Dirjen Pajak Sebut Pemungutan PPh di Marketplace Bukan Jenis Pajak Baru

- Jurnalis

Jumat, 3 Juli 2026 - 10:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Direktur Jenderal Pajak Bimo Wijayanto. (Dok. Antara)

Direktur Jenderal Pajak Bimo Wijayanto. (Dok. Antara)

ARGUMENRAKYAT.COM, JAKARTA – Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan resmi menunjuk empat perusahaan lokapasar (marketplace) besar sebagai pemungut Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22. Kebijakan ini menyasar para pedagang daring yang beroperasi di platform e-commerce dan mulai diberlakukan per 1 Juli 2026.

Direktur Jenderal Pajak, Bimo Wijayanto, menegaskan bahwa penunjukan platform digital sebagai agen pemungut ini murni merupakan simplifikasi sistem administrasi perpajakan. Menurutnya, aturan mengenai kewajiban pajak bagi pelaku usaha di tanah air sebenarnya sudah berlaku sejak lama, baik untuk transaksi konvensional maupun digital.

Baca Juga:  Purbaya Tegaskan Kas DKI Masih Melimpah, Pertanyakan Rencana Penerbitan Obligasi

“Kewajiban ini tentu bukan hal yang baru, sudah lama sekali pajak penghasilan atas kegiatan usaha itu diatur di dalam ketentuan perpajakan,” kata Bimo Wijayanto dalam konferensi pers yang digelar sebagaimana dilansir dari METRO TV pada Jum’at 3 Juli 2026.

Pemerintah berupaya menegakkan keadilan berusaha (level playing field) antara pedagang fisik dan pelaku usaha di ekosistem internet. Bimo menambahkan bahwa perlakuan perpajakan harus setara tanpa memandang wadah usahanya. “Tentu prinsip yang sama ini berlaku juga untuk pedagang-pedagang yang juga menjual barang dan atau jasa melalui mekanisme online,” ujar Bimo menerangkan pola kesetaraan tersebut.

Baca Juga:  Bulog Bentuk Satgas Khusus Awasi Penyaluran Beras SPHP

DJP berharap penunjukan langsung marketplace sebagai pemungut PPh 22 ini dapat membantu para pelaku UMKM digital dalam menyetor kewajiban pajak mereka secara lebih praktis. Di akhir keterangannya, Bimo kembali menepis kekhawatiran publik mengenai adanya pungutan tambahan di tengah lesunya daya beli masyarakat.

“Jadi tidak ada pajak yang baru, yang berbeda hanyalah cara berjualannya,” tegas Bimo mempertegas esensi regulasi tersebut.

Berita Terkait

Polda Kaltim Tetapkan 33 Tersangka Kasus Karhutla
Miras Oplosan di Cirebon Tewaskan 3 Remaja, Polisi Selidiki
Bayi Perempuan Ditemukan Tergeletak di Pemakaman Bangkalan
KPK Sebut Korupsi Cukai PT Djarum Rugikan Negara Triliunan
BSU Rp900.000 Cair, Ini Syarat Penerima Permenaker 2026
8 Warga SAD Penyerang Mapolres Merangin Ditangkap
BNPB: 462 Hektare Lahan di 10 Provinsi Masih Terbakar
Demo di Malioboro Ricuh, 116 Orang Terluka dan Ditangkap

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 11:48 WIB

Polda Kaltim Tetapkan 33 Tersangka Kasus Karhutla

Jumat, 30 Oktober 2026 - 11:43 WIB

Miras Oplosan di Cirebon Tewaskan 3 Remaja, Polisi Selidiki

Jumat, 30 Oktober 2026 - 11:37 WIB

Bayi Perempuan Ditemukan Tergeletak di Pemakaman Bangkalan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 11:31 WIB

KPK Sebut Korupsi Cukai PT Djarum Rugikan Negara Triliunan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 10:47 WIB

BSU Rp900.000 Cair, Ini Syarat Penerima Permenaker 2026

Berita Terbaru

Polda Kaltim Tetapkan 33 Tersangka Kasus Karhutla. (Foto: ANTARA)

Nasional

Polda Kaltim Tetapkan 33 Tersangka Kasus Karhutla

Jumat, 30 Okt 2026 - 11:48 WIB

Miras Oplosan di Cirebon Tewaskan 3 Remaja, Polisi Selidiki. (Foto: Tribunnews)

Nasional

Miras Oplosan di Cirebon Tewaskan 3 Remaja, Polisi Selidiki

Jumat, 30 Okt 2026 - 11:43 WIB

Bayi Perempuan Ditemukan Tergeletak di Pemakaman Bangkalan. (Foto: Tribunnews)

Nasional

Bayi Perempuan Ditemukan Tergeletak di Pemakaman Bangkalan

Jumat, 30 Okt 2026 - 11:37 WIB

KPK Sebut Korupsi Cukai PT Djarum Rugikan Negara Triliunan. (Foto: detikcom)

Nasional

KPK Sebut Korupsi Cukai PT Djarum Rugikan Negara Triliunan

Jumat, 30 Okt 2026 - 11:31 WIB

Grasstrack Payakumbuh Sapu Bersih 6 Emas Porprov Sumbar. (Foto: ANTARA)

Daerah

Grasstrack Payakumbuh Sapu Bersih 6 Emas Porprov Sumbar

Jumat, 30 Okt 2026 - 11:26 WIB