Jakarta, ArgumenRakyat.com — Produsen robot humanoid di China berlomba mengembangkan otak berbasis kecerdasan buatan setelah menyimpulkan keuntungan masa depan tidak lagi datang dari perangkat keras, melainkan dari kecerdasan yang menggerakkan mesin.
Pengembangan itu dikenal sebagai embodied AI, yakni teknologi yang memusatkan perhatian pada perangkat lunak agar robot mampu memahami lingkungan, mempelajari tugas baru, dan beradaptasi tanpa diprogram ulang untuk setiap pekerjaan. Harga perangkat keras yang makin murah membuat persaingan bergeser ke sisi otak.
Otak Jadi Titik Terlemah Robotika
“Para produsen robot telah menyimpulkan bahwa keuntungan tidak akan datang dari perangkat keras, tetapi dari otaknya,” kata pendiri perusahaan konsultan teknologi ZenGen Labs yang berbasis di Shanghai, Dermot McGrath. Senada dengan itu, salah satu pendiri Spirit AI, Gao Yang, menilai otak merupakan bagian terlemah dalam keseluruhan sistem robotika saat ini.
ADVERTISEMENT
Iklan Info Sponsorship →Laporan industri menyebut sektor embodied AI membuka babak baru persaingan teknologi antara Amerika Serikat dan China. Perusahaan di AS masih unggul pada sejumlah sistem AI robot canggih, sementara pengembang China berharap kekuatan industri manufaktur dan akses data pelatihan dunia nyata membantu mereka mengejar.
Investasi dan Rintisan Baru
Perubahan fokus tersebut mendorong lonjakan investasi. Data perusahaan riset ITjuzi mencatat perusahaan embodied AI di China menghimpun pendanaan 93,5 miliar yuan atau setara 13 miliar dolar AS melalui 322 kesepakatan pada paruh pertama 2026, atau tumbuh lima kali lipat dibanding periode yang sama setahun sebelumnya.
Sejumlah rintisan di AS seperti Physical Intelligence, Skild AI, dan Generalist mengembangkan perangkat lunak yang mengajarkan beragam keterampilan kepada robot. Generalist menyebut model GEN-1.5 miliknya mampu menyelesaikan sekitar 60 persen tugas sederhana hanya dengan melihat demonstrasi singkat.
Negara yang paling berhasil menggabungkan kecerdasan buatan dengan mesin dinilai berpotensi memiliki keunggulan dalam mengotomatisasi pabrik dan logistik, sekaligus mengubah produktivitas industri serta peta pasar teknologi robotika global.









