Pramono Anung Ingatkan Sanksi Tegas bagi Pembuang Sampah di Sungai

- Jurnalis

Kamis, 25 Juni 2026 - 12:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Pramono Anung dari tangkapan layar sebuah reels Instagram @pramonoanungw

Foto: Pramono Anung dari tangkapan layar sebuah reels Instagram @pramonoanungw

ARGUMENRAKYAT.COMJAKARTA – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memberikan peringatan keras kepada seluruh warga ibu kota agar tidak lagi membuang sampah sembarangan ke area sungai. Langkah ini diambil menyusul adanya laporan mengenai kebiasaan buruk sebagian masyarakat yang bertentangan dengan program pengelolaan lingkungan hidup.

ADVERTISEMENT

🎙️ Info Sponsorship
Iklan

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di samping itu, pemerintah saat ini tengah gencar mendorong Gerakan Pemilahan Sampah di Jakarta, yang salah satunya didukung oleh operasional truk Dinas Lingkungan Hidup untuk mengangkut sampah warga.

Pramono mengancam akan mengambil tindakan tegas berupa peninjauan kembali fasilitas bantuan dari pemerintah daerah jika warga kedapatan melanggar aturan. Kebiasaan membuang sampah di sungai dinilai tidak dapat ditoleransi karena merusak upaya pembangunan budaya pengelolaan sampah yang lebih baik di tingkat rukun tetangga maupun rukun warga.

Baca Juga:  Refleksi Akhir Pekan: Urgensi Ruang Publik Ramah Keluarga di Seluruh Daerah

“Teman-teman sekalian, sesuai dengan Ingrub Nomor 5 Tahun 2026 Gerakan Pemilahan Sampah di Jakarta, saya bersyukur mendapatkan respons dukungan yang luar biasa. Sekarang ini hampir semua RT, RW sudah punya itu,” ujar Pramono Anung di Balai Agung, Balai Kota Jakarta, Rabu (24/6/2026).

Namun, ia mengingatkan konsekuensi logis bagi warga yang masih abai terhadap lingkungan. “Bahwa kemudian kalau memang ditemukan ada masyarakat yang membuang sampah di sungai, tentunya Pemerintah DKI Jakarta tidak segan-segan untuk, misalnya, mengambil sikap tegas. Karena di Jakarta ini hampir semua rumah itu mendapatkan fasilitas dari Pemerintah DKI Jakarta, apakah melalui Pasukan Putih, KJP, KJMU, bansos, dan macam-macam. Jadi, kalau memang dilakukan pelanggaran untuk itu, ya tentunya kita akan mengambil sikap untuk itu,” tegas mantan Seskab zaman presiden Joko Widodo tersebut.

Baca Juga:  Harimau Sumatra Berhasil Diamankan BKSDA di Jorong Batang Palupuah, Setelah Mangsa Ternak Warga

Melalui peringatan ini, warga dituntut ikut bertanggung jawab menjaga lingkungan dan mematuhi regulasi yang berlaku demi kebaikan bersama.

Berita Terkait

Beruang Madu Korban Jerat Nilon di Perkebunan Karet Pasaman Dievakuasi ke Sijunjung
Kemucunlan Harimau Kembali Terlihat di Nagari Koto Rantang, Agam: Kali Ini Dua Ekor
Harimau Sumatra Berhasil Diamankan BKSDA di Jorong Batang Palupuah, Setelah Mangsa Ternak Warga
Lara Satwa di Padang Mantinggi: Jerat Babi yang Mengancam Harimau Sumatra
Dampak Perubahan Iklim dalam Kehidupan Sehari-hari: Dari Meja Makan hingga Ancaman Bencana
Refleksi Akhir Pekan: Urgensi Ruang Publik Ramah Keluarga di Seluruh Daerah
Wacana Kurikulum Ekologi 2026: Menakar Strategi Membangun Generasi Sadar Bencana

Berita Terkait

Kamis, 25 Juni 2026 - 12:28 WIB

Pramono Anung Ingatkan Sanksi Tegas bagi Pembuang Sampah di Sungai

Sabtu, 20 Juni 2026 - 18:52 WIB

Beruang Madu Korban Jerat Nilon di Perkebunan Karet Pasaman Dievakuasi ke Sijunjung

Kamis, 18 Juni 2026 - 17:17 WIB

Kemucunlan Harimau Kembali Terlihat di Nagari Koto Rantang, Agam: Kali Ini Dua Ekor

Sabtu, 23 Mei 2026 - 09:07 WIB

Harimau Sumatra Berhasil Diamankan BKSDA di Jorong Batang Palupuah, Setelah Mangsa Ternak Warga

Jumat, 22 Mei 2026 - 15:58 WIB

Lara Satwa di Padang Mantinggi: Jerat Babi yang Mengancam Harimau Sumatra

Berita Terbaru