Update Longsor Lembah Anai: Jalur Padang-Bukittinggi Kembali Normal pukul 01.05 WIB

- Jurnalis

Kamis, 25 Juni 2026 - 11:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Petugas kepolisian di kawasan Lembah Anai, tempat terjadinya Longsor, tengah mengatur lalulintas

Foto: Petugas kepolisian di kawasan Lembah Anai, tempat terjadinya Longsor, tengah mengatur lalulintas

ARGUMENRAKYAT.COMSUMBAR – Akses jalan lintas Padang-Bukittinggi di kawasan Lembah Anai tepatnya di dekat Jembatan Kembar, Padang Panjang yang sempat tertutup material longsor, kini sudah bisa dilewati kembali oleh kendaraan pada Kamis (25/6/2026) sekitar pukul 01.05 WIB.

ADVERTISEMENT

🎙️ Info Sponsorship
Iklan

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di samping itu, menurut keterangan dari Kasat Lantas Padang Panjang, dua unit ekskavator dikerahkan ke lokasi untuk membersihkan material batu dan tanah yang menutupi badan jalan. “Pas jam 01.00 itu langsung dibuka jalan, setelah siap di bersihkan materi, lalu di bersihkan jalan, baru boleh dilalui kedaraan,” ujar Pifzen Finot.

Baca Juga:  Gempa Beruntun Guncang Agam dan Pasaman, Pemulihan Pasca-Banjir Terus Dikebut

Adapun terkait proses evakuasi sempat menghadapi kendala akibat adanya batu berukuran besar di posisi atas yang menggantung dan rawan runtuh. Kondisi ini dinilai sangat berisiko bagi keselamatan tim di lapangan.

“Takutnya ketika petugas lagi membersihkan jalan, lalu batu tersebut turun, itu dapat membahayakan petugas,” kata Pifzen.

Baca Juga:  Selatan Sunset Festival 2026: Gadih Angik Menjelma Jadi Pusat Seni, Budaya, dan UMKM Payakumbuh

Untuk mengatasi kendala tersebut, petugas menurunkan batu besar tersebut dengan cara menembakkan air bertekanan tinggi menggunakan mobil Water Cannon milik Brimob Padang Panjang.

Pihak kepolisian mengimbau kepada seluruh masyarakat yang ingin melakukan perjalanan dari Bukittinggi menuju Padang maupun sebaliknya untuk tetap meningkatkan kewaspadaan.

“Kurangi kecepatan, tidak boleh saling mendahului dan selalu mematuhi arahan dari petugas,” tutur Pifzen.

(Zidan Pratama)

Berita Terkait

KUA Kesambi Dibobol Maling, 177 Buku Nikah Lenyap: Kasus Unik Pertama di Cirebon
TNI Intensifkan Perburuan OPM di Papua Usai Pembunuhan Warga Sipil
Anggota Satgas Damai Cartenz Gugur di Yahukimo, Aparat Gabungan Buru OTK
Duka di Balik Dinding Gupusmu II: Kala Prosedur Rutin Berujung Petaka
Kompolnas Sebut Kasus Kematian Tiga Polisi di Kalteng Sebagai Pembunuhan Sengaja
Terungkap! Jejak Kelompok Mbalingga di Balik Abu Pesawat dan Kematian Pilot AS di Yahukimo
Rehabilitasi Jembatan Jeruai Sebabkan Kemacetan di Jalur Padang–Painan
TNI Evakuasi Jenazah Pilot Pesawat AMA yang Tewas Ditembak OPM di Yahukimo

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 16:22 WIB

KUA Kesambi Dibobol Maling, 177 Buku Nikah Lenyap: Kasus Unik Pertama di Cirebon

Minggu, 26 Juli 2026 - 18:51 WIB

TNI Intensifkan Perburuan OPM di Papua Usai Pembunuhan Warga Sipil

Rabu, 22 Juli 2026 - 13:43 WIB

Anggota Satgas Damai Cartenz Gugur di Yahukimo, Aparat Gabungan Buru OTK

Jumat, 17 Juli 2026 - 14:42 WIB

Duka di Balik Dinding Gupusmu II: Kala Prosedur Rutin Berujung Petaka

Kamis, 9 Juli 2026 - 13:27 WIB

Kompolnas Sebut Kasus Kematian Tiga Polisi di Kalteng Sebagai Pembunuhan Sengaja

Berita Terbaru