ARGUMENRAKYAT.COM, JAKARTA – PT Jakarta Propertindo (Jakpro) terus melanjutkan uji coba jalur LRT Jakarta Fase 1B rute Velodrome-Manggarai. Jakpro sudah melakukan uji coba atau testing and commissioning (T&C) ini sejak 30 April 2026. Hari ini, Senin (18/5/2026), Jakpro masih melanjutkan proses ini.
Uji Coba Bertahap dari Velodrome ke Pasar Pramuka
Tim teknis Jakpro melakukan uji coba secara bertahap. Mereka memulai dari segmen lintasan sepanjang 3,6 kilometer. Ruas itu menghubungkan Stasiun Velodrome Rawamangun ke Stasiun Pasar Pramuka. Selanjutnya, para teknisi menguji seluruh komponen dan subsistem secara sistematis. Mereka memeriksa jalur, persinyalan, kelistrikan, komunikasi, hingga integrasi operasional. Dengan cara ini, mereka memastikan kesiapan teknis sebelum pihak operator membuka layanan komersial untuk masyarakat.
Direktur PT Jakpro Iwan Takwin menegaskan pentingnya tahapan T&C. Ia menyampaikan, “Setiap meter pada jalur layang LRT Jakarta Fase 1B adalah tanggung jawab kami kepada masyarakat DKI Jakarta.” Masyarakat akan mengandalkan LRT Jakarta setiap harinya. Oleh karena itu, ia menambahkan, “Tahapan T&C ini harus dipersiapkan secara sangat matang.” Kemudian, Jakpro berkomitmen menyelesaikan proyek ini secepat mungkin. Namun, perusahaan tidak mau mengorbankan keselamatan, kualitas, dan keandalan layanan.
Pramono Anung: Keselamatan Prioritas Utama
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung juga angkat bicara. Dalam pernyataannya pada Minggu (17/5/2026), ia memastikan keselamatan menjadi prioritas utama. Pramono menjelaskan bahwa LRT rute Velodrome-Manggarai kini memasuki tahap commissioning. Ia menegaskan, “Keamanan untuk LRT, MRT itu top priority.” Lebih lanjut, ia mengatakan, “Walaupun dikebut sebenarnya bukan dikebut, karena memang harus selesai pada bulan Agustus nanti sudah full operasi. Dan itu memang sudah ditetapkan.”
Setelah itu, ia menambahkan, “Maka kenapa sekarang ini sudah mulai commissioning. Dalam uji coba ada yang rangkaiannya berapa, headway-nya berapa, itulah yang dilakukan sekarang.” Di sisi lain, Pramono berharap layanan LRT Jakarta rute Velodrome-Manggarai dapat beroperasi penuh sesuai target. Ia pun menegaskan, “Harapan saya nanti Agustus begitu diresmikan akan beroperasi sepenuhnya.”
Proyek Rp11,5 Triliun dengan 11 Stasiun
Proyek LRT Jakarta Fase 1B ini memiliki total panjang jalur sekitar 12,2 kilometer. Jalur ini akan melayani 11 stasiun. Nilai investasinya mencapai Rp11,5 triliun. Setelah beroperasi komersial pada Agustus 2026 nanti, penambahan jalur ini akan mengangkut puluhan ribu penumpang setiap hari. Para perencana memproyeksikan angka tersebut. Dengan demikian, koridor baru ini akan mengurangi kepadatan lalu lintas di ibu kota. Selain itu, kehadirannya juga memperkuat konektivitas antarwilayah. LRT Jakarta pun akan mengintegrasikan transportasi publik di Jakarta. Langkah ini sejalan dengan arahan Gubernur Pramono Anung. Ia ingin Jakarta memenuhi indikator kota global yang modern, maju, berkelanjutan, dan nyaman dihuni.
Pramono Buka Peluang Perpanjangan ke PIK 2 dan Bandara
Lebih lanjut, Pramono juga membuka peluang strategis. Ia ingin memperluas jangkauan layanan LRT Jakarta hingga kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK) 2. Bahkan, ia ingin LRT terhubung langsung dengan Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta). Pramono menyampaikan rencana ambisius ini saat meresmikan area klenteng Tian Fu Gong di PIK, Jakarta Utara, pada Minggu (17/5/2026). Ia mengaku sudah menjalin komunikasi awal dengan pihak swasta. Mereka akan merealisasikan konektivitas ini. Tujuan akhirnya, mereka ingin menyempurnakan sistem loop transportasi massal di Jakarta.(**)









