Purbaya Dijadwalkan Bertemu Pimpinan BI Pasca-Mundurnya Perry Warjiyo, Kemenkeu Matangkan Agenda KSSK

- Jurnalis

Senin, 27 Juli 2026 - 21:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa (Dok. Istimewa)

Foto: Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa (Dok. Istimewa)

ARGUMENRAKYAT.COMJAKARTA – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dijadwalkan bakal menggelar pertemuan krusial bersama jajaran pimpinan Bank Indonesia (BI). Langkah strategis ini diambil menyusul goncangan di tubuh bank sentral pasca-pengunduran diri Gubernur BI Perry Warjiyo. Kendati demikian, hingga Senin (27/7/2026), agenda konsolidasi guna menjaga stabilitas makroekonomi tersebut dilaporkan masih dalam tahap pembahasan intensif.

ADVERTISEMENT

🎙️ Info Sponsorship
Iklan

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Sekretaris Jenderal Kementerian Keuangan Robert Leonard Marbun mengonfirmasi bahwa koordinasi lintas instansi antara otoritas fiskal dan moneter akan segera direalisasikan untuk merespons dinamika geopolitik ekonomi domestik terkini.

​”Nanti mungkin ada pertemuan sama BI,” ucap Robert di Kementerian Keuangan, Senin (27/7/2026) dikutip dari Tirto.id.

Baca Juga:  Purbaya Buka Suara Soal Pajak JHT: Jangan Sampai Untungkan Orang Kaya

​Saat ditanya mengenai kepastian jadwal tatap muka antara Purbaya dan jajaran Anggota Dewan Gubernur BI pada hari ini, Robert menegaskan bahwa penyelarasan waktu antar-lembaga masih terus dimatangkan. “Lagi mau didiskusikan ketemu,” tegasnya.

​Robert juga mengaku baru mengetahui kabar pengunduran diri Perry dari pemberitaan media. Hingga kini, kata dia, Purbaya selaku Menteri Keuangan sekaligus Ketua Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) belum menyampaikan pernyataan resmi terkait mundurnya Perry dari pucuk pimpinan otoritas moneter tersebut.

​”Belum, belum (mengeluarkan pernyataan), nggak ada hari ini,” ujarnya.

Baca Juga:  Dirjen Pajak Sebut Pemungutan PPh di Marketplace Bukan Jenis Pajak Baru

​Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengumumkan Presiden Prabowo Subianto telah menerima surat pengunduran diri Perry Warjiyo. Sebagai tindak lanjut administratif, pemerintah akan segera menerbitkan Keputusan Presiden (Keppres) terkait pemberhentian secara hormat guna memberikan kepastian hukum di pasar keuangan.

​Merujuk pada kerangka regulasi Undang-Undang Bank Indonesia, guna mencegah kekosongan kepemimpinan (power vacuum), nahkoda bank sentral untuk sementara dipegang oleh Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti sebagai Pelaksana Tugas (Plt). Destry bakal mengawal kebijakan moneter serta nilai tukar rupiah hingga gubernur definitif ditetapkan melalui mekanisme fit and proper test di DPR RI.

Berita Terkait

Purbaya Tegaskan Kas DKI Masih Melimpah, Pertanyakan Rencana Penerbitan Obligasi
Teka-teki Kipas Angin Rp 1,8 Triliun Koperasi Desa Merah Putih
Tak Lagi Disamaratakan, BGN Formulasi Ulang Insentif SPPG Berbasis Operasional
Tangan Besi Pengumpul Pajak: Pelibatan Babinsa-Bhabinkamtibmas Menjangkau Shadow Economy
Polri Minta Tambahan Anggaran untuk 2027, Berapa Angkanya?
Qodari Jawab Tuntutan Mahasiswa: Sebut Prabowo Panglima Lawan Kebocoran APBN
Purbaya Berdalih Soal Logika “Nombok” Dinas Presiden
Zainal Arifin Mochtar Tanggapi Seskab: Pertanyakan Batasan Dana Pribadi Dinas Luar Negeri Presiden dan Efektivitas Anggaran

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 21:40 WIB

Purbaya Dijadwalkan Bertemu Pimpinan BI Pasca-Mundurnya Perry Warjiyo, Kemenkeu Matangkan Agenda KSSK

Minggu, 26 Juli 2026 - 18:32 WIB

Purbaya Tegaskan Kas DKI Masih Melimpah, Pertanyakan Rencana Penerbitan Obligasi

Sabtu, 25 Juli 2026 - 13:18 WIB

Teka-teki Kipas Angin Rp 1,8 Triliun Koperasi Desa Merah Putih

Selasa, 21 Juli 2026 - 14:25 WIB

Tak Lagi Disamaratakan, BGN Formulasi Ulang Insentif SPPG Berbasis Operasional

Senin, 20 Juli 2026 - 13:58 WIB

Tangan Besi Pengumpul Pajak: Pelibatan Babinsa-Bhabinkamtibmas Menjangkau Shadow Economy

Berita Terbaru