Tajuk Berita: Kisah di Sebalik Kepulangan Jasad Tan Malaka: Perjuangan Ferizar Ridwan dan Panggilan Spiritual dari Kediri ke 50 Kota

- Jurnalis

Sabtu, 14 Maret 2026 - 14:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tajuk Berita: Kisah di Sebalik Kepulangan Jasad Tan Malaka: Perjuangan Ferizar Ridwan dan Panggilan Spiritual dari Kediri ke 50 Kota

Tajuk Berita: Kisah di Sebalik Kepulangan Jasad Tan Malaka: Perjuangan Ferizar Ridwan dan Panggilan Spiritual dari Kediri ke 50 Kota

ADVERTISEMENT

🎙️ Info Sponsorship
Iklan

SCROLL TO RESUME CONTENT

argumenrakyat.com – Sebuah episod menarik dalam podcast “KUSIEH BENDI” (Episode 10) telah merungkai kisah menyentuh hati dan penuh cabaran mengenai usaha membawa pulang jasad pahlawan nasional, Tan Malaka, ke tanah kelahirannya di Kabupaten 50 Kota, Sumatera Barat.

Dalam temu bual tersebut, narasumber utama, Ferizar Ridwan (mantan Wakil Bupati 50 Kota) dan Afdal Bonai (pengagum setia Tan Malaka), berkongsi pengalaman eksklusif mengenai proses penjemputan jasad Ibrahim Datuk Tan Malaka dari Selopanggung, Kediri.

Panggilan Spiritual dan Keputusan Spontan

Ferizar mendedahkan bahawa niat untuk menjemput Tan Malaka muncul secara spontan pada tahun 2016 selepas beliau melawat Kediri dan menziarahi makam tersebut. Beliau menyifatkan ia sebagai satu “panggilan spiritual” yang tidak dapat dijelaskan dengan logik.

“Saya katakan di hadapan media saat itu secara spontan: Saya mahu jemput ini (Tan Malaka). Beliau adalah raja kami, dan mengikut adat, kepulangan beliau harus dituntaskan,” ujar Ferizar. Meskipun pada mulanya beliau hanya mengenali sosok pahlawan tersebut melalui carian Google, semangat untuk menegakkan marwah adat Minangkabau menjadi pendorong utama.

Baca Juga:  Menilik Aksi Massa dalam Pandangan Tan Malaka: Gejala Putsch dan Kerinduan Masa Radikal

Cabaran Kewangan: Menggadai SK untuk Perjuangan

Salah satu pendedahan paling mengejutkan adalah apabila Ferizar mengakui bahawa usaha ini tidak mendapat sokongan penuh daripada pihak pemerintah daerah pada saat-saat akhir. Beliau mendedahkan terpaksa menggadaikan SK (Surat Keputusan) jawatannya untuk membiayai kos perjalanan tersebut kerana bajet kerajaan ditarik balik.

“Jujur sahaja, untuk kos minyak perjalanan pergi balik (PP) dari Palembang ke Kediri pun tidak cukup. Namun, sepanjang perjalanan, ada sahaja pihak yang menaja makan dan keperluan kami, seolah-olah jalan ini dipermudahkan,” ceritanya lagi.

Bukti 99% dan Keyakinan Adat

Walaupun terdapat perdebatan mengenai kesahihan makam tersebut, Ferizar merujuk kepada penemuan pakar sejarah Belanda, Harry A. Poeze, yang menyatakan keyakinan sebanyak 99% bahawa itu adalah makam Tan Malaka. Beliau juga menekankan tiga alasan utama mengapa jasad itu perlu dipindahkan mengikut hukum Islam dan adat Minang:

  1. Jasad belum dimakamkan secara sempurna mengikut syariat Islam.

  2. Lokasi pemakaman bukan di bawah kekuasaan atau tanah ulayat keluarganya.

  3. Wujudnya pertikaian sejarah yang perlu diselesaikan melalui prosesi adat.

Baca Juga:  Realita yang Tak Tersorot Kamera: Uda Uni Payakumbuh Bongkar Sisi Gelap Viral dan Generasi Instan

Afdal Bonai: Pengembaraan Bermotor Demi Sang Idola

Turut berkongsi pengalaman, Afdal Bonai menceritakan bagaimana beliau sanggup menunggang motosikal dari Payakumbuh ke Kediri semata-mata untuk menyaksikan prosesi tersebut. Baginya, Tan Malaka adalah sumber inspirasi intelektual yang luar biasa, terutamanya melalui karya “Massa Aksi” yang memantik semangat kemerdekaan Indonesia.

Harapan Melalui Yayasan Tan Malaka

Kini, melalui Yayasan Ibrahim Datuk Tan Malaka, usaha diteruskan untuk membina Universitas Tan Malaka dan memelihara rumah kelahiran beliau sebagai Cagar Budaya Nasional. Ferizar berharap agar generasi muda tidak hanya melihat Tan Malaka dari sudut politik yang sempit, tetapi menghargai sumbangan intelektual dan perjuangan pendidikan yang dibawa oleh tokoh tersebut.

Episod podcast ini mengingatkan rakyat Indonesia, khususnya masyarakat Minang, bahawa sejarah bukan sekadar teks, tetapi merupakan hutang marwah yang harus dilunaskan.

Oleh: Editor argumenrakyat.com Sumber: Podcast KUSIEH BENDI – Episode 10 (Dimensia Creative)

Berita Terkait

Bisnis Lokal Cepat Redup? Konsultan: Jangan Cuma Modal Nekat
Tolak Fasilitas Mobil Dinas, Bupati Safni Sikumbang Alihkan Dana untuk Alat Berat Jalan Usaha Tani
Ninik Mamak Buka Suara: Tanah Ulayat Tak Pernah Menghambat Pembangunan Pasar Payakumbuh
Rian Fahardhi ‘Presiden Gen Z’: Pendidikan Bukan Menyemaratakan, Tapi Temukan Formula Tepat untuk Setiap Anak
Walikota Zulmaeta Buka Suara: Transportasi Gratis & Revitalisasi Pasar Payakumbuh di Podcast Kusieh Bendi
KUSIEH BENDI: Resep Rahasia ‘Tabola Bale’, Mega-Hit Viral dari Payakumbuh yang Bergema di Istana Merdeka
KUSIEH BENDI: Mana Batas Adat, Mana Batas Kota? Datuk Patiah Baringek Kupas Sejarah & Tanah Ulayat Payakumbuh
MPL Season 2 Grand Final Disiarkan Live — Dimensia Creative Tunjukkan Standar Baru Live Streaming Esports di Payakumbuh

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 11:48 WIB

Bisnis Lokal Cepat Redup? Konsultan: Jangan Cuma Modal Nekat

Minggu, 30 Agustus 2026 - 21:04 WIB

Tolak Fasilitas Mobil Dinas, Bupati Safni Sikumbang Alihkan Dana untuk Alat Berat Jalan Usaha Tani

Minggu, 30 Agustus 2026 - 17:37 WIB

Ninik Mamak Buka Suara: Tanah Ulayat Tak Pernah Menghambat Pembangunan Pasar Payakumbuh

Minggu, 23 Agustus 2026 - 21:04 WIB

Rian Fahardhi ‘Presiden Gen Z’: Pendidikan Bukan Menyemaratakan, Tapi Temukan Formula Tepat untuk Setiap Anak

Kamis, 20 Agustus 2026 - 21:05 WIB

Walikota Zulmaeta Buka Suara: Transportasi Gratis & Revitalisasi Pasar Payakumbuh di Podcast Kusieh Bendi

Berita Terbaru

13 Jenis Hamster yang Bisa Dipelihara Pemula. (Foto: CNN Indonesia)

Tips

13 Jenis Hamster yang Bisa Dipelihara Pemula

Sabtu, 12 Sep 2026 - 10:24 WIB

Chip AI China Melonjak Harga, Ini Faktor Kelangkaan. (Foto: CNN Indonesia)

Digital

Chip AI China Melonjak Harga, Ini Faktor Kelangkaan

Sabtu, 12 Sep 2026 - 10:19 WIB

Prabowo Tiba di India Hadiri KTT BRICS. (Foto: iNews.id)

Ekonomi

Prabowo Tiba di India Hadiri KTT BRICS

Sabtu, 12 Sep 2026 - 10:14 WIB

Dentuman Keras Gegerkan Warga Gorontalo Dini Hari. (Foto: Dok. ANTARA)

Nasional

Dentuman Keras Gegerkan Warga Gorontalo Dini Hari

Sabtu, 12 Sep 2026 - 10:08 WIB