Aroma Tidak Mengenakkan di Zona Industri PT Merak Chemicals, Kota Cilegon

- Jurnalis

Selasa, 26 Mei 2026 - 15:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dok. Kepulan Asap Pabrik PT Merak Chemicals Indonesia

Dok. Kepulan Asap Pabrik PT Merak Chemicals Indonesia

ARGUMENRAKYAT.COM, JAKARTA – Udara di kawasan industri Kota Cilegon, Banten, mendadak berubah menjadi teror yang menyesakkan dada. Senin, 25 Mei 2026, sebuah ledakan di pabrik PT Merak Chemicals Indonesia melepaskan kepulan misterius yang memicu kepanikan massal. Alih-alih sekadar polusi visual, insiden tersebut menyebarkan bau menyengat yang menyerang pernapasan dan membuat mata warga sekitar perih seketika.

ADVERTISEMENT

🎙️ Info Sponsorship
Iklan

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di Kampung Sumur Wuluh, ketenangan pagi koyak oleh anomali yan tak biasa, dan jelas mencekam. Di lapangan, seorang saksi mata memaparkan kronologi kepanikan personalnya saat mendekati pusat kepulan polutan tersebut: “Saya setop dulu karena baunya tidak tahan. Selain bau yang menyengat, ada rasa pedas (perih) di mata. Makanya saya tidak berani merapat sampai ke sana,” ungkap Sawiri dilansir dari Antara, Senin (25/5/2026).

Baca Juga:  Anggota Satgas Damai Cartenz Gugur di Yahukimo, Aparat Gabungan Buru OTK

Arah angin yang berembus ke timur membawa ancaman ini ke kawasan Gerem Atas. Di tengah kepanikan, warga sempat berpapasan dengan delapan karyawan yang dievakuasi, lalu bergegas meminta masker. Menanggapi eskalasi dampak lingkungan yang menuai protes keras publik, representasi korporasi segera merilis pernyataan defensif sekaligus permohonan maaf atas disrupsi sosial tersebut.

Dalam upaya klarifikasi teknis guna mereduksi sentimen negatif masyarakat, juru bicara perusahaan memberikan argumentasi ilmiah mengenai substansi yang terlepas ke atmosfer: “Tentu kami akan bertanggung jawab kepada masyarakat. Kami sudah menyiagakan ambulans di lokasi. Apabila ada keluhan kesehatan dari masyarakat, kami berkoordinasi untuk merujuknya ke Rumah Sakit Krakatau Medika,” tegas Dimas mengutip dari Tirto.id.

Baca Juga:  Bus Jatra Mogok di Jalur Padang-Bukittinggi, Lalu Lintas Pasar Koto Baru Tersendat

Pihak manajemen berdalih bahwa semburan putih tersebut hanyalah uap air murni dari steam turbine, bukan material kimia berbahaya. Meski masker mulai didistribusikan via RT dan RW, investigasi independen tetap mendesak dilakukan. Bagi warga Cilegon, janji mitigasi dan kompensasi medis dari korporasi hanyalah obat penenang sementara di atas bom waktu industri yang sewaktu-waktu bisa kembali meledak.

Berita Terkait

KUA Kesambi Dibobol Maling, 177 Buku Nikah Lenyap: Kasus Unik Pertama di Cirebon
TNI Intensifkan Perburuan OPM di Papua Usai Pembunuhan Warga Sipil
Anggota Satgas Damai Cartenz Gugur di Yahukimo, Aparat Gabungan Buru OTK
Duka di Balik Dinding Gupusmu II: Kala Prosedur Rutin Berujung Petaka
Kompolnas Sebut Kasus Kematian Tiga Polisi di Kalteng Sebagai Pembunuhan Sengaja
Terungkap! Jejak Kelompok Mbalingga di Balik Abu Pesawat dan Kematian Pilot AS di Yahukimo
Rehabilitasi Jembatan Jeruai Sebabkan Kemacetan di Jalur Padang–Painan
TNI Evakuasi Jenazah Pilot Pesawat AMA yang Tewas Ditembak OPM di Yahukimo

Berita Terkait

Minggu, 26 Juli 2026 - 18:51 WIB

TNI Intensifkan Perburuan OPM di Papua Usai Pembunuhan Warga Sipil

Rabu, 22 Juli 2026 - 13:43 WIB

Anggota Satgas Damai Cartenz Gugur di Yahukimo, Aparat Gabungan Buru OTK

Jumat, 17 Juli 2026 - 14:42 WIB

Duka di Balik Dinding Gupusmu II: Kala Prosedur Rutin Berujung Petaka

Kamis, 9 Juli 2026 - 13:27 WIB

Kompolnas Sebut Kasus Kematian Tiga Polisi di Kalteng Sebagai Pembunuhan Sengaja

Minggu, 5 Juli 2026 - 10:22 WIB

Terungkap! Jejak Kelompok Mbalingga di Balik Abu Pesawat dan Kematian Pilot AS di Yahukimo

Berita Terbaru