forum anak muda dan pelaku usaha lokal yang tergabung dalam Pajacombo LAB memutuskan melangkah ke gedung rakyat.

​Senin, 27 Juli 2026, beberapa perwakilan Pajacombo Lab menggelar audiensi bersama Komisi B DPRD Kota Payakumbuh komisi yang membidangi sektor ekonomi, keuangan, anggaran, hingga kesejahteraan rakyat. Rombongan yang dipimpin oleh Muhammad Ikhsan.

​Dalam pertemuan tersebut, Muhammad Ikhsan menegaskan pentingnya menempatkan ekonomi kreatif sebagai pilar strategis pembangunan daerah. Payakumbuh, menurutnya, memiliki modal sosial dan budaya yang kuat mulai dari kuliner, jejaring komunitas, hingga energi kreatif anak mudanya.

​”Ada beberapa poin utama yang kami sampaikan. Pertama, kami mendorong agar ekonomi kreatif mendapat perhatian yang lebih besar dalam kebijakan pembangunan daerah,” ujar Muhammad Ikhsan seusai acara, selaku Ketua Pajacombo LAB.

​Alumnus Universitas Negeri Padang (UNP) itu menekankan bahwa dukungan terhadap sektor kreatif tidak bisa lagi dipandang sebelah mata sebagai alokasi belanja kegiatan konsumtif belaka. “Bagi kami, anggaran untuk ekonomi kreatif bukan sekadar belanja kegiatan, tetapi merupakan investasi yang akan berdampak pada tumbuhnya UMKM, meningkatnya pariwisata, terbukanya lapangan pekerjaan, dan bertambahnya Pendapatan Asli Daerah,” ucapnya.

Baca Juga:  Tuntutan Belum di Tersampaikan: Aliansi Cipayung Kota Padang Memohon Tidak ada Kekerasan pada Aksi Mereka

​Isu sentral lain yang disoroti Pajacombo Lab adalah kondisi lesunya daya beli masyarakat yang berimbas langsung pada pendapatan para pelaku UMKM. Untuk mengatasi persoalan ini, bantuan tunai atau program karitatif sesaat dinilai tak lagi manjur. Solusi konkretnya adalah dengan menghidupkan ruang-ruang publik lewat berbagai festival dan agenda pertunjukan (event).

​Langkah tersebut dipandang sangat krusial agar Payakumbuh bisa bertransformasi dari sekadar wilayah perlintasan menjadi destinasi “singgah” yang sengaja dituju oleh para pelancong luar daerah.

​”Ketika sektor pariwisata alam sudah tentu dimiliki oleh Kabupaten 50 Kota, sektor ekraf dan event tentu jadi hal yang wajib dimiliki Payakumbuh agar tamu dapat menghabiskan duitnya di Payakumbuh,” tutur Ikhsan menegaskan poin-poin yang ia bawa.

​Ikhsan juga menambahkan, bahwa rombongannya menyambangi legislatif bukan untuk menuntut pemerintah bekerja sendirian. “Intinya, kami tidak datang untuk meminta pemerintah bekerja sendiri. Kami datang menawarkan kolaborasi. Karena kami percaya, ketika ruang kreatif dibuka dan event diperbanyak, yang bergerak bukan hanya seniman atau komunitas, tetapi juga UMKM, pariwisata, hingga ekonomi Kota Payakumbuh secara keseluruhan,” cetusnya.

​Sinyal dan masukan tajam dari Pajacombo Lab ditangkap langsung oleh jajaran Komisi B DPRD Kota Payakumbuh. Sekretaris Komisi B, Ainul Farhan, mengakui bahwa poin-poin yang disampaikan oleh para kreator muda ini menjadi bahan refleksi mendalam bagi pihak legislatif.

​Di penghujung audiensi, Farhan menyampaikan apresiasi sekaligus komitmennya untuk membuka ruang dialog yang lebih luas di masa mendatang.
​”Keresahan dari bung, artinya apa? Ini pemantik-pemantik semangat kami sendiri sebenarnya bagi abang-abang semuanya. Kenapa? Keresahan dari bung-bung semuanya ini sangat sudah kami rasakan. Kami rasakan sekali. Artinya apa? Yang kami tangkap adalah jangan jadikan kami ini sebagai beban bagi negara, tapi jadikanlah kami untuk membantu untuk beban negara ke depan,” kata Ainul Farhan merespons jajaran pengurus Pajacombo Lab.

Baca Juga:  Fenomena Alam di Lima Puluh Kota: Munculnya Lubang Raksasa (Sinkhole) di Lahan Warga Gegerkan Masyarakat

​Ia menuntaskan tanggapannya dengan menegaskan bahwa suara anak muda ini merupakan teguran konstruktif bagi jajaran pemangku kebijakan di Payakumbuh. ”Ini adalah sindiran keras untuk kami sebenarnya. Tapi kami paham. Mudah-mudahan ini yang disampaikan oleh Ketua tadi, ini bukan pertemuan yang pertama dan terakhir. Tapi ke depannya ini mudah-mudahan, kalau kami butuh masukan, mudah-mudahan kami berkomunikasi dengan Pajacombo Lab lagi,” ujar politisi Partai Nasdem tersebut.

​Sekilas Mengenai Pajacombo Lab

​Dikukuhkan oleh Pemerintah Kota Payakumbuh pada 27 September 2025 untuk masa bakti 2025–2028, memiliki ​peran utama sebagai wadah artikulasi dan inkubasi bagi pelaku industri kreatif, seniman, serta pengusaha muda lokal di Payakumbuh. ​Adapun fokus kegiatan, ada pada peningkatan kapasitas SDM melalui berbagai pelatihan terapan, seperti workshop dasar barista, program personal branding, hingga aktivasi event kreatif daerah, dan berjejaring dengan banyak komunitas guna membangun creative space yang luas.

Berita Terkait

Akses Lembah Anai Resmi Dibuka Semua Kendaraan, BPJN Sumbar sebut Perbaikan Jalan Selesai
Menembus Isolasi Buluh Kasok: Proyek Jalan TMMD Kodim 0306 Dipacu di Tengah Terik Harau
Makin Memanas, Musda MUI Sumbar Disebut Tak Akomodir Pondok Pesantren Besar
KAN Kubang Putiah Sebut Trase Tol Sicincin – Bukittinggi Ancam Akar Sejarah dan Lahan Produktif Nagari
Dua Kasat Polres 50 Kota Resmi Naik Pangkat Menjadi AKP
Selatan Sunset Festival 2026: Gadih Angik Menjelma Jadi Pusat Seni, Budaya, dan UMKM Payakumbuh
Evolusi Spasial Payakumbuh: Membaca Riwayat Kota dari Toponimi hingga Konsep Livable City
Gubernur Absen, Massa Aliansi Mahasiswa Kota Padang Sebut Pemprov ‘Pakak’

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 10:23 WIB

Akses Lembah Anai Resmi Dibuka Semua Kendaraan, BPJN Sumbar sebut Perbaikan Jalan Selesai

Minggu, 26 Juli 2026 - 18:43 WIB

Menembus Isolasi Buluh Kasok: Proyek Jalan TMMD Kodim 0306 Dipacu di Tengah Terik Harau

Senin, 13 Juli 2026 - 12:37 WIB

Makin Memanas, Musda MUI Sumbar Disebut Tak Akomodir Pondok Pesantren Besar

Sabtu, 4 Juli 2026 - 11:00 WIB

KAN Kubang Putiah Sebut Trase Tol Sicincin – Bukittinggi Ancam Akar Sejarah dan Lahan Produktif Nagari

Rabu, 1 Juli 2026 - 13:47 WIB

Dua Kasat Polres 50 Kota Resmi Naik Pangkat Menjadi AKP

Berita Terbaru