Mardigu Sebut Sisi Lain Presiden Prabowo yang Tidak Diketahui Publik

- Jurnalis

Kamis, 2 Juli 2026 - 14:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tangkapan layar Mardigu dalam channel YouTube Ngaji Rasa 26. diunggah pada 27 Juni 2026

Tangkapan layar Mardigu dalam channel YouTube Ngaji Rasa 26. diunggah pada 27 Juni 2026

ARGUMENRAKYAT.COMJAKARTA – Pengamat sekaligus pelaku bisnis Mardigu Wowiek Prasantyo, atau yang akrab disapa Bosman Mardigu, mengungkapkan pengalaman mendalamnya setelah diundang berdiskusi langsung oleh Presiden Prabowo Subianto. Pertemuan tertutup yang berlangsung selama enam setengah jam tersebut membuka tabir sisi lain sang Kepala Negara yang selama ini jarang terekam oleh kamera media.

ADVERTISEMENT

🎙️ Info Sponsorship
Iklan

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam sebuah wawancara yang diunggah di kanal YouTube Ngaji Rasa pada Sabtu (27/6/2026), Mardigu menceritakan bagaimana jalannya diskusi tersebut. Pertemuan itu dihadiri oleh sejumlah tokoh kritis dan jurnalis tajam untuk membahas berbagai isu strategis, mulai dari geopolitik, perang mata uang, hingga ketahanan energi nasional.

Mardigu mengapresiasi keberanian Presiden Prabowo yang dinilai tidak anti terhadap kritik. Sebelum menghadiri undangan tersebut, ia sempat memastikan apakah ada batasan atau arahan tertentu dari pihak Istana terkait pertanyaan yang akan diajukan.

“Pak Presiden melalui pembantu-pembantunya, Wamen dan Menteri, itu memang meminta kita berbicara apa adanya. Enggak ada pesanan dan sebebas mungkin,” ujar Mardigu. Bagi Mardigu, keterbukaan ini merupakan sebuah tantangan sekaligus pembuktian bahwa pemerintah siap mendengarkan perspektif dari kelompok pemikiran baru (new mind).

Salah satu hal yang paling disoroti Mardigu adalah stamina fisik dan fokus sang Presiden yang luar biasa di usianya yang telah menginjak kepala tujuh. Diskusi yang berjalan sangat dinamis dan intens tersebut justru membuat para pengkritik merasa kelelahan terlebih dahulu.

Baca Juga:  Feri Amsari Soroti Pengangkatan Komisaris BUMN: Dinilai Langgar Undang-Undang dan Sarat Balas Jasa Politik

“Yang nyerah tuh kita. Pak Prabu nanya, ‘Terima kasih Anda sudah menemani saya. Biasanya saya susah tidur sehingga saya perlu sparing partner, dan ini terima kasih sudah 6 setengah jam jadi sparing partner.’ Stamina beliau itu, saya kopi Americano pakai es sampai minta dua kali,” kata Mardigu mengisahkan momen tersebut.

Selain kekuatan fisik, Mardigu juga melihat sisi humanis dan humoris dari Presiden Prabowo. Di tengah ketegangan pembahasan isu negara, Presiden sempat mencairkan suasana dengan melakukan impersonasi mantan pejabat negara.

“Seorang presiden melakukan mimik impersonate Presiden Habibie waktu itu masih jadi Wapres, itu mengikutinya gerakan tangannya, intonasinya, sampai kacamata diturunin, itu perfect. Dan saya ngakak,” tutur Mardigu. Menurutnya, Presiden juga berulang kali meminta agar pembicaraan berlangsung santai tanpa sekat formalitas birokrasi yang kaku.

Namun, di balik kehangatan tersebut, Mardigu tidak menampik adanya persoalan pelik yang sedang dihadapi Indonesia, terutama mengenai tantangan komunikasi publik. Ia mencontohkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang sempat memicu polemik di masyarakat akibat miskomunikasi. Berdasarkan penjelasan langsung dari Presiden, program tersebut sebenarnya bersifat demokratis dan tidak ada unsur paksaan bagi sekolah yang merasa tidak memerlukan.

Baca Juga:  Amran Sulaiman Lapor ke Prabowo: Produksi Pertanian Indonesia Tembus Nomor Empat Dunia

“Sebenarnya MBG tidak pernah salah kalau yang memang memerlukan dan minta. Tapi yang tidak memerlukan atau tidak minta, enggak usah. Malah efektif kalau kayak gitu pembiayaannya,” sebut Mardigu.

Tantangan lain yang tak kalah berat adalah terkait subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM). Di saat negara-negara lain seperti Vietnam, Amerika Serikat, dan Australia sudah menaikkan harga BBM secara signifikan, Indonesia memilih untuk bertahan demi menjaga daya beli masyarakat. Di sinilah Mardigu menilai perlunya pengorbanan dan kesadaran dari pihak masyarakat untuk ikut mengencangkan ikat pinggang.

“Negara sudah sacrifice (berkorban) nih, tapi rakyatnya enggak sacrifice loh. Harusnya kan kita yang ngerem juga pemborosan dari pemakaian mobil pribadi,” tegas Mardigu.

Ia menambahkan bahwa 70 persen BBM impor di Indonesia justru habis dikonsumsi oleh kendaraan pribadi, terutama sepeda motor, dan bukan untuk sektor produksi atau transportasi massal. Melalui pertemuan ini, Mardigu menyimpulkan bahwa kritik yang selama ini ia layangkan bersama rekan-rekan lainnya merupakan bentuk kecintaan terhadap negara, dan ia menyadari bahwa mengelola negara sebesar Indonesia di tengah himpitan geopolitik global memerlukan kelincahan serta kedewasaan politik yang tinggi.

Berita Terkait

Prabowo Sentil Dasco dalam Peringatan Harlah ke-28 PKB
Di Harlah PKB, Prabowo Yakini Naluri Politik PDIP Sama dengan Pemerintah
Deddy Sitorus Ungkap Kerusakan Sistemik Penegak Hukum dan Desak Presiden Lakukan Penyegaran Pimpinan
Titiek Soeharto Komentari Permenhut yang Dinilai Janggal: “Kenapa Kementerian Ini Kok Ceroboh Sekali”
Purnawirawan Bintang Satu Ini Sebut Akan Hancurkan Dinasti Jokowi
Pandji Pragiwaksono Kritik Gaya Pidato Off-Script Prabowo hingga Salah Sasaran Program MBG
Feri Amsari Soroti Pengangkatan Komisaris BUMN: Dinilai Langgar Undang-Undang dan Sarat Balas Jasa Politik
Trump Campur Tangan, FIFA Tangguhkan Hukuman Kartu Merah Striker Amerika Serikat Jelang Laga Kontra Belgia

Berita Terkait

Jumat, 24 Juli 2026 - 15:23 WIB

Prabowo Sentil Dasco dalam Peringatan Harlah ke-28 PKB

Jumat, 24 Juli 2026 - 12:18 WIB

Di Harlah PKB, Prabowo Yakini Naluri Politik PDIP Sama dengan Pemerintah

Senin, 20 Juli 2026 - 12:39 WIB

Deddy Sitorus Ungkap Kerusakan Sistemik Penegak Hukum dan Desak Presiden Lakukan Penyegaran Pimpinan

Kamis, 16 Juli 2026 - 14:53 WIB

Titiek Soeharto Komentari Permenhut yang Dinilai Janggal: “Kenapa Kementerian Ini Kok Ceroboh Sekali”

Sabtu, 11 Juli 2026 - 15:15 WIB

Purnawirawan Bintang Satu Ini Sebut Akan Hancurkan Dinasti Jokowi

Berita Terbaru