ARGUMENRAKYAT.COM, JAKARTA – Dinding kokoh Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banyuwangi kembali menjadi saksi bisu kelihaian jaringan gelap narkotika. Kali ini, sebuah siasat penyelundupan barang haram jenis sabu berhasil diendus petugas pada Kamis, 16 Juli lalu. Seorang pengunjung wanita berinisial KS (26), warga Buleleng, Bali, nekat menggunakan metode ekstrem demi meloloskan zat metamfetamin tersebut melintasi gerbang penjagaan. Ironisnya, barang haram tersebut disembunyikan di dalam kemaluannya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Aksi nekat ini terendus saat KS berniat membesuk kekasihnya, SL, seorang narapidana yang tengah mendekam akibat kasus penyalahgunaan narkotika. Sesuai prosedur yang berlaku, seluruh pengunjung wajib menjalani pemeriksaan badan sebelum diizinkan masuk. Pola gerik KS yang tidak wajar di area sterilisasi langsung memicu radar kecurigaan petugas wanita di pos penggeledahan.
“Saat dilakukan penggeledahan badan, petugas menemukan lima paket yang diduga berisi sabu. Paket tersebut dikemas menggunakan tisu dan lakban, kemudian dibungkus kondom serta disembunyikan di dalam alat vital,” kata Kalapas Banyuwangi, Solichin, Jumat, 17 Juli melansir dari Kumparan.
Berdasarkan hasil interogasi awal, barang haram yang dibawa KS rencananya akan diberikan kepada kekasihnya, SL. Namun, drama di balik jeruji ini melebar. SL berkilah dan mengaku bahwa lima paket sabu tersebut merupakan pesanan dari warga binaan lain berinisial IRM. Untuk melakoni peran berbahaya sebagai kurir ini, KS mengaku tergiur iming-iming upah sebesar Rp500 ribu.
Guna memutus rantai komunikasi dan menjaga status quo perkara, pihak lapas bergerak cepat mengarantina ketiga orang tersebut. “Pembesuk perempuan serta dua warga binaan tersebut saat ini sudah kami amankan di sel isolasi untuk selanjutnya diserahkan ke Satnarkoba Polresta Banyuwangi,” ungkap Solichin.
Penggagalan ini memperpanjang daftar hitam upaya infiltrasi narkoba ke dalam jeruji besi Banyuwangi. Belum lama ini, petugas juga menghalau pasokan sabu dengan modus pelemparan dari luar tembok pembatas. Fenomena ini menegaskan bahwa lapas masih menjadi pasar potensial yang terus disasar para bandar.
“Ini merupakan bukti keseriusan kami sebagai petugas Lapas Banyuwangi dalam memberantas peredaran HP dan narkoba. Siapa pun yang terbukti melakukan pelanggaran akan kami tindak tegas,” tutur Solichin.
Kini, bola panas penanganan hukum telah bergulir ke korps bhayangkara untuk melacak jaringan yang mengendalikan kurir malang tersebut. Kasat Narkoba Polresta Banyuwangi, Kompol Angga Perdana Brahmada, mengatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap peran masing-masing pihak yang diamankan.
“Kasus ini sudah diserahkan kepada kami. Selanjutnya, kami akan memetakan peran tiga orang yang diamankan. Kami masih melakukan pendalaman lebih lanjut,” tegas Angga. Kasus ini menjadi alarm keras bahwa penyelundupan narkoba kini kian menembus batas-batas nalar.









