ARGUMENRAKYAT.COM, JAKARTA – Suku Dinas Perhubungan (Sudinhub) Jakarta Timur mengembalikan sepeda motor milik seorang pengemudi ojek daring (ojol), Sulis Agung Wibowo, yang sempat diangkut petugas saat penertiban parkir liar di kawasan Jatinegara Timur.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Langkah ini diambil sebagai bentuk pendekatan humanis atau normalisasi setelah video aksi protes sang pengemudi viral di media sosial.
Insiden penertiban tersebut terjadi ketika Sulis tengah memarkirkan kendaraannya untuk mengambil pesanan makanan di salah satu restoran di Jalan Jatinegara Timur, Jakarta Timur. Dalam video yang beredar, ia tampak menangis histeris dan memohon agar sepeda motornya tidak dibawa oleh petugas dinas perhubungan yang sedang melakukan razia rutin.
Sulis bahkan sempat naik ke atas truk derek demi mempertahankan alat transportasi utamanya untuk mencari nafkah tersebut, namun upayanya gagal dan motornya tetap dibawa ke kantor Sudinhub Jakarta Timur.
Merespons polemik yang berkembang di masyarakat, Kepala Suku Dinas Perhubungan Jakarta Timur, Harlem Simanjuntak, beserta jajarannya berinisiatif mendatangi langsung kediaman Sulis pada Sabtu (20/6). Kedatangan tersebut bertujuan untuk bersilaturahmi sekaligus menyerahkan kembali sepeda motor yang sempat disita tanpa mengenakan denda atau biaya administrasi apa pun.
Sulis Agung Wibowo menjelaskan bahwa ia hanya meninggalkan kendaraannya selama kurang lebih dua menit sebelum mendapati motornya sudah dinaikkan ke atas truk oleh petugas. Ia mengaku panik karena sangat bergantung pada kendaraan tersebut untuk membiayai kebutuhan sehari-hari dan sekolah anaknya.
“Hari itu juga motor memang harus keluar dan dikeluarkan dari pihak Dishubnya, dan tidak dimintakan uang. Karena setahu saya dari Bapak kepalanya itu, ini normalisasi, seperti itu, dan mungkin teguran juga,” ucap Sulis.
Kemudian ia juga menambahkan, “Saya dapat notifikasi makanan siap diambil, saya langsung parkir, langsung ambil, karena memang sudah jadi di situ. Dan mana saya tahu kalau memang cuma selang dua menit motor sudah naik ke atas gitu. Dan saat itu memang saya kondisi memang panik, karena saya ingin mempertahankan motor saya. Dan dari pihak Dishub sendiri pun, humanis enggak ada yang bagaimana gitu,” tuturnya menambahkan.
Pihak Sudinhub Jakarta Timur menegaskan bahwa pengembalian ini merupakan langkah pembinaan dan teguran simpatik agar para pengemudi ojol lebih tertib dalam memarkirkan kendaraan di kemudian hari demi kenyamanan serta ketertiban lalu lintas bersama.









