Tak Lagi Disamaratakan, BGN Formulasi Ulang Insentif SPPG Berbasis Operasional

- Jurnalis

Selasa, 21 Juli 2026 - 14:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Wakil Kepala BGN, Agustina Arumsari (Dok. Istimewa)

Foto: Wakil Kepala BGN, Agustina Arumsari (Dok. Istimewa)

ARGUMENRAKYAT.COMJAKARTA – Badan Gizi Nasional (BGN) tengah menggodok formulasi skema insentif baru yang lebih proporsional bagi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Evaluasi komprehensif ini ditempuh lantaran regulasi insentif yang berlaku saat ini dinilai belum mengompensasi variasi tantangan serta beban operasional tiap unit di lapangan.

ADVERTISEMENT

🎙️ Info Sponsorship
Iklan

SCROLL TO RESUME CONTENT

Wakil Kepala BGN, Agustina Arumsari, menegaskan bahwa ketetapan lama belum memenuhi prinsip keadilan rasional bagi unit SPPG yang memiliki disparitas beban kerja.

“Nah, itu yang kami nanti akan membuat skema insentif yang lebih adil. Misalnya, SPPG yang jaraknya 200 meter cuma melayani 1.000 orang, insentifnya masa sama dengan yang 400 atau 500 meter. Kan enggak fair,” ucap Agustina usai Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (20/7/2026).

Baca Juga:  Airlangga: Lokasi PFII di Bali Masih Tahap Evaluasi

Formulasi anyar tersebut disusun beriringan dengan kebijakan refocusing sasaran penerima manfaat dan pembenahan data SPPG secara nasional.

Agustina memaparkan bahwa restrukturisasi kebijakan ini diproyeksikan mampu mendongkrak efisiensi anggaran negara tanpa mengorbankan kualitas layanan publik. Kendati demikian, besaran nominal efisiensi belum dirinci karena kalkulasi teknis masih berjalan.

Terkait percepatan evaluasi tersebut, Presiden Prabowo Subianto telah memberikan tenggat waktu selama satu bulan kepada BGN. Pembahasan intensif pun terus digencarkan bersama kementerian lintas sektor hingga tingkatan teknis demi menjamin efektivitas alokasi.

“Nanti harapan kami seefisien mungkin. Tapi, efisiennya itu memang benar-benar harus dialihkan ke daerah-daerah yang membutuhkan, terutama wilayah dengan angka stunting tinggi,” ujar mantan Wakil Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) tersebut.

Baca Juga:  Prabowo Cium Desain Demo Bayaran Rp200 Ribu, Damprat Pejabat Sopan tapi Maling

Di samping rasionalisasi insentif, BGN mengintensifkan verifikasi seluruh SPPG berbasis sistem digital untuk menciptakan basis data yang presisi. Langkah strategis ini menjadi fondasi demi mewujudkan tata kelola (good governance) Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang transparan, efektif, dan berkeadilan.

Tak hanya itu, BGN turut mereformasi mekanisme pertanggungjawaban keuangan (financial accountability) yang selama ini dinilai menyulitkan akibat dependensi tinggi pada figur individu pimpinan SPPG.

“Nanti kami ikuti juga dengan perbaikan untuk masalah pertanggungjawaban keuangannya. Karena sistem sekarang kan begitu ke yayasan, pertanggungjawabannya itu kepala SPPG. Nah, sulit kalau kita pastikan tergantung ke orang,” ujar Agustina.

Berita Terkait

Prabowo Tiba di India Hadiri KTT BRICS
Dentuman Keras Gegerkan Warga Gorontalo Dini Hari
Utilisasi Industri Kopi Ditargetkan 86,6 Persen pada 2029
Putin-Trump Telepon Bahas Upaya Akhiri Perang Ukraina
DPR Setujui Anggaran Kemenkeu Rp49,8 Triliun untuk 2027
Longsor Tambang Ilegal Sumbawa Tewaskan 3 Penambang
Kemensos: KPM Makin Banyak Ajukan Sanggahan Data Bansos
Kebakaran Eks Gedung MNC TV Diduga Akibat Korsleting

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 10:14 WIB

Prabowo Tiba di India Hadiri KTT BRICS

Sabtu, 12 September 2026 - 10:08 WIB

Dentuman Keras Gegerkan Warga Gorontalo Dini Hari

Rabu, 9 September 2026 - 10:15 WIB

Utilisasi Industri Kopi Ditargetkan 86,6 Persen pada 2029

Rabu, 9 September 2026 - 10:08 WIB

Putin-Trump Telepon Bahas Upaya Akhiri Perang Ukraina

Selasa, 8 September 2026 - 10:10 WIB

DPR Setujui Anggaran Kemenkeu Rp49,8 Triliun untuk 2027

Berita Terbaru

13 Jenis Hamster yang Bisa Dipelihara Pemula. (Foto: CNN Indonesia)

Tips

13 Jenis Hamster yang Bisa Dipelihara Pemula

Sabtu, 12 Sep 2026 - 10:24 WIB

Chip AI China Melonjak Harga, Ini Faktor Kelangkaan. (Foto: CNN Indonesia)

Digital

Chip AI China Melonjak Harga, Ini Faktor Kelangkaan

Sabtu, 12 Sep 2026 - 10:19 WIB

Prabowo Tiba di India Hadiri KTT BRICS. (Foto: iNews.id)

Ekonomi

Prabowo Tiba di India Hadiri KTT BRICS

Sabtu, 12 Sep 2026 - 10:14 WIB

Dentuman Keras Gegerkan Warga Gorontalo Dini Hari. (Foto: Dok. ANTARA)

Nasional

Dentuman Keras Gegerkan Warga Gorontalo Dini Hari

Sabtu, 12 Sep 2026 - 10:08 WIB